13 September 2011

Polemik UI dan Pakan Hewan Rektor

Ade Armando menyampaikan pidatonya di depan sivitas akademika UI dan pers.
Ade Armando sedang menyampaikan pidatonya di depan sivitas akademika Universitas Indonesia dan pers, Senin (12/11) di aula Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Di hari pertama masuk kuliah, ada satu peristiwa penting dan menarik (bagi saya). Peristiwa ini khususnya terkait dengan suatu polemik yang sedang berkembang di UI. Gerakan "menentang" rektor terus digerakkan. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen, guru-guru besar, dan pegawai juga turut mendukung dan ikut "ambil" peran dalam menyuarakan aspirasinya (baca: keluhannya). Saya pun tentunya tidak mau kalah untuk ikut serta mengikuti perkembangan peristiwa ini. Kebetulan pada hari Senin itu, kuliah saya sudah selesai sehingga saya bisa ikut hadir ke acara (yang menurut saya luar biasa) tersebut. Berikut ini adalah isi pidato yang disampaikan oleh Ade Armando, dosen Ilmu Komunikasi FISIP UI, yang kebetulan juga dosen saya. Pidato ini beliau sampaikan di depan sivitas akademika Universitas Indonesia dan pers yang hadir di Aula Fakultas Ilmu Komputer UI, Senin 12 September 2011.

ANJING & IKAN REKTOR UI MAKAN UANG SPP MAHASISWA
(atau Uang SPP Mahasiswa Akhirnya Sampai Dimakan oleh Anjing & Ikan Rektor UI)

Oleh: Dr. Ade Armando

Kalau Anda seorang rektor bergaji sekitar 45 JUTA RUPIAH per bulan, apakah Anda masih tega mengambil Dana Masyarakat (antara lain dari SPP mahasiswa) untuk uang makan anjing dan ikan serta peliharaan di rumah Dinas Anda?

Mungkin jumlahnya tidak banyak. Hanya 1,5 sampai 1,8 juta rupiah per bulan. Tapi berapa angkanya setelah dikali 12 bulan, 24 bulan, atau 36 bulan? Bandingkan dengan gaji seorang office boy di kampus ini!

Yang lebih parah adalah ketidakjujuran berikut ini. Dalam dialog dengan Iluni sebuah fakultas (4/9), Rektor UI bercerita: "Ada yang bilang saya punya dua anjing! Salah, anjing saya sembilan! Lalu ada yang bilang uang makan anjing saya dari UI. Ya benar, dari uang UI, tapi itu uang gaji saya!" Terbukti, itu tidak benar! Anggaran untuk Gaji Rektor keluar dari pos SDM. Sedangkan anggaran untuk makan anjing dan ikan ini dari pos UMUM.

Yang pasti membuat Anda geleng-geleng kepala adalah soal bagaimana mengutak-atik pos-pos anggaran sesukanya. Pembelian pakan ikan dan pakan anjing peliharaan di rumah dinas Rektor UI di Rawamangun untuk periode Oktober 2010 s.d. Januari 2011 dimasukkan di dalam kolom uraian: "PENGADAAN KONSUMSI RAPAT di PAUI" (apakah mereka yang rapat di PAUI mengonsumsi pakan ikan dan anjing? Atau ada ikan dan anjing yang ikut rapat di PAUI?)

Ini semua sekedar sebuah bukti amat kecil tentang SALAH TATA KELOLA! Ini membuktikan fungsi audit internal tidak berjalan dengan baik. Dan secara umum mekanisme Checks & Balances seakan tidak eksis. Ini juga mengisyaratkan Personalisasi Kekuasaan.

Lihat juga bagaimana atas nama PENCITRAAN, sang rektor membayar biaya penulisan wawancara utama delapan halaman plus bonus cover di Majalah "E" edisi 370/September 2010, sebesar 44 JUTA RUPIAH. Tentu, bisa dicari-cari alasan demi kepentingan Humas UI. Tapi siapa yang mengawasi atau mengaudit bahwa hal tersebut memang perlu dan signifikan untuk UI; atau malah untuk pencitraan pribadi?

Urusan SALAH TATA KELOLA uang rakyat ini tidak boleh berlanjut! Ini juga bukti bahwa PEMBELAJARAN UNTUK PIHAK LUAR dari kisruh yang harus segera dihentikan ini. Gerakan UI Pembaharuan tidak ingin rektornya (dan semua rektor atau pejabat publik di Indonesia) mengumpulkan dana rakyat untuk membeli pakan hewan peliharaannya. Kami akan mengumpulkan sumbangan, agar mulai minggu depan, biarlah uang kami yang dipakai untuk membeli pakan hewan-hewan rektor. Sedangkan dana masyarakat dan SPP harus benar-benar dipakai untuk pendidikan (dan jangan lupa ayo teman-teman pers: kita selamatkan whistle blower dari kemungkinan tindakan sewenang-wenang Personalisasi Kekuasaan). 
Isi pidato beliau tersebut dicetak dengan disertai beberapa salinan bukti pembayaran atau kwitansi terkait pengeluaran uang UI untuk membayar pakan hewan peliharaan di rumah dinas rektor. Selain itu, disertakan pula salinan bukti transfer uang sejumlah Rp 44 juta kepada majalah "E" yang disebutkan di atas.

Kemudian, seperti yang beliau sampaikan juga dalam pidatonya agar uang UI yang dialokasikan untuk pakan hewan peliharaan rektor diganti dengan uang sumbangan dari seluruh sivitas akademika UI. Hal ini dilakukan agar dana masyarakat dan SPP benar-benar dipakai untuk pendidikan. Oleh karena itu, setelah pidatonya usai, dengan bantuan dari BEM UI, diedarkan kotak sumbangan untuk pakan hewan peliharaan rektor. Fotonya di bawah ini.

Seorang anggota pengurus BEM UI mengedarkan kota sumbangan untuk pakan hewan peliharaan rektor kepada seluruh hadirin yang hadir di aula Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Dalam lampiran yang disertakan bersamaan dengan salinan bukti-bukti pembayaran dan transfer sejumlah uang, terdapat pula salinan daftar hewan-hewan peliharaan di rumah dinas rektor, antara lain:

  1. Anjing: 5 ekor
  2. Musang (luwak): 5 ekor
  3. Binturong (bearcat): 3 ekor
  4. Kasuari: 2 ekor
  5. Kucing: 3 ekor
  6. Mentog: 3 ekor
  7. Ayam Ketawa: 5 ekor
  8. Monyet: 1 ekor
  9. Ular Kuning: 1 ekor
  10. Aneka burung (al. perkutut): *tidak tertulis jumlahnya
  11. Aneka ikan: 2 kolam

Hal ini, seperti kata Bang Ade (kami biasa menyapanya demikian) adalah masih sedikit dari fakta-fakta yang ada. Artinya, bukan tidak mungkin akan ada fakta-fakta "mengejutkan" lainnya yang akan terungkap. Namun demikian, perlu digarisbawahi bahwa gerakan Save UI sepakat untuk menuntut suatu perbaikan dalam sistem tata kelola UI, bukan penggulingan rektor. Oleh karena itu, untuk memahami isu secara lebih menyeluruh, teman-teman bisa hadiri Diskusi Publik yang diadakan oleh Badan Kelengkapan MWA UI Unsur Mahasiswa, Kamis, 15 September 2011 di Auditorium Gedung Komunikasi, FISIP UI, pukul 16.00-18.00. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! #saveUI

Salam,

Fauzan Al-Rasyid
Broadcast Journalism, Batch 2008
Department of Communication
Faculty of Social and Political Science
Universitas Indonesia

Head of Communication Office BEM FISIP UI 2011
Mobile +62 858 8551 2023 Twitter: @fauzanalrasyid
E-mail: fauzan.al@ui.ac.id, fauzan.alrasyid@gmail.com
Blog: http://fauzanalrasyid.blogspot.com/

1 komentar :

mulai lagi kok, dari pihak K3L akan menindaklanjuti katanya dari fakultas yang bersurat. coba ada nih wadah UKM mahasiswa yang bisa menyuarakan hal ini, karena klo di BIOLOGI mah cuma memperhatikan aja.

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.