29 Juli 2009

Mengenang Dunia Friendster

PROLOG
Sebelum “wabah” Facebook menyebar ke hampir seluruh pelosok dunia terutama di Indonesia, ada satu situs jejaring sosial yang lebih dulu “mewabah” di Indonesia, yaitu situs Friendster. Ya, situs ini sempat sangat popular di zamannya, ya lebih kurang sejak tahun 2005-an sampai dengan sekitar pertengahan 2008. Pengguna situs pertemanan ini rata-rata adalah para remaja usia 13 – 20-an tahun. Namun, di bulan Agustus 2008, menurut pengamatan saya, banyak orang yang sudah mulai beralih ke situs Facebook hingga sampai saat ini Facebook benar-benar menjadi salah satu situs terpopular di dunia, khususnya di Indonesia, sementara Friendster kini mulai ditinggalkan.

Saya sendiri dulu sempat menjadi salah satu pengguna setia situs Friendster hingga akhirnya kini saya pun telah beralih ke Facebook dan meninggalkan akun Friendster saya. Alasannya selain karena… ya saya rasa kita semua tahu sekarang ini “isinya” orang-orang yang di Friendster adalah tipe-tipe orang yang seperti apa, tapi juga karena situs Facebook menawarkan fitur-fitur yang lebih inovatif dibandingkan dengan situs-situs jejaring sosial lainnya, seperti Friendster misalnya.

Mengenang Dunia Friendster
Nah, setelah lama tidak membuka akun Friendster, tadi siang saya iseng membuka profil saya untuk sekedar melihat-lihat comments apa saja yang masuk selama saya meninggalkan Friendster tersebut. Ternyata tidak ada comments baru yang masuk, tapi kemudian saya iseng melihat isi comments terdahulu saya yang ternyata mencapai 2.011 halaman (satu halaman ada 10 comments, artinya ada 20.110 comments yang masuk selama saya ber-Friendster). Karena kebetulan di rumah lagi ngga ada kerjaan (dibilang ngga ada sih sebenarnya ngga juga, cuma lagi ngga mood), akhirnya iseng-iseng saya meng-explore seluruh comments yang ada sejak pertama kali saya ber-Friendster.

Ternyata dengan melihat semua comments yang ada membuat saya kembali teringat dengan kejadian-kejadian di masa lalu, khususnya masa-masa SMA. Mulai dari berbagai curhatan, gossip-gosip, berbagai macam konflik, adu argumentasi, cerita-cerita konyol, publikasi diri (haha), dan masih banyak lagi. Nah, dari semua comments yang masuk ada beberapa orang cukup sering berada di comments box saya, dan mereka itu adalah orang-orang yang telah banyak memberi warna dalam kehidupan saya selama ini. Di bawah ini adalah sekilas tentang mereka (nama-namanya ditulis secara ascending).

► Amalia Septyani
Atau sebut saja Amel, dia adalah adek kelas gw di SMA, tapi gw lebih suka menyebutnya sebagai salah satu sahabat gw. Ya, Amel juga temen curhatan gw, atau juga sebaliknya. Amel juga temen tempat gw mengeluarkan jayusan-jayusan gw yang garing sih sebenernya (haha), tapi kayaknya dia tetap tertawa (ya kan Mel? hehe). Ya, baik gw maupun Amel saling menjadi konsultan di bidang asmara dan percintaan, jadi udah pasti curhatan gw ke Amel atau sebaliknya ngga akan jauh-jauh dari masalah kisah asmara, haha.

► Amanda Fajrina Fitri
Ya, Manda ini adalah temen gw, sepupu, saudara gw, ya, apa pun itu, tapi dia adalah tempat gw curhat dan menggila. Kayaknya hal-hal bagus sampe yang paling aib tentang gw dia pasti tau, mau ngomong hal-hal yang aneh-aneh dan “aneh-aneh” bisa gw ceritain ke dia. Gw sangat bersyukur punya sepupu yang bener-bener seumuran, sementara sepupu gw yang lain masih sangat kecil, jadi kalo mau curhat apa aja pasti nyambung, dan ya… dia adalah seorang yang sangat baik dan peduli (dan ternyata comments dari lo cukup banyak, kayaknya banyakan lo yang curhat deh daripada gw!).

► Aruga Perbawa
Inilah salah satu orang yang paling muka tembok yang pernah gw kenal. Aruga atau Uga panggilannya adalah sahabat gw sejak SD (dan sampai sekarang) yang dari dulu bercita-cita menjadi seorang komikus. Ya, baik Uga maupun gw dulu ketika SD saling berlomba membuat komik, haha, ya walaupun gw tau bahwa gambar dia jauh lebih bagus daripada gw (dan sangat bagus untuk anak semuran dia waktu itu), gw tetap membuat komik (walaupun akhirnya gw jadi males bikin juga karena punya dia lebih bagus dari punya gw, haha). Ya, itulah Uga, salah seorang yang sangat ajaib menurut gw. Dari seorang Uga, gw mendapat banyak inspirasi dalam hidup gw.

► Ayuriza Fitrianah
Ya, ada banyak “Ayu” yang gw kenal, dan salah satunya adalah Ayuriza. Ayuriza adalah adalah adek kelas gw, seumuran adek gw, jadi bener-bener adek lah ya. Ya, Ayu, atau kadang gw manggil dia dengan sebutan “Adek” juga temen baik gw. Pokoknya kalo gw lagi ngga ada kerjaan dan insomnia di malam hari (dan gw punya pulsa), gw biasanya ber-SMS-an dengan dia (atau kadang nelpon sampe kuping bener-bener panas atau ngga handphone sampe lowbatt), karena dia pasti belum tidur, dan kalo gw tanya, “Yu, kok belom tidur?” pasti dia jawab, “Hah? Tidur? Ini mah masih siang Kak!” (padahal udah hampir jam setengah 12 malem), tapi emang efeknya kalo udah malem biasanya obrolan makin ngga jelas, hehe.

► Bramanto Wicaksono S.
Ini dia sahabat gw di SMA dan masih sampai sekarang. Bung Bramanto sebagai teman tempat gw belajar matematika, ekonomi, dan segala pelajaran kalo gw lagi kesulitan sewaktu SMA. Bram juga tempat gw ngobrol berbagai macam hal, khususnya masalah social, politik, dan MotoGP tentunya. Bram adalah orang yang sangat baik, peduli, dan juga sangat menyukai lagu-lagu grup band asal Inggris. Ya, gw sangat bersyukur bisa kenal dengan Bram, sangat bersyukur pas kelas XII dulu Bram jadi chairmate gw, alhamdulillah jadi ketularan pinter juga, hehe. Thanks Bram!

► Fina Ardyani Alamanda
Fina adalah teman seperjuangan sewaktu gw menjadi Capsis (Calon Pengurus OSIS) di SMA. Ya, walaupun pada akhirnya gw ngga bergabung dalam kepengurusan OSIS, tapi Fina tetap menjadi temen ngobrol gw dalam berbagai hal, terutama dalam masalah keorganisasian di sekolah. Ya, Fina juga tempat gw bertukar pikiran dan pendapat, terutama saat gw memutuskan untuk memilih “jalan” gw setelah pemilihan calon ketua pengurus OSIS, dan saat-saat “panas” gw dengan sekelompok orang perihal masalah blog gw yang sangat kontroversial waktu itu, hehe (pastinya lo tau apa yang gw maksud, Fin, hehe).

► Harun Suadi Isnaini
Nah, satu lagi manusia “ajaib” yang juga teman gw. Namanya Harun, seorang anak cowok yang gw sendiri, sebenernya, agak susah harus mendeskripsikannya seperti apa, tapi yang jelas kalo inget Harun, gw pasti inget blognya. Kenapa? Soalnya berbagai posting-an di blognya, gw rasa cukup unik. Ada suatu ciri atau karakter yang kuat dalam setiap posting-an di blognya Harun, terutama masalah bahasa yang dia gunakan dalam menulis. Ada yang lucu, aneh, mengkritik, cerita, macem-macem sih, tapi dari semua posting-an itu pasti akan terlihat jelas satu karakter Harun, dan gw rasa itu salah satu yang pasti gw inget dari Harun. Dan oh ya, pastinya, Harun identik dengan laptop dan kamera, hehe.

► Imel Ikhsania
Ya! Ini dia, orang yang selalu gw panggil dengan nama “Jeng Imel”, dia adalah orang yang sangat memotivasi gw supaya bisa diterima di UI, dan gw sangat berterima kasih karenanya. Dia adalah orang yang mengharuskan gw bisa masuk UI, dan alhamdulillah, sekarang gw di UI (thanks Mel!). Tapi, haha, Imel juga teman menggila gw selama di SMA, teman bergosip, teman seprofesi dalam bidang musik, dan satu-satunya senior yang bisa gw “zalami” ya cuma dia, haha (kapan lagi coba?). Ya, tapi karena si Imel ini gw pun bisa banyak kenal dengan anak-anak angkatan Atlantis juga. Oh ya, baik gw maupun Imel sangat gemar ngecengin satu sama lain. Awas lo Mel! haha.

► Intan Syaw’dini Paramasari
Entah gimana dan sejak kapan gw mulai deket sama Intan, gw lupa, tapi yang pasti dia resminya adalah adek kelas gw pas di SMP, tapi karena dia ikut kelas akselerasi, jadilah kita sama-sama lulus bareng, jadi seangkatan lah ya. Gw sama Intan emang ngga satu sekolah pas SMA. Gw di 81 dan dia di 61. Tapi biar ngga satu sekolah, baik gw maupun Intan tetap saling cerita tentang berbagai hal. Dia orang yang sangat baik, sangat perhatian banget ke semua orang, dan juga ke gw. Sekarang Intan di FKM UI, ya walaupun sekarang sama-sama satu kampus, tapi gw udah sangat jarang berkomunikasi sama dia, kayaknya dua-duanya sama-sama sibuk, hehe. But she’s still one of my best friend ever.

► M. Arditama Febrianza
Yang satu ini, Arditama atau akrab disapa Aldi a.k.a. Meong adalah teman seperjuangan gw juga. Ya, kayaknya baik gw maupun Aldi sama-sama menganggap bahwa kami berdua adalah rival, hehe, ah, tapi gw ngga mengaggap lo sebagai rival kok Di, masa lo tetep mengaggap gw sebagai rival lo? Hehe. Ya, “my beloved rival” kata Aldi. Gw dan Aldi dulu adalah dua calon ketua pengurus OSIS sewaktu SMA. Dua orang dengan kepribadian yang berbeda, visi misi yang jauh berbeda, dan tujuan yang berbeda pula, tapi itulah pemilihan ketua OSIS “terpanas” sepanjang sejarah SMA 81 (ya kan Di?). Hehe, ya sampai kelas XII, biar katanya “rival”, tapi gw dan Aldi tetap berteman dengan sangat baik, bahkan sekelas (siapa ya yang minta pindah kelas?). Ya, seengganya Aldi juga tempat gw ngobrol masalah politik keorganisasian siswa di sekolah, dan gw juga belajar banyak dari Aldi. Satu hal yang juga ngga akan gw lupa, orang ini sangat berbakat menjadi koreografer dan juga dalam hal mendekorasi, haha.

► Nindya Arini Bangun
Pertama kali gw kenal Nindy itu di Friendster, sekitar bulan September atau Oktober tahun 2007, gw lupa, (dia setahun di bawah gw) tapi yang jelas dari semua orang yang bener-bener gw kenalan lewat Friendster, cuma sama Nindy yang gw bener-bener jadi temen, dan bahkan lebih dari itu, dia sekarang juga sahabat gw. Ya, berawal dari latar belakang yang sama, seorang violinist, dan ternyata dia juga udah cukup “akrab” dengan SMA 81, hingga akhirnya tiap ngobrol sama dia selalu asik. Gw dan Nindy punya beberapa kesamaan, salah satunya berbintang Leo, haha, ya, kayaknya kita berdua percaya kalo ngobrol sama orang yang sebintang pasti nyambung. Dan kalo ngomong masalah biola, gw dan Nindy juga sama-sama banci tampil! Hei Nindy, kita belom pernah berduet (kayaknya ngga jadi-jadi deh)! Hoho.

► Nur Afifa Amalia
Awalnya karena gw deket sama sahabatnya, Shanti, akhirnya gw jadi kenal sama dia. Ya, Viva, yang juga anak IPS, adalah temen baik gw juga. Dia juga sebenernya adek kelas gw, tapi gw lebih senang menyebutnya sebagai teman gw. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan juga sangat pintar, terbukti dengan diterimanya dia di jurusan Manajemen UI lewat jalur SIMAK-UI dan juga HI UGM jalur UM-UGM, sangat luar biasa, ya... dua jurusan itu adalah jurusan yang tidak mudah untuk didapatkan oleh semua orang (walaupun akhirnya dia milih Manajemen UI, good choice!). Menurut gw, dia orangnya easy going dan asik diajak ngobrol, tapi agak susah kalo di-SMS, entah kenapa sering banget SMS gw pending kalo ngirim SMS ke dia, ckckck. (oh ya, nama depan lo pake "Nur" kan ya?)

► Sita Novitasari
Nah, yang satu ini, hmm... Sita atau si cewek dodol (kata dia loh!) adalah salah seorang yang pernah “mengisi” hari-hari gw dulu sewaktu SMA, ya, kata “mengisi” dengan tanda petik tentu bisa kalian tafsirkan sendiri maknanya, hehe. Ya, walaupun ngga lama dan sekarang keadaan udah berbeda, dalam artian, ngga seperti dulu lagi, baik gw dan Sita tetap berhubungan dengan sangat baik, setidaknya gw cuma bisa curhat hal-hal yang bikin gw sedih bahkan sampe meneteskan air mata, cuma ke dia. Ya, bukan berarti dia hanya menjadi tempat gw berbagi kesedihan, ngga, cuma karena gw ngga bisa cerita hal-hal yang bikin gw sedih ke semua orang, dan setidaknya sampai saat ini, gw selalu merasa nyaman dan gw ngga pernah ngerasa malu atau apa pun ketika gw harus menceritakan kesedihan gw ke dia. Sita adalah seorang yang sangat baik, tapi kadang suka konyol juga. Dodol adalah kata-kata favoritnya, haha.

► Widya Prapti Pratiwi
Jeng Wiwidhe adalah the best partner ever! Dialah sahabat gw yang paling bisa bikin gw ketawa ngakak, kalo kata Citra, ketawa kayak setan (astaghfirullah), sahabat tempat gw bergosip ria dan curhat pastinya, sahabat tempat gw berlatih dan menambah kosakata bahasa Indonesia gw, haha. Luar biasa! Dia juga orang yang sangat pintar, terutama dalam hal Fisika! Sungguh menakjubkan. Di saat anak-anak IPA banyak yang “mengutuk” Fisika, tapi Wiwidhe adalah seorang wanita perkasa (kata Pak Suryo) yang mampu menaklukkan Fisika! Ya, itulah dia, karena orang seperti Wiwidhe sangat sedikit di dunia ini. Berbagai persekutuan telah gw dirikan bersama Wiwidhe, yaitu Persekutuan Racun Dunia (bahkan sebelum The Changcuters ada), dan yang tidak terlupakan: SFC (S***O Fans Club) sebagai bentuk apresiasi kami berdua terhadap sang pengajar yang luar biasa “jenius”! Haha, Widh, anggota SFC ngga nambah-nambah nih!

EPILOG
Ya, itulah mereka yang rata-rata paling banyak nulis comment di Friendster gw waktu itu. Mereka adalah orang-orang yang udah mewarnai dunia gw di Friendster dulu sampai saat ini. Tentunya masih ada banyak orang lagi, tapi ngga mungkin gw tulis satu per satu (dan gw deskripsikan satu per satu juga). Kini Facebook telah menjadi sebuah fenomena dunia yang sangat luar biasa, mengalahkan berbagai macam situs jejaring sosial lainnya. Dan ya, kini Friendster telah “out of date”, kita semua pergi meninggalkan Friendster dan sekarang telah menjadi generasi Facebook. Sekarang Friendster penuh dengan orang-orang yang… duh, (kalo kata orang) ngga banget deh. Ya, akhirnya we are the Facebook generation.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.