09 April 2011

Leak the Wikileaks

Tentunya kata “Wikileaks” tidak lagi asing di telinga kita. Ya, ini memang bukan situs ensiklopedia bebas seperti Wikipedia. Lebih dari itu, Wikileaks menjadi suatu topik pembicaraan di seluruh dunia beberapa bulan terakhir ini. Namun, mungkin saja masih banyak orang yang tidak mengerti apa itu sebenarnya Wikileaks. Media baru ini memang masih belum dipublikasikan secara umum oleh pembuatnya, Julian Assange. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita ketahui lebih dalam mengenai apa sebenarnya Wikileaks itu dan adakah manfaatnya bagi kehidupan kita di era modern saat ini?

Pada dasarnya, Wikileaks merupakan proyek kerja sama antara Julian Assange dengan Departemen Kehakiman Amerika untuk menyajikan fasilitas media yang digunakan untuk memata-matai sesuatu. Wikileaks sendiri berisi testimonial dari sejumlah pemerintah yang berkedudukan sama tingginya dengan para pendiri Partai Hijau dan advokat Ralph Nader. Testimonial terfokus pada bagaimana Espionage Act pada tahun 1917 membuat orang-orang menjadi lebih jelas menerima informasi yang lebih spesifik dari biasanya. Namun, Wainstein menegaskan bahwa argumentasi dari Departemen Kehakiman yang memproses permasalahan Assange dalam Espionage Act untuk dibawa ke ranah hukum karena dianggap telah membahayakan posisi pemerintah.

Padahal pemerintah sendiri telah memberikan izin kepada Wikileaks untuk beroperasi dan mengadakan demonstrasi kepada masyarakat umum untuk menunjukkan kehebatannya dalam memberikan informasi terkini. Kenneth Wainstein, seorang asisten Julian Assange, menyatakan bahwa “keagresifan” Wikileaks digunakan untuk melawan dunia pers yang semakin “kejam” memberikan berita-berita yang tidak jarang diselipkan kebohongan. Wikileaks bertujuang untuk menyajikan kebenaran ke hadapan publik sehingga menjadi sumber informasi yang lebih dapat dipercaya.

Wainstein kemudian mengirimkan First Amandment yang cukup kuat untuk menjamin pemerintah kepada Assange yang telah memberikan klasifikasi informasi kepada publik. Pers menyatakan bahwa Wikileaks dapat dijadikan sebagai mata-mata yang mengedarkan informasi lebih tepercaya sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menghakimi pihak yang berada di balik organisasi pemberitaan yang telah memberikan berita-berita mengenai informasi yang berisi isu-isu sensitif.

Pada intinya, Wikileaks menyajikan berita yang berbeda dengan apa yang dituduhkan oleh pemerintah mengenai isi berita Wikileaks. Ketika media tradisional fokus pada pemberitaan yang berfungsi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas, Wikileaks fokus pada bagaimana sebuah rahasia penting diungkapkan dengan cara yang sangat terperinci. Mungkin media, baik cetak maupun elektronik, juga dapat mengungkapkan rahasia tersebut ke dalam pemberitaan investigatif. Namun, Wikileaks tampil dengan teknologi lebih canggih. Wikileaks mampu memberikan data berupa digital drop boxes yang mampu mengungkapkan informasi-informasi sensitif mengenai sirkulasi hukum dalam pemerintahan yang mungkin tidak akan dibocorkan oleh pemerintah begitu saja. Dalam hal ini, media biasa mungkin hanya akan memberikan batasan pada sejauh mana berita sensitif tersebut dapat dipublikasikan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara Wikileaks dapat membocorkan dokumen-dokumen penting sekecil apa pun bahkan jika dokumen tersebut tidak ada relevansinya dengan masyarakat umum.
Gabriel Schoenfeld, seorang senior di Hudson Institute, mengindikasikan hasil dari Wikileaks di mana informasi yang dibagi oleh Wikileaks dapat membuat pers dan masyarakat mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh pemerintah sehingga menjadi kegiatan watchdog yang dapat dilakukan secara lebih terstruktur. Wikileaks menggiring masyarakat untuk selalu waspada dan tetap tersadar dengan informasi-informasi rahasia yang disimpan rapat oleh pemerintah.

Namun, Schoenfeld tetap mengkritik bahwa Wikileaks telah melanggar kode etik di mana informasi yang dibagi menjadi lebih masif (LMD – Leaks of Mass Disclosure) baik secara volume maupun nilai info yang disebarkan, sehingga tidak eksklusif lagi. Hal ini membuat pemerintah kemungkinan tidak dapat menyembunyikan informasi paling penting dari masyarakat yang akan mungkin menimbulkan keresahan bersama.

Oleh karena itu, dibahaslah Shield Act di mana kongres mendiskusikan amandemen mengenai Espionage Act. Amandemen tersebut akan mengesahkan informasi-informasi yang dipublikasikan berkaitan dengan kegiatan militer atau agen intelijen pemerintah. Geoffrey Stone, seorang Profesor Hukum dari University of Chicago Law School menyatakan bahwa amandemen tersebut dapat mengundang kondisi yang tidak sesuai apabila diaplikasikan kepada orang yang tidak berada dalam pemerintahan, sehingga hal tersebut dapat dikatakan ‘menekan’ kebebasannya untuk berbicara.

Dari sini dapat kita lihat bahwa Wikileaks yang merupakan terobosan baru dalam dunia komunikasi data menjadi perdebatan yang cukup serius di Amerika Serikat. Di satu sisi Wikileaks membantu masyarakat untuk mengawasi jalannya pemerintahan melalui informasi teraktual mengenai dokumen-dokumen penting terkait dengan kebijakan negara. Namun di sisi lain, Wikileaks menjadi tidak ‘membantu’ pemerintah karena dapat menyebarkan rahasia-rahasia negara yang seharusnya tidak diketahui oleh masyarakat luas. Apabila rahasia itu terbongkar maka kemungkinan reaksi masyarakat akan menjadi lebih panik dan membuat pemerintah sulit untuk mengendalikan situasi. Memang, sebaiknya Wikileaks digunakan pada saat-saat kondisional saja dengan regulasi tegas yang mengaturnya sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengaplikasian program tersebut untuk kebaikan masyarakat.  Intinya, kebebasan informasi tidak berarti bebas yang tanpa tanggung jawab. Kebebasan tersebut haruslah diiringi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. Jika memang ada hal-hal yang perlu diketahui publik maka hal tersebut pun tetap harus dipublikasikan dengan bertanggung jawab. Teknologi dalam hal ini sangat berperan dalam mengakomodasi kebebasan tersebut. Dalam hal mengesekusi kebebasana itu, adalah giliran manusia untuk berpikir dan memilah-milih mana yang harus disebarluaskan dan mana yang tidak perlu diseberluaskan.

Referensi: http://www.wired.com/threatlevel/2010/12/wikileaks-and-espionage-act/

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.