09 April 2011

Fenomena Jurnalisme Twitter (Bab IV)

Fenomena Jurnalisme Twitter: 
Antara Etika, Kecepatan, Akurasi, dan Sensasional

IV.1. Kesimpulan
Dewasa ini, situs microblogging seperti Twitter memiliki pengaruh besar dalam dunia jurnalisme. Twitter menjadi contoh nyata dari perkembangan media teknologi saat ini. Seperti yang telah dibahas, Twitter telah memudahkan para jurnalis dalam mencari dan mengumpulkan berita. Jurnalis dapat mencari berita dengan mudah bahkan dalam hal mengutip perkataan narasumber melaui tweet-nya tanpa melalui proses verifikasi. Akibatnya, sering kali muncul berita-berita yang kadang tidak akurat. Fenomena ini kemudian disebut sebagai bentuk Jurnalisme Twitter.

Dalam perkembangannya saat ini, jurnalisme ini semakin marak. Satu karakter yang menonjol dalam fenomena ini adalah meningkatnya kecepatan pemberitaan dan disertai dengan judul-judul yang sensasional. Semua itu dilakukan demi mendapatkan perhatian publik. Padahal, kunci agar suatu profesi dapat diterima di masyarakat adalah kredibilitas profesi tersebut. Untuk mendapatkan itu, profesi haruslah mendapat kepercayaan masyarakat karena masyarakat tidak akan dengan mudah memberikan kepercayaan terhadap suatu profesi begitu saja. Oleh karena itu, tetap diperlukan etika profesi bagi setiap profesi untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka tetap aman jika berhubungan dengan profesi tersebut.

IV.2. Saran
Sangat tidak disarankan bagi para jurnalis untuk mengandalkan media-media sosial dan mengutip perkataan-perkataan narasumber dari situs-situs tersebut. Hal ini dikarenakan belum tentu akun tersebut memang akun asli yang dimiliki oleh narasumber. Jika memang harus mengutip, seperti mengutip tweet seseorang karena alasan tertentu, seorang wartawan harus memverifikasi kutipan tersebut secara langsung kepada narasumber. Selain itu, prinsip akurasi dan kebenaran harus tetap menjadi prinsip yang dipegang teguh oleh setiap jurnalis. Meskipun media-media saling berlomba dalam hal kecepatan menyajikan berita, tapi unsur akurasi tetap yang terpenting karena menyangkut kredibililtas profesi dan kepercayaan masyarakat terhadap jurnalis.

DAFTAR PUSTAKA

Iggers, J. (1998). Good News, Bad News: Journalism Ethics and the Public Interest. Colorado: Westview Press.
Kovach, B., & Rosenstiel, T. (2001). The Elements of Journalism: What Newspeople Should Know and the Public Should Expect. New York: Crown Publishers.
Siebert, F. S., Peterson, T., & Schramm, W. (1986). Four Theories of the Press. Chicago: University of Illinois Press.
Rogers, F. (2003). Mediamorfosis: Memahami Media Baru. Yogyakarta: Bentang Budaya.

http://akurasisurveiindonesia.blogspot.com/2011/03/ancaman-baru-di-era-twitter-dan.html diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://dennyhariandja.com/ketika-twitter-mengalahkan-cnn/ diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://goyangkarawang.com/2011/03/twitter-journalism/ diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://jurnalismewarga.com/teknologiinformasi/1106_+waspadai+twitter!.html diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://media.kompasiana.com/new-media/2010/05/19/jurnalisme-twitter/ diakses pada tanggal 25 Maret 2011.
http://mediaindependen.com/blog/2010/09/17/jurnalisme-twitter-bikin-wartawan-nggak-pinter.html diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://mediaindependen.com/blog/2011/01/06/dengan-twitter-menulis-lebih-pinter.html diakses pada tanggal 25 Maret 2011.
http://nasional.vivanews.com/news/read/169531-jurnalime-di-tengah-kekuatan-facebook-twitter diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://regional.kompas.com/read/2011/03/07/14494341/Maradona.Hilang.Tergulung.Ombak.di.Bali diakses pada tanggal 26 Maret 2011.
http://sosbud.kompasiana.com/2010/07/20/jurnalisme-kompor/ diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://technologycharge.com/charge/2011/2/6/today-in-bad-journalism-the-new-york-post.html diakses pada tanggal 25 Maret 2011.
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/03/18/fakta-fakta-unik-di-balik-twitter/ diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://twitoaster.com/country-us/ndorokakung/apakah-twitter-termasuk-jurnalisme-pro-dan-kontranya-ada-di/ diakses pada tanggal 25 Maret 2011.
http://www.businessweek.com/debateroom/archives/2011/02/twitter_isnt_journalism.html diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://www.circleid.com/posts/bad_journalism_ipv6_and_the_bbc/ diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://www.freerepublic.com/focus/f-news/1021264/posts diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://www.liputan-berita.com/tag/akurasi diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=3346&Itemid=29 diakses pada tanggal 26 Maret 2011.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.