15 Oktober 2010

Karena Ada Telepon, Ada “Halo!”

Pagi ini saya baru saja menyadari suatu hal yang saya yakin semua orang pergunakan dalam kehidupan sehari-hari, tapi tidak pernah benar-benar memperhatikannya. Ya, pernahkah Anda berpikir kata apa yang pertama kali Anda ucapkan ketika mengangkat telepon? Secara spontan Anda pasti akan mengatakan “Halo!” Kata halo secara universal telah diterima sebagai suatu sapaan lazim di seluruh belahan dunia untuk memulai percakapan di telepon. Walaupun ada berbagai variasi kata seperti “hello”, “haloo”, “hallo”, “alo” “hallå”, “hola”, “allô”, dan sebagainya, esensinya adalah: halo. Lalu, apakah kata halo memang sudah ada sebelum telepon ada atau memang baru ada ketika adanya telepon?

Ternyata, penggunaan kata “halo” sebagai suatu sapaan telepon dipersembahkan untuk Thomas Edison. Di pertengahan abad ke-19, ada sebuah kata yang secara luas dipergunakan untuk mengekspresikan suatu kejutan, yaitu “hullo”. Kata ini pertama kali digunakan oleh Charles Dickens di tahun 1850 dan kemudian di buku Tom Brown’s School Days oleh Thomas Hughes yang dibaca oleh Edison. Hal ini menjadi menarik ketika Edison pertama kali menemukan prinsip perekam suara (18 Juli 1887), kata pertama yang diteriakkan oleh Edison ke alat perekam saat itu adalah “Halloo!” Sementara itu, Alexander Graham Bell pada saat itu memakai kata “Ahoy!” (seperti yang digunakan di kapal) untuk mengawali sapaan di telepon. Ya, itulah kata halo pertama yang diucapkan. Karena ada alat perekam Edison, ada halo. Karena telepon hasil penemuan Bell berkembang begitu luar biasa, kata halo pun tersebar dan digunakan secara universal. Telepon telah menjadi bagian yang sangat penting terhadap perkembangan teknologi komunikasi manusia.

PSTN and Telephone
Public Switched Telephone Network (PSTN) atau jaringan telepon publik telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari selama lebih dari seratus tahun. Dasar dari peralatan PSTN ini adalah Customer Premise Equipment (CPE) yang menghubungkan ke jaringan yang tersedia. Jaringan ini terdiri dari lima komponen dasar, yaitu telepon, akses jaringan, central office (CO), trunk, dan CPE. Perkembangan PSTN saat ini telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kabel yang digunakan dalam jaringan PSTN ini pun berubah seiring berjalannya waktu mulai dari yang berbahan tembaga, coaxial, hingga kini yang paling canggih adalah fiber-optics. Fiber-optics ini merupakan bahan yang paling unggul karena data yang masuk dan dialirkan hingga sampai pada sirkuit pusatnya dapat jauh lebih banyak dibanding jenis kabel lainnya. Kecepatan transmisi datanya pun lebih cepat jika dibandingkan jenis kabel-kabel sebelumnya.

Jaringan ini telah menunjang kehidupan manusia selama lebih dari satu abad. Orang-orang memanfaatkan PSTN ini untuk menghubungkan koneksi telepon dan internet. PSTN sangat populer di masyarakat antara lain karena biayanya yang relatif terjangkau. Jadi, telepon di rumah-rumah yang biasa digunakan adalah PSTN. Namun, berbeda halnya dengan telepon-telepon di kantor dengan penomoran untuk tiap divisi kerja yang berbeda-beda, telepon ini menggunakan CPE.

Telepon, sebagaimana kita sudah terbiasa menggunakannnya, dalam pengoperasiannya di beberapa bagian hampir sama dengan cara pengoperasian lampu, sedangkan transmitter dalam telepon bekerja layaknya sebuah microphone. Pada telepon terdapat sebuah istilah yang disebut local loop atau subscriber loop, yaitu sebuah alat yang digunakan untuk menghubungkan pelayanan telepon rumah atau komersial ke central office (CO) perusahaan telepon. Secara umum, telepon merupakan alat komunikasi yang berfungsi menyampaikan pesan suara dari lokasi berbeda melalui sinyal-sinyal listrik (analog). Sinyal yang dikirimkan ke CO akan membawa informasi melalui dua metode, yaitu dual tone multifrequency (DTMF) dan putaran panggilan (rotary dialing). DTMF atau Touch-Tone™ memiliki dua frekuensi yang berbeda untuk setiap nomor yang ditekan di papan nomor (dialpad). Frekuensi ini kemudian dikumpulkan di central office (CO) dan digunakan untuk medefinisikan ulang bagian-bagian yang ditekan. Sementara itu, format yang kedua atau format putaran panggilan dalam perjalanannya dapat menutup dan membuka sirkuit ke central office (CO), dan rasio untuk terhubung dan tidak terhubungnya dari format ini adalah 60:40.

Komponen berikutnya yang tidak kalah penting adalah network access atau akses jaringan. Akses jarigan ini merupakan bagian dari komponen PSTN. Akses jaringan merupakan bagian dari jaringan komunikasi yang menghubungkan pelanggan telepon dengan penyedia jasa pelayanan atau service provider-nya langsung. Telkomsel, Indosat, Excelcomindo, dan sebagainya merupakan contoh dari akses jaringan yang ada di Indonesia.  Secara teknis, akses jaringan merupakan kumpulan dari berbagai “partisipan”, antara lain RBOCs (Regional Bell Operating Companies), operator pertukaran lokal madiri, IXCs (Interexchange Carriers), operator-operator selular, dan CLECs (Competitive Local Exchange Carriers).

Trunks and Lines

Fungsi utama CO adalah untuk menyediakan sambungan dari pengguna terakhir, perumahan atau bisnis, ke jaringan yang diaktifkan. Pengetahuan mengenai berbagai jenis sirkuit yang tersedia dan fungsinya akan membantu para konsumen dalam penyediaan layanan untuk penggunaan personal atau aplikasi bisnis. Jenis-jenis trunks and lines ini terbagi menjadi lima, yaitu loop start, ground start, direct inward dial (DID) trunks, E&M trunks, dan centrex.  Saluran loop start adalah dasar dari keseluruhan pelayanan tingkat perumahan maupun bisnis yang ada sekarang ini. Sirkuitnya dapat digunakan setiap saat—24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu, dan sepanjang tahun—dan menggunakan arus DC untuk pencarian sinyalnya serta kondisi on- dan off-hook.

Saluran ground start digunakan pertukaran cabang otomatis antara koneksi swasta ke kantor pusat (PABX atau PBX) ke CO. Penghubung ditempatkan di satu sisi dari jalur dua kabel agar dapat diketahui bahwa CO sedang digunakan. Hal ini dimaksudkan agar sisi lain tidak digunakan. Berbeda dengan loop start, pertukaran yang berlangsung pada ground start ini tidak bersifat langsung, tetapi tertunda. Tujuan dari ground start adalah untuk menjaga agar tidak terjadi “tabrakan” antara penelepon outbound pada PABX dan penelepon inbound untuk pebisnis.

Direct Inward Dial (DID) trunks digunakan dengan PABX (Private Automatic Branch Exchange) atau beberapa sistem hybrid yang lebih canggih yang ada di pasar saat ini. Sebagai suatu sistem yang mendukung PABX, DID memungkinkan para pengguna untuk dihubungi dari luar secara otomatis, tanpa harus melalui operator. Sistem sirkuit ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar.

Selanjutnya adalah E&M trunks.  E&M merupakan singkatan dari ear and mouth. E&M trunks ini pada awalnya dirancang untuk menghubungkan banyak PABX yang terpisah di suatu area yang sangat luas. Biaya E&M didasarkan pada jarak atau panjang kabel (dalam satuan mil) antara lokasi dan karenanya bisa menjadi sangat mahal jika sirkuit terbentang dengan rentang jarak yang besar (misalnya, dari negara ke negara). Jadi, semakin jauh tujuannya akan semakin mahal pula biaya yang dikeluarkan.

Centrex lebih kepada sebuah perpanjangan CO daripada sebuah trunk yang sebenarnya. Fitur-fiturnya bertindak serupa dengan PABX, kecuali fitur yang berada di dalam saklar CO bukan di perangkat keras yang  terletak di tempat pelanggan. Jenis rangkaian ini awalnya dirancang untuk perusahaan yang telah tersebar di seluruh area metropolitan yang membutuhkan suatu alat untuk memudahkan dalam membuat panggilan umum. Penelepon centrex menekan empat atau lima digit nomor untuk memanggil rencana penggilan mereka. Sirkuit ini juga biasanya digunakan untuk berbagai layanan sosial masyarakat seperti kepolisian, dinas pemadam kebakaran, dan sebagainya karena ia berbeda dengan sirkuit yang lain, (hanya menggunakan empat hingga lima digit angka).

Customer Premise Equipment (CPE)

CPE (Customer Premise Equipment) pada dasarnya merupakan peralatan komunikasi yang dipakai oleh pelanggan. CPE berkembang menjadi industri komunikasi yang ramai setelah adanya Carterfone Act pada 1968 yang menyerang sistem monopoli Bell agar memperbolehkan adanya kompetisi untuk para perusahaan penyedia telepon. Akibatnya terjadilah kompetisi dalam industri telekomunikasi dunia dan berbagai inovasi baru pun diciptakan. Berbagai inovasi seperti Private Automatic Branch Exchange (PABX), digital key systems and hybrids, dan voice processing dihasilkan. Sejak lahirnya telepon, teknologi komunikasi terus berkembang dengan pesat. Entah apa jadinya dunia ini tanpa adanya telepon? Manusia butuh berkomunikasi dengan cepat. Manusia butuh menyampaikan gagasan-gagasannya tidak hanya ke suatu komunitas kecil, tapi ke komunitas dunia. Terima kasih kepada para inventor dan innovator yang telah membuat dunia ini begitu luar biasa. Karena ada telepon, kita mengenal kata “halo” di seluruh dunia, dan lebih dari itu, kita telah terhubung ke seluruh belahan dunia.

Referensi: Jones, S., Kovac, R., & Groom F. M. 2009. Introduction to Communication Technologies: A Guide for Non-Engineers. Boca Raton, FL: CRC Press.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.