31 Juli 2009

Ibu

Kasih ibu, kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
Cerita di bawah ini saya dapat dari sebuah pesan elektronik (e-mail) dari salah satu milist yang saya ikuti. Ketika pertama kali membaca pesan ini, hati saya sungguh tersentuh dan membuat saya semakin sadar dan yakin bahwa betapa seorang ibu sangatlah berarti bagi saya. Karena ibulah yang telah melahirkan kita ke dunia ini. Karena Ibulah yang telah merawat kita dengan penuh cinta dan kasih sayang sampai kapan pun dan tanpa mengharapkan balasan apa pun. Terima kasih ibu!

Ibu
Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan, "Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi, tapi aku takut. Aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku di sana?"

Tuhan pun menjawab, "Tak apa, malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia."

Kemudian si kecil bertanya lagi, "Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak mengerti bahasa yang mereka pakai?"

Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu itu akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada di sampingmu dan dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia."

Si kecil bertanya lagi, "Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara pada-Mu ya Tuhan?"

Tuhan pun kembali menjawab, "Malaikatmu itu akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu dan mengajarkanmu untuk berdoa."

Lagi-lagi si kecil menyelidik, "Namun, aku mendengar di sana ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?"

Tuhan pun menjawab, "Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia akan sering melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu."

Namun, si kecil ini malah sedih, "Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi."

Tuhan menjawab lagi, "Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu Aku akan selalu ada di sisimu."

Hening. Kedamaian tetap menerpa surga. Namun suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. "Ya Tuhan aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku..."

Tuhan pun kembali menjawab, "Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan IBU."

Note: Terima kasih Tuhan. Engkau telah mengizinkan aku terlahir ke dunia ini melalui rahim seorang wanita terbaik pilihan-Mu. Dari seorang ibu yang tidak hanya mau mengorbankankan waktunya, tapi juga jiwanya untuk bisa menjaga dan merawatku hingga dewasa. Meski hanya sesaat Engkau berikan kesempatan kepadaku untuk merengkuh dan menikmati kasih sayangnya, tetapi itu akan menjadi saat-saat terindah yang tak pernah terlupakan.

Free Cost for Mom
Ini adalah mengenai nilai kasih ibu dari seorang anak yang melihat ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia mengulurkanmemberikan selembar kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangannya dan kemudian menerima kertas yang diberikan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke warung: Rp20.000,-
2) Menjaga adik: Rp20.000,-
3) Membuang sampah: Rp5.000,-
4) Membereskan Tempat tidur: Rp10.000,-
5) Menyiram bunga: Rp15.000,-
6) Menyapu halaman: Rp15.000,-
► Jumlah: Rp85.000,-

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan - GRATIS
2) Ongkos berjaga malam karena menjagamu - GRATIS
3) Ongkos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) Ongkos Khawatir karena selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS
5) Ongkos menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu - GRATIS
► Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Aku sayang ibu." Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: "Telah Dibayar."

Pesan Orangtua kepada Kita
Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku. Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarimu.

Ketika aku berulang-ulang mengatakan tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi.

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang teknologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku. Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

1 komentar :

walaupun dah baca berkali2 tetep aja nyentuh..apa lagi backsoundnya "childhood"nya M.J
duuuh sediiih..
mesti sering2 dipost kebanyak orang kak,biar pda sadar :p

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.