29 Juli 2009

Hei Kalian yang Berjas Abu-abu!

Hai Sekra! Apa kabar? Pertama gw ucapkan selamat atas keberhasilan program kerja kalian, Cakrawala. Walaupun di H-1 terjadi ledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan J.W. Mariott, Cakrawala tetap berjalan dengan sebagaimana mestinya di Hotel Nikko. Selamat ya!

Hmm… kali ini gw mau sedikit cerita aja. Kayaknya di blog gw yang ini, gw belom pernah nulis-nulis tentang kalian, hehe... Ya, Sekra, ngga terasa kalian sudah berada di penghujung masa kepengurusan kalian dan ngga terasa kayaknya udah setahun gw dan kalian saling kenal. Dulu pas kalian masih jadi cacapsis (sampe sekarang gw masih ketawa kalo denger istilah “cacapsis”, haha), sampe resmi jadi capsis, dan sekarang, kalian udah selesai menyelenggarakan suatu acara yang sangat luar biasa. Gw juga masih inget pada saat-saat pertemuan pertama kita dulu, mukanya masih pada tegang, padahal muka gw ngga ada muka galak ya, haha. Ya, mulai dari sesi cerita-cerita, atau lebih tepatnya sesi bergosip, sampe ngeliat si Rifqi bikin yel-yel yang bener-bener bikin gw geleng-geleng ngeliatnya, haha. Tapi satu hal yang cukup gw sayangkan adalah, gw ngga bisa ngeliat orasi cakapo dan cawakapo. Gw waktu itu lagi ada kegiatan OBM (Orientasi Belajar Mahasiswa) di kampus, jadi ngga bisa ditinggal. Waktu itu pun gw inget, sempat ada kabar bahwa akan ada “pengulangan” kejadian ngga intelek (istilah gw) pada saat orasi, tentunya berhubungn dengan cakapo dan cawakapo. Selama hari itu juga, dari pagi sampe siang, bahkan satu hari sebelum orasi, gw udah contact anak-anak MPK Olympus untuk jagain kalian karena gw ngga mau dan gw khawatir kalo sampe ada satu aja anak capsis yang “dicomot” sama kelompok the you know who. Tapi gw sangat bersyukur karena pas sekitar jam 2 siang gw sampe di sekolah, semuanya aman, dan saat itu juga gw udah dengar kabar bahwa Rifqi dan Rafie yang menang.

Ya, selagi gw mengetik ini semua, gw pun berpikir, kayaknya gw sangat peduli dengan kalian semua. Kenapa ya? Dan kenapa harus begitu? Padahal gw bukan siapa-siapa, ya… let’s say, gw cuma anak Amazon biasa, anak kelas XII biasa yang kebetulan sih dulu pernah ikut capsis, tapi gw sama sekali ngga pernah merasakan jadi seorang P.O., atau tergabung dalam organisasi apa pun di sekolah, dan gw lebih menyebut diri gw sebagai seorang independent. Padahal ada P.O. Rastra yang akan kalian gantikan, dan juga ada mantan P.O. Zazka, tapi kenapa gw sampe mau segitu pedulinya dengan kalian? Haha, gw sendiri ternyata juga bingung. Kenapa ya? Ya, gw hanya ingin berbagi pengalaman. Karena ada banyak hal yang sempat “terputus” di P.O. Rastra, jadi karena gw udah berada di tahun terakhir di SMA, gw merasa harus meluruskan beberapa hal, yaitu dengan cara ketemu kalian semua. Ya, ada banyak hal yang gw kasi tau ke kalian sewaktu kalian jadi cacapsis yang tidak diketahui P.O. Rastra, dan gw kira sangat penting bagi kalian untuk tau berbagai kebenaran yang memang sebenarnya terjadi.

Ya, sekali, dua kali ketemu, mungkin gw ngerasa biasa aja, tapi lama-lama gw merasa bahwa kalian adalah orang-orang yang menyenangkan. Jadi, selamat, kalian adalah orang-orang yang sangat loveable. Semakin sering gw ketemu kalian, timbul sebuah harapan dari gw bahwa kalian bisa menjadi P.O. yang lebih baik. Dan gw tetap berharap seperti itu. Kenapa? Padahal toh gw juga udah lulus saat kalian menjabat. Gw udah bukan lagi anggota OSIS SMA Negeri 81. Ya, karena gw melihat sesuatu yang berbeda dari kalian semua. Gw melihat bahwa kalian bisa membawa perubahan baru dalam organisasi kesiswaan di sekolah. Haha, tapi tetep aja ya, masih mikirin aja deh gw.

Tapi kalian juga harus tau, bahwa apa yang gw lakukan ke kalian waktu itu juga sebenarnya ngga 100% bagus untuk kalian. Kenapa? Karena secara ngga langsung, gw membuat pandangan kalian seperti pandangan gw, gw membuat pemikiran kalian seperti pemikiran gw, dan itu membuat gw merasa seperti Mabul (kalo kalian inget). Waktu itu posisi kalian berada di tengah, di antara gw dan tentunya P.O. Rastra sendiri, yang jelas-jelas waktu itu hubungan gw dengan mereka lagi kurang bersahabat. Ada dua pemikiran yang kayaknya masuk ke kalian. Ya, kalian yang masih baru dalam dunia organisasi sekolah, tentunya ada rasa bingung, mana yang harus didengar. Gw tau, bahkan kalo kalian mau ketemu gw, pasti main sembunyi-sembunyi dari P.O. Rastra, hehe. Ya, tapi gw sadar, bahwa apa yang gw lakuin waktu itu ngga semuanya bagus untuk kalian. Dan bahkan sekarang, setelah gw bener-bener ikut organisasi di kampus, gw sadar bahwa ada beberapa hal yang waktu itu gw anggap benar dan gw jelaskan ke kalian, tapi ternyata ngga begitu. Ya, waktu itu gw bukan orang organisasi, dan seharusnya ngga lebih sok tau dari mereka yang berorganisasi. Tapi, ya, itu pun sekarang jadi pembelajaran buat gw. Makanya gw ngga pernah mau ikut campur dalam hal apa pun tentang organisasi kalian (kecuali kalian yang minta), bahkan ketika Happy pernah minta saran untuk nama angkatan bawah, gw ngga begitu menanggapi dengan serius, karena gw mau semua hal yang berhubungan dengan kerja kalian, bener-bener berasal dari kalian, bukan dari pikiran orang lain. Gw ngga mau kalian seperti beberapa P.O. yang pernah “dikendalikan” atau ya… sorry to say, Mabul, dan juga salah seorang dari P.O. Dhyasta.

Dan see, kalian bisa dan gw selalu salut dengan proker-proker kalian. Gw sangat sering cerita tentang kalian ke teman-teman Amazon gw. Gw pun beberapa kali datang ke acara kalian, seperti BBB yang menurut gw sangat inovatif dan yang terakhir di Enternition selaku juri. Dan ngga cuma itu, setiap kalian ada acara atau akan ada acara apa, paling ngga gw pasti nanya ke salah satu dari kalian, entah lewat SMS atau media apa pun (biasanya kalo ngga ke Manda, ya ke Happy), itu karena gw mau memastikan bahwa gw ngga salah berharap dengan kalian. Kenyataannya? Buat gw, kalian semua memang membanggakan walaupun gw bukan siapa-siapa kalian.

Ya, semua udah hampir selesai, dan sekarang tiba saatnya kalianlah yang membimbing adik-adik kalian. Mudah-mudahan kalian bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik capsis kalian untuk bisa lebih baik dari kalian. Dan jangan buat mereka berpikiran sama seperti kalian, tapi cukup buat mereka paham dengan pemikiran kalian, sehingga hingga pada saatnya tiba nanti, mereka bisa menentukan arah mereka sendiri. Biarkan mereka berpikir dan berkreasi sesuai dengan diri mereka.

Selamat ya Sekra, kalian semua hebat! Gw bangga dan akan selalu begitu. Gw akan selalu jadi orang pertama yang mendukung kalian. Bukan karena gw dekat dengan kalian, tapi karena gw percaya pada kalian semua. Oh ya, makasih karena udah menggunakan “Nulla dies sine linea” sebagai slogan cabinet kalian, gw sangat tersanjung ketika tau bahwa kalian menggunakan kata-kata itu. Thank you!

Satu hal lagi, gw udah melihat kalian untuk pertama kalinya mengenakan jas abu-abu itu pada tanggal 17 Agustus 2008, dan waktu itu gw menyaksikan prosesi pelantikan kalian dari lantai 3 sambil merekam dengan kamera ponsel gw. Betapa waktu itu gw sangat senang dan bangga ketika kalian akhirnya udah berjas abu-abu. Padahal waktu itu sebenernya gw harus ikut upacara 17 Agustus di UI, tapi demi ngeliat kalian dilantik, gw bolos dan ke sekolah. Karena gw udah melewatkan orasi, gw ngga mau melewatkan acara pelantikan. Dan see, gw akan selalu ada untuk memberi semangat dan berada di tengah-tengah kalian. Nah, begitupun untuk 17 Agustus yang akan datang, Insya Allah gw pun akan hadir di tanggal yang sama di tahun ini untuk menyambut kalian dan adik-adik kalian. Selamat menempuh akhir masa jabatan dan akhir masa-masa SMA kalian, semoga kalian sukses, dan doa gw, semoga kalian bisa diterima di PTN-PTN yang kalian inginkan. Amin.

Hei kalian yang berjas abu-abu! Tetap semangat dan banggalah karena kalian adalah Pengurus OSIS Netradhiira Pattvisekra.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.