26 Juni 2010

The Karate Kid: A Short Movie Review

DEPOK—Selasa (22/6) kemarin gw (akhirnya) nonton juga, setelah cukup lama ngga nonton. Ya, dan setelah liat-liat akhirnya gw bersama sepupu gw dan temannya memutuskan untuk nonton The Karate Kid (2010). Sebenernya film 'The Karate Kid' ini udah nongol cukup lama, ya... sementara orang-orang pada nonton 'Toy Story 3', gw nonton 'The Karate Kid', haha, tapi beneran ngga nyesel deh! Jadi, The Karate Kid ini (kalo masih ada yang inget) bukan tentang 'Daniel-san' atau 'Mr. Miyagi' seperti versi 'The Karate Kid' yang lama. Setting tempat juga bukan di Amerika, tapi di Cina. Selain itu, aktor yang bermain adalah Jackie Chan, dan di film itu para pemain memainkan Kung Fu, bukan 'karate'. Jadi, gw pun berpikir kenapa judulnya bukan 'The Kung Fu Kid'? Haha.

Anyway, pertama yang harus gw bilang adalah bahwa film ini LUAR BIASA! Emang sih, hampir keseluruhan adegan pertarungan Kung Fu sangat sadis, apalagi yang memainkan adalah 'the kids', ya, anak-anak. Jadi, tidak direkomendasikan untuk ditonton anak-anak di bawah umur. Tapi, secara keseluruhan, ini film yang sangat bagus. It’s got some amazing scenery of the mountains and the city, and some incredible fight scenes. Namun, di balik semua itu film ini punya cerita dan nilai-nilai moral yang bagus (terlepas dari adegan perkelahiannya). Intinya, film 'The Karate Kid' menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang di-bully oleh teman-teman barunya. Dre (Jaden Smith), bocah umur 12 tahun asal Detroit yang pindah ke Cina karena ibunya dipindahkan ke sana dari perusahaan tempat dia bekerja, menjadi target sasaran bully. Dan, bukan sekedar bully biasa, tapi di-bully dengan Kung Fu (dan itu sakit). Lalu, film ini, seperti kebanyakan film-film lainnya, juga berisi sedikit kisah asmara anak-anak yang mau beranjak dewasa (well, we can say so). Di rumah baru Dre di Beijing, Dre menyukai seorang murid bernama Mei Ying. Mereka mengalami kesulitan menjalin persahabatan karena perbedaan budaya dan Ayah Ying tidak menyukai hubungan mereka. Juga, film ini mengisahkan tentang anak laki-laki yang bertemu guru (yang tidak terduga). Mr. Han (Jackie Chan), a humble maintenance guy, menjadi guru, teman, dan sekaligus figur seorang ayah bagi Dre.

Dre mengalami masa-masa sulit di lingkungan barunya. Keadaan semakin rumit saat pimpinan gang terkenal di sekolah Dre, Cheng, mengincarnya. Ancaman terus membayangi serta tidak ada tempat lain untuk berlindung, hingga akhirnya ia bertemu Mr. Han. Mr. Han membuat kesepakatan dengan guru Cheng jika mereka membiarkan Dre berlatih Kung Fu, Dre akan menghadapi mereka di turnamen Kung Fu. Mr. Han yang ternyata memiliki keahlian Kung Fu akhirnya mengajarkan Dre teknik-teknik Kung Fu kuno, tetapi efektif yang membuat Dre siap menghadapi kelompok Cheng di turnamen Kung Fu.

Oke, jadi dari film 'The Karate Kid', setidaknya ada tiga hal yang gw inget:
  1. A true friend is somebody who makes your life better.
    Sederhana, dan itu benar. Seorang teman/kawan/sahabat adalah orang yang akan membuat hidup lo lebih bermakna, lebih bewarna. Bukan orang yang memandang lo sebelah mata, suka men-judge macem-macem, mengkritik tanpa memberi solusi, bukan itu, tapi teman/kawan/sahabat adalah orang yang (sederhananya) membuat hidup kita lebih baik, dalam berbagai hal.
  2. Sometimes you have to earn your respect.
    Sering kali kita berusaha untuk membuktikan diri bahwa kita bisa, kita mampu—baik kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Hal ini kadang terjadi ketika kita diberikan suatu tantangan atau kadang jika kita merasa diremehkan; juga ketika beradaptasi dari perpindahan tempat tinggal atau tempat kerja. Terkadang ini semua berarti untuk menunjukkan siapa kita sebenarnya (kepada diri sendiri dan orang lain), tapi itulah tantangannya. Dari situ kita menjadi lebih dewasa, kita belajar banyak tentang diri kita sendiri dan juga orang lain. Orang-orang yang tumbuh dengan tantangan, tumbuh lebih baik, really.
  3. Life will knock you down. You can choose whether to get back up.
    Nah, ini favorit gw, ketika Mr. Han bilang kata-kata di atas kepada Dre. "Life will knock you down. You can choose whether to get back up." Hidup itu misteri, hidup itu tidak dapat diprediksi. Kita kadang menemukan kemunduran, kadang kita di bawah, kadang segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kita rencanakan atau harapkan. Kata orang Prancis," C'est la vie !" inilah hidup. Jadi, saat kita menjalani hidup ini, dan di akhir hari ini, ngga penting apa yang terjadi pada kita, tapi bagaimana kita menanggapinya. Satu hal yang penting adalah, ketika kita terjatuh, knocked down, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan dan harus dilakukan adalah kembali bangkit.This is how you build your resiliency for whatever life may throw your way. So, life will knock you down. It will. You can dwell on it or get back up stronger than before.
So, I liked this movie very much. It was already a classic story, but I was surprised how well this movie was done. From the actors, to the scenes, to the story lines – it’s solid, it's great, it's AWESOME! Jadi, bagi yang belum nonton, gw sangat merekomendasikan film ini, tapi jangan bawa anak kecil, haha, karena beberapa adegan emang lumayan sadis. Overall, buat gw, nilai 90 dari 100 untuk 'The Karate Kid'.

   Add Friend

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.