26 September 2011

HMIK di Mata Saya

Everyone has the right to freedom of opinion and expression; this right includes freedom to hold opinions without interference and to seek, receive and impart information and ideas through any media and regardless of frontiers.
Article 19, The Universal Declaration of Human Rights.
Sebelum membaca tulisan ini, saya perlu menyampaikan beberapa maklumat. Pertama, kutipan di atas hanya untuk mengingatkan kita bahwa kebebasan berpendapat dijamin dalam The Universal Declaration of Human Rights. Kedua, saya tidak mencari keributan, seriously. Saya hanya mengungkapkan apa yang saya rasakan. Ketiga, tulisan kali ini adalah tulisan kedua saya tentang "sesuatu" di jurusan saya. Tulisan pertama yang di-post sekitar dua tahun lalu mengenai acara Malam Balas Jasa cukup mendapatkan "kesan" yang luar biasa dari teman-teman, bahkan para senior di jurusan saya. Ya, mudah-mudahan tulisan yang ini pun juga memberi kesan tersendiri, khususnya untuk teman-teman sejurusan saya di kampus. Keempat, tulisan saya kali ini mungkin akan sedikit (atau bisa juga cukup) "menyentil" sebagian orang atau kelompok tertentu. Jadi, sebagai orang Indonesia yang biasa bermaaf-maafan, saya minta maaf jika tulisan ini memang "menyentil". Namun, kadang kita memang perlu sedikit "disentil", selama memang ada suatu niat baik di baliknya. Dalam hal ini, Insya Allah, niat saya baik; (berusaha) menyadarkan dan memberikan pandangan lain terhadap kelompok ini.


Siapakah kelompok yang saya maksud? Kelompok ini sangat dekat dengan kehidupan saya di kampus walaupun saya sama sekali tidak pernah berusaha mendekatkan diri pada kelompok ini. Oke, jadi, sebut saja kelompok ini namanya HMIK, dan memang itulah nama sebenarnya. HMIK, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, adalah salah satu organisasi mahasiswa tingkat jurusan yang sah di kampus saya, FISIP UI. Para pengurusnya adalah para mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi tentunya, tapi... (ada tapi-nya) dengan status HMIK aktif. Maksudnya? Berarti ada yang status nonaktif? Tidak, hanya ada dua status, yaitu status aktif dan biasa. Mahasiswa Ilmu Komunikasi berstatus aktif adalah mahasiswa yang "berhasil" atau survive menjalani seluruh rangkaian penerimaan mahasiswa baru (maba) dari awal hingga akhir, sedangkan mahasiswa Ilmu Komunikasi berstatus biasa adalah mahasiswa yang tidak mengikuti atau berhenti di tengah jalan pada saat rangkaian penerimaan maba.

Di sini, saya berstatus sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi biasa. Artinya, saya (dulu) tidak menyelesaikan rangkaian penerimaan maba Ilmu Komunikasi hingga selesai, tidak sampai sebulan (dari lebih kurang enam bulan rangkaian kegiatan). Kegiatan tahunan jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI ini terbagai atas acara Prasarasehan (Prasar) dan acara puncak, Sarasehan. Oke, singkat cerita, di jurusan saya ini ada semacam pengelompokan status, yaitu status "Sar" (mahasiswa aktif) dan "Non-Sar" (mahasiswa biasa). Lantas, apa bedanya antara mereka yang berstatus "Sar" dan "Non-Sar" ini? Pada dasarnya, mereka yang berstatus "Sar" berhak menjadi pengurus aktif HMIK, sedangkan mereka yang "Non-Sar", tidak berhak. Sejujurnya, hanya itu saja. Namun, ada semacam tradisi-tradisi lama atau hukum tidak tertulis yang menyatakan bahwa mereka yang "Non-Sar" bisa mendapatkanyang teman-teman "Sar" katakanbanyak kerugiannya.

Nah, dalam post saya ini, saya ingin bercerita soal salah satu kerugian menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi "Non-Sar" dan sedikit hal yang saya anggap sebagai ketidakkonsistensian HMIK dalam memperlakukan mahasiswa "Sar" dan "Non-Sar". Akibatnya, saya jadi merasa bahwa tradisi-tradisi yang dilakukan oleh rekan-rekan di HMIK sudah terlampau kuno dan... itu tadi, tidak konsisten.

Bermula dari Milis

Oke, jadi begini ceritanya. Jadi, salah satu keuntungan menjadi mahasiswa aktif Ilmu Komunikasi atau "anak Sar" adalah si mahasiswa tersebut dapat join di mailing list atau milis HMIK UI. Lantas, apa hebatnya? Jadi, anggota di milis tersebut adalah hampir berisi seluruh mahasiswa aktif Komunikasi UI (dan alumninya) dari berbagai generasi. Di milis itu, para mahasiswa dan alumni saling berbagi informasi mengenai beasiswa, lowongan kerja, lowongan magang, dan sebagainya. Tentunya ini hal yang baik, saya kira semua pun setuju. Sementara itu, bagi mereka yang "Non-Sar" tidak boleh bergabung ke dalam milis. Ini dianggap sebagai konsekuensi dari "perbuatan" mereka yang keluar, mengundurkan diri, atau quit dari Prasarnya. Saya, sebagai seorang yang "Non-Sar" tentu sadar betul dengan konsekuensi ini, dan saya pun tidak pernah berharap untuk masuk ke dalam milis tersebut.

Namun, saya perlu akui bahwa terkadang rasa "iseng" saya lebih besar daripada rasa atau kesadaran untuk menahan diri saya terhadap hal-hal yangtentunya saya ketahuiseharusnya tidak saya lakukan. Dalam hal ini, kadang saya hanya ingin mengetes seberapa besar "pertahanan" milis dan "pengetahuan" rekan-rekan HMIK terhadap para mahasiswa yang "Non-Sar", karena jangan-jangan mereka tidak tahu siapa saja teman-temannya yang "Sar" dan "Non-Sar". Jadi, sempat beberapa kali saya mengirimkan request atau permintaan untuk gabung di milis HMIK, tapi gagal. Hal ini sempat saya coba kira-kira tiga kali dalam rentang waktu hampir setahun di tiap request-nya. Nah, di tahun yang Insya Allah tahun terakhir saya ini di kampus ini, saya kembali "iseng" lagi dengan mengirimkan request untuk gabung di milis HMIK, dan alangkah terkejutnya saya, permintaan saya untuk bergabung pun diterima.

Saya pun berpikir, apakah ini berarti sang administrator sedang lengah atau HMIK mulai "berubah"? Saya sempat menjadi anggota milis selama hampir enam bulan, sebelum akhirnya saya harus keluar dari milis tersebut. Di milis itu pun saya jadi tahu banyak hal soal HMIK, soal Prasar dan Sar, lowongan magang dan kerjaan, dan banyak hal lainnya. Memang sangat menarik. Namun, tanpa berburuk sangka bahwa sang administrator sedang lengah hingga menerima permintaan saya atau memanfaatkan keadaan, saya memang tidak pernah "berbicara" di milis tersebut karena memang saya pikir tidak ada yang perlu saya sampaikan di milis tersebut.

Hingga akhirnya tiba saat di mana saya "berbicara" di milis HMIK. Apa yang saya sebarkan di milis tidak lain hanyalah tulisan mengenai sikap BEM FISIP UI terhadap gerakan #saveUI. Apa yang saya sebarkan ini tentunya tidak lepas dari pekerjaan saya (selain sebagai mahasiswa) sebagai pengurus BEM FISIP UI, dan saya di tahun ini dipercaya sebagai Kepala Kantor Komunikasi BEM FISIP UI. Mungkin jika teman-teman sempat mengetahui soal polemik yang sempat terjadi di UI, BEM FISIP UI menaruh perhatian yang cukup besar terkait penyikapan isu ini. Dan sangat penting bagi kami, BEM FISIP UI, untuk memberitahu publik terkait sikap atau standpoint kami terhadap isu ini. Tentunya, ini adalah bagian dari pekerjaan saya. Saya sadar betul bahwa HMIK sebagai salah satu himpunan mahasiswa jurusan di FISIP UI adalah salah satu pemangku kepentingan atau stakeholder yang perlu mengetahui akan hal ini. Oleh karena alasan itulah saya kemudian menulis (bisa saya katakan) press release BEM FISIP UI terkait isu #saveUI di milis HMIK. Sehari, dua hari tidak ada masalah. Namun, di hari ketiga, salah seorang teman saya, seorang "Sar", mengirimkan saya pesan singkat yang kira-kira mempertanyakan bagaimana bisa saya berada di milis HMIK?

Aha! Ternyata dugaan saya benar, sang administrator memang sedang "khilaf" saat itu, bukan HMIK yang mulai "berubah". Oke, jadi teman saya itu bertanya, dan tentu saya berusaha menjawab dan memuaskan rasa ingin tahunya. Dan tentu, sebelum percakapan kami di SMS itu berakhir, dia mengingatkan akan "status" saya. Ah ya, tentu saya ingat, dan tidak pernah lupa soal itu. Singkat cerita, hari itu berakhir dan saya merasa seperti akan ada sesuatu yang kurang menyenangkan terjadi di beberapa hari ke depan. Dan benar saja, teman saya, yang juga seorang "Sar" dan pengurus HMIK, menghubungi saya dan langsung memberikan dua opsi terkait tulisan yang "berani" saya kirim via milis HMIK. Bukan soal isi tulisan yang saya tulis, tapi tentang saya yang (ibaratnya) kok bisa ada di milis HMIK?

Oke, jadi teman saya itu pun memberikan opsi: (1) dikeluarkan dari milis HMIK; atau (2) mengeluarkan diri dari milis HMIK. Saya tentu sama sekali tidak keberatan untuk dikeluarkan dari HMIK, karena toh memang niat awal saya hanya sekedar "iseng" belaka. Jadi, salah siapa jika saya yang "Non-Sar" ini bisa berhasil masuk ke milis yang seharusnya "suci" dari orang-orang seperti saya ini. Akhirnya, saya pun mengatakan bahwa ya... silahkan keluarkan saya dari milis, karena memang kebetulan pada saat itu saya sedang berada di kereta. Teman saya itu pun kemudian menambahkan, bahwa tidak bisa diterima di milis HMIK merupakan konsekuensi atas pilihan yang telah saya putuskan di masa lalu. Ah ya... saya betul-betul paham dengan segala konsekuensi, dan percayalah, saya telah menerima dan menjalani segala bentuk konsekuensi lebih dari apa yang mungkin teman-teman sejurusan saya pernah bayangkan.

Sungguh Aneh

Akibat kejadian ini, saya jadi semakin berpikir, bahwa ada sesuatu yang tidak benar di himpunan jurusan ini. Saya melihatnya, rasa-rasanya sih, rekan-rekan di HMIK tidak konsisten dalam "memperlakukan" mereka yang "Non-Sar" Menurut saya, ini sangat aneh. Aneh bagaimana? Iya, jadi saya selalu ingat dengan kejadian satu ini, dan ini bukan kejadian sekali yang pertama kali yang saya alami (dan teman-teman "Non-Sar" juga). Rasanya tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa mahasiswa Komunikasi hampir sudah tidak peduli dengan regenerasi kepengurusan HMIK. Ah, masa iya? Iya, hal ini selalu terlihat dari teman-teman panitia pemilihan HMIK yang selalu "panik" mulai dari mencari calon ketua, calon lawan si pencalon, bahkan mencari (dan mempersuasif) anak-anak Komunikasi untuk memilih si calon yang sudah mau mencalonkan diri itu. Mengapa bisa demikian? Saya kira, ini harusnya dapat menjadi pelajaran bersama. Padahal, bukankah tujuan awal teman-teman yang lulus "Sar" itu agar bisa menjadi pengurus aktif HMIK, terlebih lagi, mereka dapat mencalonkan diri sebagai ketua HMIK. Itu suatu manfaat yang besar. Namun, setelah tiba saatnya suatu angkatan bertanggung jawab atas kelanjutan tongkat estafet kepengurusan, sedikit sekali yang siap untuk menjadi ketua HMIK, bahkan teman-teman yang lain saling memohon kepada teman-teman "Sar" seangkatan lainnya untuk mau mencalonkan diri jadi ketua HMIK. Loh, kok bisa? Berarti program Saresehan jurusan Komunikasi tidak mampu mencetak kader.

Lantas, buat apa ada sarasehan jika untuk melanjutkan estafet HMIK saja susah, bahkan terkesan "ditumbali". Kemanakah semangat sense of belonging dan solidaritas yang selama Prasarasehan dan Sarasehan dulu selalu dikobarkan? "Menumbalkan" seseorang untuk menjadi ketua tentu jauh dari solidaritas.

Hal lainnya adalah teman-teman yang telah lulus "Sar" pun ternyata tidak begitu memiliki kesadaran untuk "membantu" kawannya yang kerap kali dikatakan "kena tumbal" menjadi calon ketua HMIK (walaupun ada juga yang dengan kesadaran dan kemauan pribadi mencalonkan diri) dengan memilih atau mencontreng si calon di TPS. Akibatnya, tidak jarang pula panitia pemilihan pun "memohon-mohon" pada setiap anak-anak Komunikasi yang secara sadar kumpul-kumpul di kantin atau di tempat nongkrong lainnya tanpa memedulikan proses pemilihan yang sedang berlangsung. Banyak yang bilang, anak Komunikasi itu tidak peduli dan semakin apatis terhadap hal-hal yang, let's say, berbau politis. Padahal, bukankah mereka sudah "lulus Sar" dan itu berarti mereka punya tanggung jawab untuk melanjutkan kepengurusan HMIK, bukannya menjadi tidak peduli. Nyatanya, program Saresehan jurusan Komunikasi tidak membuat anak Komunikasi lebih peduli dengan HMIK-nya (apalagi FISIP-nya).

Lantas, mengapa masih ada Sarasehan jika tiap tahun kondisi yang terjadi adalah yang seperti ini? Masih relevankah program-program Prasar yang selama ini dipertahankan jika output-nya tidak lebih baik daripada tidak ada Sarasehan sama sekali?

Ini perlu dipertanyakan. Ya, sangat perlu dipertanyakan. Jika kegiatan Prasarasehan dan Sarasehan tidak dapat benar-benar meningkatkan kepedulian maba Komunikasi terhadap jurusannya sendiri (bahkan dengan masa depan HMIK itu sendiri), dan terlebih lagi tidak dapat memupuk jiwa kepemimpinan di pribadi mereka, apakah kegiatan ini masih tepat dilakukan? Jangan-jangan, kegiatan ini memang hanya menjadi ajang kesenangan para senior melampiaskan apa yang telah dialaminya di masa lalu.

Rayu-rayu Ikut Contreng

Hal berikutnya yang juga menurut saya agak lucu adalah, di setiap pemilihan ketua HMIK, saya dan teman-teman "Non-Sar" sering kali "dirayu" atau dipersuasif untuk ikut memilih di TPS. Ini dikarenakan (menurut mereka) saya termasuk HMIK juga, hanya saja statusnya anggota biasa. Jadi, selama dua tahun terakhir ini pun saya, ya... tentu dengan perasaan ingin membantu, saya ikut memilih. Apalagi di tahun ini, karena yang maju menjadi ketua dan wakil ketua hanya satu pasangan, dan si calon ketua pun tak lain adalah rekan kerja sebiro di BEM FISIP UI 2010, tentu saya sangat mendukungnya. Dalam hal ini, panitia pemilihan tentu sangat khawatir jika suara pemilih tidak mencapai batas minimum perolehan suara, sehingga saya merasa bahwa dalam keadaan yang krusial seperti ini, sangat penting meningkatkan awareness baik mereka yang "Sar" maupun yang "Non-Sar".

Entah, mungkin saya terlalu berprasangka, tapi itu yang ada di pikiran saya. Namun, pertanyaan pun terlintas di pikiran saya, jika saya dan teman-teman "Non-Sar" sebegitu diharapkannya untuk diharapkan turut serta dalam pemilihan ketua HMIK, apakah kemudian HMIK pernah mendengarkan suara yang "Non-Sar" setiap kali kepengurusan yang baru terbentuk?

Tidak. Ya, jawabannya tidak. Saya tidak iri hanya karena saya tidak masuk ke milis HMIK loh ya... hanya saja ini menunjukkan ketidakkonsistensian HMIK. HMIK, dengan milisnya, jelas membatasi dan menyaring arus informasi agar hanya dapat diterima oleh mereka yang berstatus sama, yaitu "Sar". Namun, ketika proses pemilihanyang pada saat itulah terlihat sisi lain mahasiswa Komunikasi yang kurang peduli dengan regenerasi HMIK-nyarekan-rekan HMIK justru berusaha "merangkul" mereka yang "Non-Sar" untuk turut serta memilih. Jadi, siapa yang tidak konsisten dalam hal ini? Apakah mereka yang "Non-Sar" hanya dibutuhkan pada saat pemilihan ketua HMIK saja? Selain di luar kegiatan pemilihan, suara mereka yang "Non-Sar" sangat tidak berarti. Demikiankah? Jika demikian, tentu bisa saja di pemilihan-pemilihan ketua HMIK berikutnya mereka yang "Non-Sar" sepakat untuk tidak memberikan suaranya karena suara mereka hanya "bernilai" saat pemilihan. Jadi, saya kira ini perlu dirumuskan kembali, apakah HMIK memang dibentuk untuk mewadahi kepentingan seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi atau jangan-jangan hanya "seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi aktif" saja?

Namun, terlepas dari semua tulisan saya di atas, saya sama sekali tidak menyudutkan satu orang tertentu, dan itu perlu diperhatikan. Ada beberapa hal pokok yang saya kira merangkum keseluruhan tulisan ini. Pertama, saya mengkritik sistem yang dibangun dan diterapkan selama ini di HMIK, khususnya dalam pelaksanaan Prasarasehan dan Sarasehan jurusan kepada para maba. Saya merasa sistem tersebut sudah tidak lagi relevan diterapkan di zaman kita saat ini. Kedua, saya mengkritik HMIK yang saya rasa sangat berpihak pada mereka yang berstatus "Sar". Jadi, HMIK ini mewadahi kepentingan anak "Sar" saja? Ketiga, saya mengkritik HMIK yang kurang mendengarkan suara-suara di luar mereka yang "Sar". Jadi, lagi-lagi, HMIK ini mewadahi kepentingan anak "Sar" saja? Keempat, saya kira, jika kita sama-sama dewasa, tentu tidak perlu merasa "gerah" dengan tulisan-tulisan semacam ini. Sebagaimana yang tertulis di Article 29, The Universal Declaration of Human Rights:
In the exercise of his rights and freedoms, everyone shall be subject only to such limitations as are determined by law solely for the purpose of securing due recognition and respect for the rights and freedoms of others and of meeting the just requirements of morality, public order and the general welfare in a democratic society.
Saya rasa, kebebasan berpendapat yang saya gunakan berdasarkan apa yang tertulis di Article 19 tidak melanggar batasan-batasan kebebasan sebagaimana yang tercantum di Article 29 di atas. Terakhir, percayalah, saya peduli dengan HMIK ini, karena kalau tidak, saya tentu tidak akan menaruh perhatian yang sedemikian besarnya hingga menulis seperti ini. Saya memang bukan seorang "Sar" seperti yang mungkin lebih teman-teman HMIK banggakan, tapi saya kira teman-teman salah jika soal status menghalangi kepedulian. Ya, semoga, jika ada teman-teman HMIK yang membaca tulisan saya ini bisa mengambil manfaatnya. Oh ya, demi Tuhan, tidak ada niat saya sedikit pun untuk menjatuhkan citra HMIK, tidak ada manfaatnya juga buat saya. Saya percaya, teman-teman HMIK adalah orang-orang cerdas, berlogika, dan masih memiliki hati nurani.

Terakhir, untuk teman-teman mahasiswa baru Ilmu Komunikasi, satu kutipan menarik dari seorang teman. Kutipan ini selalu menjadi dasar saya untuk bergerak, tidak diam, dan tidak takut mempertahankan apa yang saya sebut (dan saya yakin) sebagai suatu kebenaran.
"Jika kita melihat sebuah kekeliruan, jangan diam. Ubahlah dengan tanganmu. Jika kita mendengar sebuah kekeliruan, jangan diam. Serukan dengan suaramu. Jika kita merasakan sebuah kekeliruan, jangan diam. Ingkarilah dengan hatimu."
Muhammad Alvin Dwiana Qobulsyah (2009)
Sekian dan semoga bermanfaat serta menjadi bahan introspeksi bersama. Tentunya demi HMIK yang lebih baik dan memang benar-benar merangkul secara nyata.

Salam,

Fauzan Al-Rasyid
Broadcast Journalism, Batch 2008
Department of Communication
Faculty of Social and Political Science
Universitas Indonesia

   Add Friend

129 komentar :

jadi ingat perkataan guru PKN saya di SMA, setiap orang memiliki hak bicara, bicaralah. namun ingat, tiap kata yang terlontar adalah tanggung jawabmu. :)
awesome post. tajam dan sedikit menyentil. tapi saya kurang setuju dengan asumsi kak fauzan yang digambarkan lewat kalimat "Jangan-jangan, kegiatan ini memang hanya menjadi ajang kesenangan para senior melampiaskan apa yang telah dialaminya di masa lalu.". perlu dipertanyakan, atas dasar apa kakak berpikir demikian? karena banyak dari anggota aktif yang "lepas tanggung jawab"? menurut saya, mungkin ini masalah kesiapan mental semata. banyak yang berpotensi memimpin dengan baik tapi tidak banyak yang siap menanggung kegagalan menjadi pemimpin, bukan? saya pikir pertanggungjawabannya bukan hanya pada HMIK, tapi pada yang maha kuasa juga nantinya :)
oh iya, saya suka pertanyaan kakak mengenai HMIK untuk anggota aktif saja kah? (maaf kata-katanya diganti hehe). nice point.

Oh iya, bener kok, saya tahu betul bahwa tidak semua anggota aktif melakukan "tanggung jawabnya" itu, banyak juga yang "lepas tanggung jawab". Mungkin beberapa memang tidak nyaman, tapi jujur saja, sebagai manusia, pasti ada perasaan senang ketika bisa "melampiaskan" sesuatu kepada orang-orang yang belum tahu/belum berpengalaman atas hal-hal "tidak menyenangkan" di masa lalunya. Tentu sebagai anak Komunikasi kita tahu betul bahwa setiap manusia punya jalan pikir, paradigma, dan persepsi yang berbeda-beda dalam melihat suatu fenomena. Dalam hal ini, saya melihat, mereka yang "lepas tanggung jawab" itu punya perspektif yang berbeda dalam melihat kegiatan ini. :)

"Jangan-jangan, kegiatan ini memang hanya menjadi ajang kesenangan para senior melampiaskan apa yang telah dialaminya di masa lalu." Ya, saya kira, jika tidak senang, tidak perlu ada acara bentak-membentak dalam acara tersebut. Jika memang kita mengapresiasi seseorang, apa pun yang ia lakukan, bahkan jika salah sekalipun, tidak perlu dengan cara membentak bukan? Bahkan jika alasannya "demi kebaikan" si angkatan X, tapi saya kira tetap saja, itu bukan cara yang tepat. jadi, menurut logika saya sih, tidak mungkin melakukan kalau tidak ada unsur "kesenangan" tersendiri. Anyway, terima kasih untuk komentarnya.

Kita butuh transformasi ideologi dan cita-cita. Dua hal itulah yang menurut gw kurang diperhatikan dalam eksistensi HMIK. Tujuan yang diangkat tidak lebih untuk menjembatani junior-senior dalam ranah-ranah yang sempit (pekerjaan, hobi, tradisi, dll). HMIK punya potensi untuk tidak hanya jadi penerus tradisi, tapi untuk menghasilkan manusia-manusia berbudi yang punya mimpi dan strategi jelas untuk memajukan negeri. Maju terus jan!

Terima kasih Yurgen. Gue percaya HMIK berisi orang-orang pilihan yang tentu berpotensi mengubah tradisi yang sebenarnya tidak lagi relevan. Gue kira memang seharusnya banyak hal yang diperbaiki. Ada banyak hal yang harus dibenahi. Perlu adanya transformasi. Dan... gue harap, sangat berharap teman-teman HMIK, siapa pun dia, mau (setidaknya) berusaha "membuka" matanya, sekalipun itu mungkin tidak mudah, tapi cobalah... cobalah... Entah, mungkin terkadang untuk hal-hal seperti ini suara gue, dengan status gue, kurang begitu mendapat perhatian (dan bukan berarti dengan menulis seperti ini gue mencari perhatian), ngga gitu... tapi gue percaya, sesungguhnya kita semua tahu mana kebenaran yang sebenarnya jika kita mau sedikit saja mengetuk hati nurani kita.

Awesome! Ini adalah sesuatu yg udah lama bgt ada di unek2 gw, bahkan gak lama stlh gw ikut Sar. Cuma mungkin klo gw yang ngeluarin bakal gawat ya karena gw sangat koleris & frontal, huhu. Thx jan :)

Gw sepakat dgn Yurgen bahwa HMIK butuh visi (sangat) jauh ke depan. Gw rasa kita semua juga sepakat bahwa orientasi kampus idealnya dibuat tdk cuma untuk producing worker tapi juga shaping leaders.

Gw rasa tulisan ini patut dijadikan bahan perenungan bagi semua mahasiswa Ilmu Komuniaksi UI, tanpa pandang status.

Terima kasih Vida. Iya Vid, setuju banget, orientasi kampus idealnya dibuat tidak hanya untuk producing workers, tapi juga untuk shapping leaders. Gue rasa lo tau betul tentang masalah orientasi kampus ini. Jadi, sekarang kita jangan lagi bicara soal "ideal", yok, direalisasikan... Yok, kita tidak akan lagi bicara pada tataran normatif. Teman-teman HMIK bisa mengubah tradisi-tradisi yang sudah tidak cocok. Teman-teman HMIK bisa lebih merangkul semua anak Komunikasi, dan gue percaya itu semua bisa dilakukan selama teman-teman HMIK memang benar-benar "membuka" mata dan hatinya.

Tulisan ini tepat sasaran banget menurut gue. Jaman udah berubah, hal ini ga bisa dipungkiri. Sama aja kaya kita memilih menggunakan mesin ketik disaat semua orang udah pada nenteng laptop kemana-mana. Tujuan utamanya sama, tapi yang satu adalah cara lama yang udah ga efektif dan efisien lagi untuk digunakan sekarang-sekarang ini. Mungkin juga karena ada faktor ketakutan untuk keluar dari "zona aman" yang ada selama ini. Takut untuk melakukan sesuatu yang baru, yang berbeda, yang sangat mungkin menimbulkan kontroversial. Atau mungkin kita masih terjebak "kenangan indah" masa lalu? kenapa harus berkiblat pada masa lalu disaat budaya yang ada bahkan telah bergeser. Bukankah katanya mahasiswa itu agent of changes? masa takut sama perubahan? Apa yang cocok dilakukan pada jaman dahulu belum tentu masih akan cocok digunakan untuk jaman-jaman selanjutnya.. Kalau terus dipaksakan dan tetap bertahan untuk tidak memperbaharui sistem yang ada, gue khawatir suatu saat nanti kita bisa semakin apatis, tidak kompak dan kekurangan sosok pemimpin..

askm. wr, wb.
tulisan yg menarik, walau kritik ini terdengar lawas karena sudah meluap ketika pak beye ngebuat album solo karirnya.

ya, silahkan fauzan omongin masalah ini di angkatannya, pengurus HMIK-nya, ketua HMIK sekarang 2008-kan ya? trus buat apa gitu, rembuk antar angkatan yg masih hidup di kampus untuk ngomongin hal ini.

ntar terkumpul itu semua unek-uneknya, kan lebih enak menyelesaikanya. info yg didapat tidak simpang siur. (ini yg ngebuat seharusnya HMIK sih, karena ini kerjaan sebuah organisasi yg memayungi konstituennya, meminta masukan, melakukan perubahan, bergerak bersama. #tsah)


dan hal esensial yg mungkin sedikit terlupa untuk kita adalah tiada ada follow up lagi perubahan AD/ART dari yg sudah diwacanakan tahun kemaren.

Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMIK itu harus diubah karena landasan pijak dan gerak sebuah organisasi itu ya AD/ART. Jadi nanti klo ada masalah argumen yg dipake bukan tesis yg susah dicari hubungannya, "ini udah budaya" "ini titah nenek moyang kita". gitu sih.

Ya, silaken baca-baca AD/ART HMIK, insyaallah akan membuat geleng-geleng kepala. dan saya berdo'a semoga AD/ART HMIK itu masih ada, sempat saya dengar AD/ART itu raib entah kemana. semoga itu keliru. amin.

mengutip Rhoma Irama:

"Masa muda, masa yang berapi-api."
sekian dan terima kasih.

Fauzan,

Tulisan lo yang menceritakan pandangan lo terhadap HMIK mungkin bisa dibilang cukup bagus, pemikiran2 dan pengamatan lo ttg sebuah organisasi ini emang hebat. Tapi kalo menurut gue hanya sebuah pemikiran dan tulisan tanpa ada perbuatan menurut gue rasanya susah sih ya untuk dilakukan. Karena untuk menuntut suatu perubahan kita ga bisa hanya melihat dan menonton di luar aquarium itu saja, harusnya sih yah masuk ke dalam aquarium tersebut, menjadi bagian dari ikan2 di dalam aquarium tersebut dan baru tau bagaimana rasanya hidup di dalam aquarium :).
Jangan mencoba melawan suatu sistem dengan sistem tandingan lainnya, karena itu hanya akan menimbulkan perselisihan karena masing2 punya standpoint sendiri. Kalau mau merubah, masuklah kedalam sistem tersebut, pelajari, ikuti, dan perlahan2 mengubahnya.
Semoga mengerti maksud gue ya

Peace - Hanya Pemberi Opini

Hi Fauzan,

Thanks for your opinion about HMIK.
Sebuah masukan yang sangat besar untuk kebaikan HMIK selanjutnya.

Aku gak mau banyak omong di sini. (lagi pula lagi banyak kerjaan juga dan deadline di mana-mana)

Gw udah bisa menangkap objective dari tulisan kamu.
singkatnya, kamu belum mengerti dengan makna dari HMIK itu sendiri. pemikiran kamu tentang HMIK hanya sebatas organisasi tahunan yang mana kita bekerja di dalamnya selama setahun. membuat program kerja, kemudian menjalankannya. Ketika masa bhakti berakhir, ya berarti berakhir juga kontribusi loe.
hmmhh..gw juga pernah berkecimpung di organisasi semacam itu, sama kayak kamu. BEM FISIP UI, dan pernah jadi Kepala Departemen Adkesma juga. Selain itu pernah menjadi Ketua HMIK juga. Dan dari organisasi itu terasa sekali perbedaannya.
Singkat cerita, HMIK itu keluarga bukan organisasi. Keluarga yang selalu membantu loe ketika elo sulit sekalipun,ketika elo jatuh dan butuh pertolongan (emang sih terdengar sangat sok sweet-->bukan so sweet ya, tapi itu kenyataan, bukan bualan semata).
Elo boleh berpendapat, tapi ketika loe udh menjelek-jelekkan keluarga gw, sorry to say gw ga terima.

Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Terus lah memberikan pendapat, tapi yang cover both side ya. Jangan hanya memandang dari sisi negative saja.


THANKS

Indah Putri Thalitta Samosir

Kepada 'Hanya Pemberi Opini', seperti yang Anda katakan tadi: "...karena untuk menuntut suatu perubahan kita ga bisa hanya melihat dan menonton di luar aquarium itu saja, harusnya sih yah masuk ke dalam aquarium tersebut, menjadi bagian dari ikan-ikan di dalam aquarium tersebut dan baru tau bagaimana rasanya hidup di dalam aquarium." Tentunya, saya tidak mungkin masuk ke dalam aquarium itu, karena saya memang tidak mau masuk ke dalam aquarium itu. Kenapa? Saya rasa itu bukan aquarium yang cocok buat saya. Jadi, yang mengubah keadaan di dalam aquarium itu haruslah ikan-ikan di dalamnya, dan itu jelas bukan saya, karena toh... saya tidak akan bisa jadi ikan di dalamnya, dan saya pun tidak begitu ingin menjadi ikan di dalamnya.

Untuk Input, halo Input! Entah, Input ingat atau ngga, tapi Input sempat jadi mentor saya dulu, sebelum akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi bergabung. Seperti yang Input bilang di atas: "Keluarga yang selalu membantu loe ketika elo sulit sekalipun, ketika elo jatuh dan butuh pertolongan." Menurut Input, itu adalah HMIK. Nah, saya kembali bertanya: apakah HMIK memang dibentuk untuk mewadahi kepentingan seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan menjadi keluarga bagi semua mahasiswa Komunikasi atau jangan-jangan hanya "seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi aktif" saja dan menjadi keluarga bagi pengurus dan anggota aktifnya saja? Mungkin jika Input membaca pertanyaan ini, Input bisa berbaik hati menjawabnya... :)

halo Fauzan...
Saya Angel Roberty, salah satu member HMIK.
mau komen 2 point saja:

- HMIK dan semua elemennya adalah sebuah sistem. kalau Anda tidak suka dengan sistem itu, tidak ada yang memaksa. silakan menjadi bagian di luar "aquarium" seperti dalam perumpamaan Anda. Ketika nanti Anda merasakan berada dalam sebuah lingkungan kerja yang nyata, Anda akan mengerti eksistensi sebuah sistem dan dimana serta bagaimana Anda menempatkan diri, entah di luar atau di dalam sistem tersebut.

- hukum alam Aksi dan Konsekuensi.
masalah mahasiswa yang aktif atau non-aktif, label "anak SAR" dan anak "Non-Sar" sebenarnya amat sangat simple. Sesimple "elo mau gabung ya ikut tata-cara bergabung, elo ga suka, ya silahkan keluar dan jangan berharap dapat keuntungan dari bergabung" sama seperti Anda ikut sebuah lomba, melamar kerja dll. selalu ada proses untuk bisa menang, untuk bisa masuk dalam kelompok tertentu, untuk bisa meraih posisi tertentu. selalu ada konsekunsi dalam setiap aksi. selalu ada proses/kriteria/syarat untuk masuk ke dalam sebuah sistem yang sedang berjalan. Terlepas dari idealisme Anda, itulah hukum yang berlaku, paling tidak nanti ketika Anda keluar dari lingkungan kampus dan berhadapan dengan "dunia" yang jauh lebih luas dan keras. Faktanya, selalu ada perjuangan untuk mendapat benefit tertentu. No Pain, No Gain.

sekian dan terima kasih :)

Oh kerjaannya anak Humas BEM FISIP sekarang gini toh? Ck ck ck

Dear Fauzan,

Bukan mau membela Input atau membela HMIK. Tapi memang HMIK itu keluarga. Dan g cuma bagi mahasiswa "aktif" tapi untuk mahasiswa yang memang memutuskan untuk ga menyelesaikan ritual yang memang sudah dilangsungkan dari entah kapan. Kalau memang Fauzan mau, coba cari lagi cerita dari kedua belah sisi, akan terbuka lagi pemikiran Fauzan tentang ini semua.

Yang saya dan teman-teman saya lakukan di HMIK selama ini, g melulu cuma untuk mahasiswa aktif koq. Entah bagaimana sama Fauzan, tp sejauh pengamatan saya, kita g membatasi antara mahasiswa Aktif atau biasa. Itu sebenar'a balik lagi ke individu masing2 bagaimana kalian mau berinteraksi dgn sesama.

Agak g adil sih kalau Fauzan lebih fokus ke yang negative'a aja. Jadi next time kalau memang mau beropini, ditelaah dulu smua'a. Agak hati-hati aja kalau mengungkapkan pikiran Fauzan apalagi di ranah publik seperti ini.

Regards,
DwinyDear Fauzan,

Bukan mau membela Input atau membela HMIK. Tapi memang HMIK itu keluarga. Dan g cuma bagi mahasiswa "aktif" tapi untuk mahasiswa yang memang memutuskan untuk ga menyelesaikan ritual yang memang sudah dilangsungkan dari entah kapan. Kalau memang Fauzan mau, coba cari lagi cerita dari kedua belah sisi, akan terbuka lagi pemikiran Fauzan tentang ini semua.

Yang saya dan teman-teman saya lakukan di HMIK selama ini, g melulu cuma untuk mahasiswa aktif koq. Entah bagaimana sama Fauzan, tp sejauh pengamatan saya, kita g membatasi antara mahasiswa Aktif atau biasa. Itu sebenar'a balik lagi ke individu masing2 bagaimana kalian mau berinteraksi dgn sesama.

Agak g adil sih kalau Fauzan lebih fokus ke yang negative'a aja. Jadi next time kalau memang mau beropini, ditelaah dulu smua'a. Agak hati-hati aja kalau mengungkapkan pikiran Fauzan apalagi di ranah publik seperti ini.

Regards,
Dwiny

Dear Fauzan, aku bikin tulisan juga tentang HMIK, lebih ke tanggapan terhadap tulisan kamu ini sii.. :D

http://susisaktiandarini.blogspot.com/2011/09/tentang-hmik.html

Makasi kritikannya :D

Hai fauzan, gw lucky angkatan 2007. I may not know you that well, but I think we stood on the same ground here. Gue dan lo sama-sama dg apa yang diklasifikasikan dengan istilah "non-sar", tapi gw berbeda pendapat sama lo,

1. Soal milis, gw udah tau soal aturan bahwa kalo jadi anak "non-sar" artinya gw emang gak boleh ikutan milis and I think it's fair enough. And in my opinion, salah juga kalo lo mencoba keisengan lo untuk masuk ke milis, let's face it itu emang bukan buat kita jadi buat apa "mencoba" buat masuk? Kalo lo bermaksud mengambil manfaat dan kesempatan yg ada di dalem milis itu gak salah kok, (jujur lah siapa sih yg gak minat dg tawaran kerja dan magang yg katanya sering dimasukkin dsana?) cuma itu seharusnya udah lo pertimbangkan di awal saat lo milih buat ikut sar atau gak, karena kesan yg gw dapet adalah lo gak gentle, lo gak mau menerima konsekuensi yg lo dapet dari pilihan lo, sorry to say ya. Kalo lo tetap keukeuh bilang itu cuma "iseng" yah sungguh "iseng" yang gak perlu untuk sesuatu yang sudah jelas-jelas salah.

2. Untuk poin regenerasi, kayaknya lo terlalu dini mengambil kesimpulan. Mungkin ada kejadian seperti itu di beberapa kasus, tp hey, jangan digeneralisir lah, be fair. Gw gak mau banyak berkomentar soal ini karena ini lebih ke urusan internal organisasi ya, tapi dari apa yang gw liat sebagai orang luar, toh pada akhirnya yang berkuasa di HMIK adalah orang-orang yang tepat bukan asal ditunjuk buat sekedar jadi tumbal.

3. Buat poin yg ketiga, gw sih ngeliatnya gini aja sih, sar itu pilihan yang bebas mau lo pilih atau gak, kalo maba-maba ini merasa punya alasan yg kuat kenapa harus ikut karena sesuai dengan tujuan mereka ya silahkan ikut, vice versa dan kayaknya mereka cukup cerdas buat milih mana yg mereka perlu dan gak. Lagipula gw liat beberapa taun belakangan ini banyak perubahan yang dilakukan di sar untuk memberatkan lebih ke kontennya daripada memperbanyak bumbunya.

4. Soal “ketidakkonsistenan”, FYI aturan memilih itu dikeluarkan buat mengakomodir kepentingan kita si "non-sar" di HMIK itu sendiri (dan anak "non-sar" di angkatan gw cukup banyak). Hal itu tapi dibayar lunas dengan adanya pelibatan anak-anak "non-sar" di pekom dan beberapa acara HMIK lainnya pas angkatan gw (and again, correct me if I'm wrong, lo juga ada di kepanitiaan pekom angkatan gw kan?). Gw merasa ini sangat fair.

5. Yang terakhir kesimpulan gw secara umum dari tulisan lo sebenernya lo merasa kurang dirangkul oleh temen-temen lo yang di HMIK, saran dari gw adalah jangan cuma menunggu untuk dirangkul, tapi rangkulah mereka lebih dulu jika lo merasa bisa merangkul mereka. Selama 3,5 tahun gw kuliah di kampus UI bersama temen-temen komunikasi, gw merasa they treated me well because I treated them well also. Garis batas sar dan non-sar yang sebenernya gak begitu tegas, lo pertegas lagi dengan tulisan ini. Khawatirnya, pandangan menghakimi di tulisan lo ini sebenernya cuma dirasain sama lo karena lo sendiri yang gak berusaha membaur dengan mereka, anak2 “sar”, again and again correct me if I’m wrong.

Gw mengapresiasi keberanian lo untuk ngomong di ruang publik macam ini, tapi kan kita mahasiswa komunikasi, cerdas lah dalam berkomunikasi. Coba liat lagi objective lo untuk apa membuat tulisan ini, apa tulus untuk memberikan masukan untuk perbaikan HMIK, atau cuma berusaha jadi attention seeker? Kalo yang pertama, salah rasanya membuat tulisan semacam ini di ruang publik. Satu pertanyaan gw sama lo, apa semua yang lo tulis disini pernah lo ungkapkan secara langsung ke stakeholder HMIK secara langsung?

Komentar gw ini bukan karena gw berusaha membela temen-temen di HMIK, tapi memberi lo perspektif berbeda dari orang yang “bernasib” sama. Jadi kalo lo merasa ada masalah dengan tulisan gw, feel free to shout it loud on my face, literally di muka gw, tapi inilah pendapat gw. Semoga kita bisa lebih berimbang dalam menyikapi sesuatu.

Actually, I always adore how you can see things differently, jan. Tapi dari tulisan lo yang zaman dahulu kala membangkitkan "tanduk" beberapa orang sampe tulisan lo yang sekarang ini, yang belum berubah adalah lo nggak cover both side (gue setuju sama entah siapa yg mengucapkan itu di komen2). Mungkin juga makanya orang-orang malah selalu cenderung menanggapi "lo cuma melihat dari luar" Mungkin lo ngobrol, berdiskusi sama beberapa orang-yg notabene ternyata setuju atau sependapat sm lo, tapi gimana sm orang2 yg emg ternyata sudah berusaha untuk bisa mencapai kebaikan bersama sprt yg lo kritik ituu..

Saran gue, tulisan lo selalu bisa membawa pandangan baru bagi orang lain, khususnya dengan objek di tulisan ini, nah pasti akan lebih bermanfaat dan bisa diterima kalau lo juga nggak cuma mengkritik dari sisi negatif yang lo liat. Namanya manusia, pasti ada senengnya juga kalau sebelum lo mengkritik at least meng-cover sisi positifnya juga..

Gue terbuka ko kalau lo mau berbincang-bincang ttg mslh ini (caelah), mungkin gue gak segit taunya jg dibanding temen-temen lain yg jauh lbh aktif, tapi paling nggak gue bisa kasih pandangan mewakili orang-orang yang kontra sm tulisan lo ini :)

Eh dari sekian banyak komentar, gw cuma mao nanggepin komentarnya YURGEN ALIFIA. Transformasi kepala lu ijo! gw kempesin juga lo!

anyway, enjoy!
http://fauzanfike.tumblr.com/

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UI

Saya cuman gak habis pikir, kenapa ketika ada kata "Himpunan" tapi ada dari kita -yang sudah dipersatukan oleh identitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi UI- yang tidak terhimpun di dalamnya?

Saya rasa apa yang disuarakan Fauzan adalah aspirasi. Sebuah aspirasi yang barangkali sudah lama dan banyak ingin diteriakan oleh mereka yang tidak terhimpun dalam HMIK. Yang jelas, Fauzan adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi UI. Sah dan legal.

Saya hampir tidak percaya kenapa Input bisa bilang:
"Elo boleh berpendapat, tapi ketika loe udh menjelek-jelekkan keluarga gw, sorry to say gw ga terima"

Apa ini artinya Fauzan tidak dianggap sebagai keluarga? What does it take untuk diakui sebagai keluarga? Bukankah saudara-saudara kita di rumah tidak meminta apapun pada kita sebelum memanggil kita kakak/adik? Bukankah itu hakikatnya keluarga? Tapi yasudahlah, saya gak mau ambil konklusi itu, saya rasa pihak terkait yang paling berhak menjawab.

Menurut saya, seharusnya tulisan Fauzan disambut dengan senyum dan senang oleh semua mahasiswa komunikasi UI khususnya mereka yang terhimpun dalam HMIK. Tulisan ini bentuk kepedulian, saran, masukan dan kritik. Dan sungguh beruntung bagi kalian yang mampu maju karena mampu menerimanya.

Saran saya:
kalau masukan/saran/kritik yang datang dari mereka yang tidak terhimpun itu rasanya sangat menyakitkan, cobalah encourage mereka yang terhimpun untuk lebih kritis atas himpunannya :)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UI
-Aku hanya butuh namamu untuk jadi temanmu-

Dear Fauzan,

Halo gw gak kenal lu secara personal, jujur gw dulu merasakan ada gap yang cukup tajam antara sar dan non-sar, tapi seiring berjalannya waktu, batas antara dua kubu ini makin hilang kok. apalagi di angkatan bawah udah makin gak ketat kaya dulu.

Gw cukup penasaran juga dengan orang yang ngelarang lu masuk milis HMIK. Menurut gw setiap anak komunikasi berhak kok ikutan milis tsb, tolong bilangin sama yang ngelarang lu ya...

Mengenai HMIK yang krisis kader, hmmm lu perbandingannya sama organisasi mana ya? dari jaman HMIK 2004 sampe angkatan 2007, calon2nya itu maju karena memang kesadaran loh. hati2 ya jangan sembarangan ngomong.

Regards,

Halo Ojan,

Baca tulisan elo tentang HMIK, gue menghargai pendapat elo dan ini kritik yang membangun buat HMIK. Tapi ada beberapa pandangan gue yang sebagai member of HMIK tapi juga sebagai temen satu angkatan elo di 2008.

Pertama, berbicara lagi tentang milis, gue rasa elo udah tau ketika orang yang non-sar memang tidak berhak untuk join milis HMIK. Nah, yang jadi pertanyaan gue adalah elo yang gue kenal sebagai orang yang aktif berorganisasi (Head of Communication Office BEM FISIP UI 2011) pasti tau persis bahwa itu kontrak sosial yang udah elo setujui secara sadar ketika memutuskan tidak ikut sar. Karena itu keputusan elo sendiri kan. Yang bikin ngernyitin kening justru karena elo iseng mencoba berkali-kali untuk join.

Kedua, mengenai opini elo tentang rayu-rayu ikut contreng itu justru bikin gue bingung. Kenapa? Karena itu bukan sekedar usaha mencapai minimum perolehan suara tapi justru usaha dari temen-temen elo sendiri untuk ngerangkul elo dan temen-temen lain yang non-sar. Ya cuma sayang aja kalo ternyata justru dimaknai berbeda oleh target khalayak.

Ketiga, gue rasa elo tau dengan baik siapa orang-orang di balik kepengurusan HMIK. Akan lebih bijak kalo kritik disampaikan langsung ke orangnya melalui medium yang tepat toh. Apalagi orang tersebut rekan kerja sebiro elo di BEM FISIP UI 2010 kan, teman lain yang sudah berbincang dengan elo via sms, atopun temen sekelas elo sendiri.

Keempat, mereka yang terpilih menjadi pengurus HMIK tentu orang yang berkualitas. Bahkan elo sendiri pasti udah tau bagaimana kinerja mereka karena pernah bekerja di biro yang sama di BEM FISIP UI 2010. Kalian sama-sama ditempa ketika berorganisasi di sana, bukan? 

Kelima, gue rasa apa yang elo rasain dengan pengelompokkan status sar dan non-sar dan hanya mewadahi kepentingan mereka yang lulus sar ini ga bisa digeneralisir. Kenapa? Karena HMIK secara NYATA mengakomodir kebutuhan anggotanya tanpa pandang sar ataupun non-sar. Cuma ini terjadi ketika elo masih sibuk dengan iseng-iseng itu. Jadi ga ngeh deh.

Keenam, kritik ini elo tujukan untuk pengurus HMIK yang ga lain termasuk temen-temen elo sendiri. Mungkin elo ngerasa menjadi anggota biasa HMIK tapi gue rasa elo lupa kalo elo selalu jadi anggota aktif dari keluarga KOM 08. Jadi mungkin ketika ada orang-orang dateng untuk ngerangkul, elo justru sibuk memilah yang datang itu dari kelompok sar atopun non-sar.

Komentar gue ini bukan pengen membela HMIK kok. Cuma pengen ngeliatin beberapa sisi yang mungkin elo ga ngeh. Correct me if I’m wrong. Toh elo tau kontak gue kan 

Kenapa ya gue ngerasa lo kaya anak kambing yang kehilangan induknya. Gue sih ngerasanya lu-nya aja yang kurang bisa membaur sama dan menempatkan diri di teman-teman yang SAR khususnya yang ada di angkatan lo.

Lagi pula ya, selama gue menjadi bagian dari anak HMIK, so far so good kok ga ada masalah atau gimana gitu... Sangat disayangkan sekali bahwa seorang yang menjadi salah satu org yg berpengaruh di BEM FISIP UI, tapi ternyata menurut gue cuma jadi orang yang sangat profokatif.

Mungkin ada baiknya hal-hal yang lo tulis di konfirmasikan terlebih dulu. Ga semua anak non-sar punya pendapat dan perasaan yang lo tulis. Gitu aja ah.. gue lagi sibuk kerja juga sih.

ih kakaaa anonim. kok gitu sih. serem banget deh diancem mau dikempesin. intimidasi nih ye. pake akun anomim pula *gak ngaca. wkwkwk

Guwe bukan anak kom. Tapi srius, mendingan loe pada ilangin tu komboys, Cowok2 kom jadi bahan tertawaan jurusan laen, kasian kaleee

Yurgen Alifia mengatakan...
Kita butuh transformasi ideologi dan cita-cita. Dua hal itulah yang menurut gw kurang diperhatikan dalam eksistensi HMIK. Tujuan yang diangkat tidak lebih untuk menjembatani junior-senior dalam ranah-ranah yang sempit (pekerjaan, hobi, tradisi, dll). HMIK punya potensi untuk tidak hanya jadi penerus tradisi, tapi untuk menghasilkan manusia-manusia berbudi yang punya mimpi dan strategi jelas untuk memajukan negeri. Maju terus jan!
Noted:
HMIK bukan hanya sebatas organisasi yang bergerak di bidang kastrat, keilmuan seperti yang Mas Yurgen bayang2kan.
HMIK bukan organisasi yang selalu menuntut perubahan radikal, pergerakan dengan aksi2 strategis.
HMIK bukan hanya jadi penerus tradisi, karena sampai saat ini pun banyak tradisi yang sudah disesuaikan. Tetapi untuk melakukan perubahan tradisi tersebut bukan ditempuh dengan cara revolusi, anarki, dan pergerakan semacam demo dan lainnya. Kita lebih mementingkan bagaimana proses sebuah kreatifitas yang dapat merubah tradisi tersebut secara perlahan tapi tidak kehilangan esensinya.
HMIK tetap turut memajukan negeri, hanya mungkin berbeda caranya dengan mas Yurgen impi2kan dan idam2kan selama ini.

"dan hal esensial yg mungkin sedikit terlupa untuk kita adalah tiada ada follow up lagi perubahan AD/ART dari yg sudah diwacanakan tahun kemaren.

Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMIK itu harus diubah karena landasan pijak dan gerak sebuah organisasi itu ya AD/ART. Jadi nanti klo ada masalah argumen yg dipake bukan tesis yg susah dicari hubungannya, "ini udah budaya" "ini titah nenek moyang kita". gitu sih.

Ya, silaken baca-baca AD/ART HMIK, insyaallah akan membuat geleng-geleng kepala. dan saya berdo'a semoga AD/ART HMIK itu masih ada, sempat saya dengar AD/ART itu raib entah kemana. semoga itu keliru. amin."

Anjrittt....AD/ART ilang? Itu sama aja negara kehilangan UUD 45. ckckckc goblok euy

kritik fauzan seharusnya disikapi secara dewasa, dimaknai sebagai sebuah bentuk kepedulian dan kecintaan salah seorang mahasiswa komunikasi kepada HMIK. tidak perlu disikapi secara defensif apalagi di iklim dimana kebebasan berpendapat dijamin oleh hukum seperti sekarang ini. bila masih merasa perlu untuk bersikap defensif dan kekanak-kanakan dengan intimidasi menyerang pribadi sebaiknya tidak usah berdiskusi disini. kembali fokus kepada isu yang diangkat.

sebenarnya HMIK ketika sudah berani menyematkan nama Mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam nama organisasi seharusnya bisa menjadi representasi setiap mahasiswa komunikasi UI tidak terkecuali. bila belum mampu begitu setidaknya perubahan yang ditekankan dalam HMIK seharusnya memiliki visi kearah sana. HMIK seharusnya bisa menjadi milik semua warga komunikasi UI yang bersifat egaliter tanpa terkecuali. tidak boleh ada diskriminasi dan pengucilan secara sistematis.

HMIK sebaiknya terus berbenah untuk menjadi organisasi yang terbuka dan profesional tidak hanya menjadi keluarga bagi kalangan tertentu saja tapi sebagai keluarga yang mempersatukan dan dimiliki oleh seluruh warga komunikasi tanpa terkecuali.

jadi pertama-tama saran saya urusin tuh AD/ART-nya. aya aya wae.

Akhir kata mari kita kutip sebuah kata yang sering dilontarkan oleh ibu Megawati “MERDEKA !”

Angel Roberty mengatakan:

- hukum alam Aksi dan Konsekuensi.
masalah mahasiswa yang aktif atau non-aktif, label "anak SAR" dan anak "Non-Sar" sebenarnya amat sangat simple. Sesimple "elo mau gabung ya ikut tata-cara bergabung, elo ga suka, ya silahkan keluar dan jangan berharap dapat keuntungan dari bergabung" sama seperti Anda ikut sebuah lomba, melamar kerja dll. selalu ada proses untuk bisa menang, untuk bisa masuk dalam kelompok tertentu, untuk bisa meraih posisi tertentu.

--

Wah kak. Kenapa kesannya kayak organisasi otoriter? Ini militer?

Lady in red:

Kayanya gue tau nih siapa dari kata2nya, hehe

MERDESA!

Kenapa anonim? coba buka identitas biar lebih baik diskusinya.

Saya melihat beberapa orang ga dewasa melihat kritik ini. Pertama, saya ga bilang transformasi ideologi dan cita2 ini seperti model kastrat BEM. Anda payah sekali memahami konteks pernyataan saya. Yang saya maksud adalah, banyak masalah dalam HMIK, oleh karena itu, kita butuh perubahan cara pandang dan tujuan, hanya dengan itulah masalah2 yang fauzan paparkan bisa diselesaikan.

Kedua, mengenai milis, masalahnya bukan karna Ojan iseng masuk ke milis, salah kaprah. Kalau dipikir lebih jauh, ada pertanyaan yang bisa dipetik "apakah masih diperlukan dikotomi sar-non sar di masa depan?" "Bukankah anak2 komunikasi punya jaringan lebih luas ketika SEMUA anak kom diberi kesempatan masuk ke milis?"

Saya mau ajak kakak2, teman2, adik2 dan seluruh stakeholder di ilmu komunikasi UI untuk mengadakan diskusi terbuka mengenai HMIK. Saya bersedia menjadi PO dan mengatur acaranya. Bagi mereka yang anonim disini, ayo buka identitas, supaya argumen nya punya martabat sedikit. Saya menunggu respon semuanya. Terima kasih.

Halo Ojan,

Saya Boris...
Menarik sekali baca tulisan kamu yang sangat menjunjung tinggi kebebasan berekspresi sampe mengutip Article 19 (hati2 nanti kamu dianggap antek liberal zionis sama rekanmu Yurgen gara2 ngutip Article 19).

Soal HMIK, ada baiknya baca komentarnya Lucky. He's non-SAR and he's awesome. When he was in college He has done such an astonishing contribution for Communication Department and we never see him and his whatsoever non-SAR as an alien. Mereka memiliki kapabilitas dan kualitas sebagai manusia yang passionate sama bidangnya, yaitu komunikasi, meskipun mereka bukan apa yang dibilang orang2 non-SAR.

Banyak sekali orang2 non-SAR yang hebat dan kita sama sekali tidak mendiskriminasiny. Agak sayang buat orang yang aktif organisasi masih ngeliat kalo ada diskriminasi non-SAR cuma gara2 ga ikut program inisiasi. It's just a matter of personality and socio-personal communication intelligence.
Well, I am so sorry if you can't get along with your HMIK colleague. These people like Lucky can do, so why can't you. I dunno maybe it's because the way you dress, or the way you post things on social media, but I am so sorry if you feel excluded.

Listen, I am HMIK and I make friends and get along and even work with non-SAR people. They are great and i love to work with them, and never see them whether they are SAR or non-SAR. i get along with them cause they are good people, and I think I am good for them. It's mutual.

Hopefully you could become people like Lucky, Muhammad Daud, atau Ranaditya. mereka memang non-SAR, but what the hell of it, they are MARVELOUS.


Dear all kind and intelligent readers,

I have questions regarding this little gentleman Ojan's blogpost:
1. It's been almost 4 years of his college life, but why he's still sweating at this same ol issue?
2. Say I've seen him for almost 2 years at campus. He was saying "transformation and change" till his lip bloating, but well, never seen him making anything significant for his department. That's what i saw till i was graduated, correct me if I'm wrong.
3. He mention about being "iseng" by joining HMIK mailing list? well, if i had a hard feeling on something, I wouldn't do like he did cause i got plenty things to do rather than just sweating something that i dont like.
4. I kinda sense that this little guy is enjoying the sensation and conflict. having people taking sides, noted as someone critical and fearless, he loves it. That's why he posted this

enough my nonsense talk, cheers!


PS: I love your tumblr post. Inspires me to be really grateful for the relationship I have and also grateful for all the things that I have done with my partner

Wow rame bener komentarnya *lirik sana sini*
Gw jadi inget dulu pernah mengkritik Sherina di milis fans sherina tentang gayanya pas nyanyi kurang luwes waktu dia baru launching album dewasanya. Terus hampir semua fans beratnya ngamuk dan ngata-ngatain gw padahal gw bilang itu karena gw peduli dan pengen Sherina jadi lebih baik. Namanya juga ruang publik ya, ada pro dan kontra. Apalagi masalah sensitif macem ginian.

Anyway OOT, gw suka templatenya :p

Halo kakak semua,, saya mahasiswa baru komunikasi 2011...

hemm sepertinya saya belum bisa berbicara banyak mengenai kegiatan maba komunikasi apalagi HMIK, karena saya pun saat ini masih menjalani prosesi Prasar..

Tentunya saya sangat mengapresiasi tulisan kak fauzan, karena bagi saya sebagai mahasiswa baru, tulisan ini sedikit memberi perspektif, tanpa mengintervensi sudut pandang saya secara pribadi. awalnya saya agak 'kaget' ketika tahu bahwa kegiatan maba komunikasi berjalan selama 6 bulan (satu semester), dan jujur, awalnya, saya sempat underestimated dengan kegiatan ini. namun setelah beberapa waktu menjalaninya, saya mulai percaya bahwa semua ada hikmah dan maksud baiknya. so far, saya lebih melihat kegiatan ini sebagai salah satu media perkenalan dengan teman-teman seangkatan instead proses legalisasi sebagai mahasiswa aktif,, berhubung angkatan 2011 jumlahnya banyaak (sekitar 268 orang). bagi saya, that is nothing to lose untuk menjalaninya, karena kami melaluinya sama-sama.

soal HMIK, seperti yang saya katakan, saya belum bisa berkomentar banyak. yang jelas saya setuju dengan komen yang menyatakan bahwa ada baiknya diadakan diskusi terbuka dengan HMIK, agar kita semua mendapat clear vision about our own organization...

Terimakasih buat kak fauzan yang udah share ke saya untuk ikut membaca dan berkomentar. ini jadi salah satu bahan pengenalan dengan kom UI, tentunya tanpa mengubah perspektif saya secara keseluruhan :)

kampret nih komennya boris :)))

Tapi jujur, gw lebih suka posting-an di tumblr lo daripada di blog. Lebih manusia. Ini mah kayak robot penuh dendam yang gak bisa lupa sama masalah empat tahun yang lalu.

Btw, iseng tuh satu kali mas. Kalo berkali2 mah jatohnya pathetic atuh.

Echa. Kom 2006.

Ada tulisan bagus dari Kak Susi tentang tanggapannya mengenai tulisan Fauzan. Bisa di buka di http://susisaktiandarini.blogspot.com/

weeee..... baru keppoin Ajeng. anak Galas ternyata. semangat ya jeng Prasarnya. santai aja. masih muda, lo saatnya have fun. kalo mau ikut inisiasi ikutlah, kalo nggak ya gapapa, ga bakalan mati atau dianggap freak kaya yang posting blog ini kok. Hidup Galas!!!

buat anonim di atas,, alumni tiga belas juga?? mungkin kita bisa mengenal lebih jauh kalo boleh hehe. buat kak anonim tegur saya yah biar ketauan identitas aslinya :)
thanks

ah gak mau ah akyu kan anaknya pemalu... *blushing*

Without disrespecting Boris's view,

I see the problem is not merely "socio-personal communication intelligence". What the guy is talking about is a "traditional" and "inherited" system which does have numerous flaws. I don't speak on behalf Fauzan, but in my view, the guy has the consistency and sincerity by spending almost 3.5 years at campus criticizing the wretched system.

Moreover, the bottom line of his criticism is to reform the system which has alienated many "independent" voices. I can guarantee that we have more people with Fauzan's point of view in communication department, but they just don't speak out. So it is naive to judge his writing as a fetish form of "sensation and conflict".

I invite Fauzan's reader to see his writing as a peaceful thought not as a provocation. Seniors may have thousands of reasons to defend the cause of Prasar, but juniors may have different point of views. That is natural.

In addition, i have read Susi's writing as a response to Fauzan's work. I respect her for underlining the progress that HMIK is now undertaking. This move certainly needs to be fully supported. Yet, the change and the transformation has not completed yet. Several fundamental problems about Prasar are still materialized in practice. We also have issues with HMIK’s AD/ART thingy. We need, therefore, to keep guarding the transformation process.

So what do we want? what does fauzan want? what do non sars want? What do seniors want? What does the department want? we need to accommodate their voices in a formal and open discussion that involves every stakeholder in communication department. I hope HMIK's chief would grant this request.

Thanx.

Ps: What does article 19 have anything to do with liberalism or zionism? such an accusation.

Buat Mantan Anak BEM yg Juga HMIK loh

"HMIK bukan hanya sebatas organisasi yang bergerak di bidang kastrat, keilmuan seperti yang Mas Yurgen bayang2kan.
HMIK bukan organisasi yang selalu menuntut perubahan radikal, pergerakan dengan aksi2 strategis.
HMIK bukan hanya jadi penerus tradisi, karena sampai saat ini pun banyak tradisi yang sudah disesuaikan. Tetapi untuk melakukan perubahan tradisi tersebut bukan ditempuh dengan cara revolusi, anarki, dan pergerakan semacam demo dan lainnya. Kita lebih mementingkan bagaimana proses sebuah kreatifitas yang dapat merubah tradisi tersebut secara perlahan tapi tidak kehilangan esensinya.
HMIK tetap turut memajukan negeri, hanya mungkin berbeda caranya dengan mas Yurgen impi2kan dan idam2kan selama ini"

Mas, mbak, atau siapapun. Yang mau pake anarki,revolusi, demo dan cara2 radikal siapa ya? Yang bilang HMIK itu seperti kastrat BEM siapa ya? Yang saya ajak adalah diskusi terbuka. Diskusi dimana semua stakeholder diberikan hak yang sama untuk bebricara dan tentunya untuk menemukan solusi terbaik.

Lalu, memangnya belum pernah ada debat mengenai hal ini? tentu ada, tapi sifatnya informal dan tidak terfokus. Diskusinya dilakukan sekedar dalam forum angkatan dan tidak diikuti mayoritas stakeholder komunikasi UI. Jadi tolonglah.

Jika ada sistem yang mendapat banyak "kecaman" dan kritikan, dimana proses kreativitas nya? dan apakah sistem nya sudah berubah? melalui langkah kreatif mana perubahan itu dilakukan? kalau anda salah satu stakeholder komunikasi UI, mungkin bisa sebutkan perubahan nya apa dan dengan cara kreatif yang mana?

Saya mendukung jika ada perubahan yg lebih baik di tubuh HMIK maupun dalam acara Prasar. Tapi bahkan perubahan harus terus dikawal supaya terarah dan tidak dibiarkan melalui "proses kreativitas" yang tidak jelas apa maksudnya.

Terima kasih.

Mochammad "Abal" Iqbal 2008

ciee Yurgen kepalanya mau di kempesin (ampooon)

yo yo mari kita santai sedikit, tapi tetap mencerna

buat Fauzan, salut buat tulisannya karena mengingatkan kembali isu ini di awal tahun ke empat kuliah saya. Ketika banyak agenda akhir kuliah menyita waktu, Fauzan masih sempet nulis ini.

Tidak ada yang sempurna, berikut juga tulisannya Fauzan. Kritik dan komentar tentunya membawa isu ini ke arah yang lebih baik. Namun, bashing dengan akun anonim ? Come on, kita mahasiswa komunikasi, we are better than that.

Untuk diskusi terbuka, setuju banget, jika diskusi takutnya kesannya berat banget, diganti aja dengan dialog bersama, kumpul bareng, atau apalah, yang penting semua bisa ngomong secara terbuka dan dalam posisi yang setara.

yo itu aja, semoga HMIK semakin istimewa..

terakhir, santai sedikitlah kita..wkwkwkwkwk

"alumni GALAS" tu "Boris Angoro"??/?,u can saying no..but youre UNiq ip Address won't bro,,

weleh.,moso maba ajak kenalan..
Senior'a yg ngumpet..

back for topick..
Cm satu pertanyaan g ke lo...BORis,.,
KL PD AKHIRNYA: "It's just a matter of personality and socio-personal communication intelligence." KL GT trs APA urgensi prasar..?! denger2,, bt NYATUIN angkatn tuh..ESENSII.."ayodong smangat yia nanti kalian ngerasain mafaat prasar..kalian jd satu..kl ga lewat prasar gn,GMN MAU kenal angktn???"

[WTF........!!!!!!-what the funny seniorrkom..he.well,byk kale..Cara kenal angkatan SELAEN prasar..]

dgn argumen loe,,
g bisa bilang "SKIP PRASAR,BE A MARVELOUS NONSAR gag ush dengerin bulsit esensi, enjoy yourlifes..en asah socio-personal communication intelligence klian aza.. GT TH CR SURVIVE DI KOM"

btw....Tuk pmbaca,,jgn dbc pk kpl emosi yh sobs..santai za.g mgkin emg g' bs nulis sebagus yg lain..but g jg pny aspirasi..

sekalian,,
'tuk smua
argumen ttg keluarga..
Well....kalo ujung'a "cuma" prioritas ttg 'kekeluargaan', musti bgd gt pake acara 'formal' ky gini..PD NGEFANSS SORORITY ROW yh..he
tp kl emg ne ada perubahan tuk kaderisasi hmik..yah it's positife lah,,maju trs..g stuju ada prasar dijalanin!!!!!!!!
tpi pls...bt cewek2 trtm ne..
u jgn mulai ngmong "kekeluargaan tu pentiiiing"
emg penting..tp tuk capai tahap kkluargaan pake ACARa 6 bulan dgn format ky gene, tu ga penting frens..yg penting kan "socio-personal communication intelligence" tul g' ris..?

btw da alesan
knp g pk nama bustin jieber..
krn..
" akyu kan anaknya pemalu... *blushing* "

maaf unt poin2 yng ofensif di hati u,,boris..'n yg lain
buat FAUZAN AL RASYID..maaf kl g ky ngotorin,tp g hnya mau sampein uneg..moga2 lo bisa,,tuk nangkep poin'a .jgn sampe lo tutup forum ini oki..

caiyo komunikasiku!!!1!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

cayo komunikasiku!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!11!!

Dear Fauzan and Friends,

Pertama, kalau tujuan Fauzan selama ini adalah meningkatkan kualitas komunikasi UI beserta elemen-elemennya (termasuk HMIK), maka percayalah Fauzan gak sendirian. Bahkan sampe mbak Ken pun beserta lo zan :)

Kedua, bagi sebagian orang, post ini mungkin akan menyakitkan, namun bisa juga menyenangkan bagi sebagian lainnya. Itu soal perspektif. Setuju atau tidak itu sah-sah saja, tapi sebagai pribadi yang sama-sama menjunjung kualitas, rasanya lebih tepat jika diskusi difokuskan pada pesannya. Sehingga dengan jalan pikir demikian, siapapun pengirim pesannya (sekalipun anonim) tidak jadi masalah, karena isi pesan yang dicermati. Diskusi pun menjadi lebih cerdas.

Ketiga, dari sekian banyak komentar yang dilontarkan sudah ada solusi yang ditawarkan oleh Yurgen. Yurgen pun bersedia menjadi PO. HMIK saya rasa juga dengan senang hati memfasilitasi. Mari selesaikan ini.

Jadi, Kapan kita adakan?

Wah, ramai rupanya, maaf baru lihat blog lagi :)

Saya kira, banyak yang kurang menanggapi pertanyaan saya sebenarnya, Padahal sudah jelas saya tulis. Ada sih beberapa, tapi semua rata-rata agak terbawa emosi. Coba lihat dan baca kembali. Saya mengkritik:

1. sistem yang dibangun dan diterapkan selama ini di HMIK, khususnya dalam pelaksanaan Prasarasehan dan Sarasehan jurusan kepada para maba; sistem tersebut sudah tidak lagi relevan diterapkan di zaman kita saat ini

2. HMIK yang saya rasa sangat berpihak pada mereka yang berstatus "Sar". Jadi, HMIK ini mewadahi kepentingan anak "Sar" saja? Kalau memang iya, ya buat saja namanya jadi HMIKKS (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi "Khusus Sar"). Saya kira itu jauh lebih jelas dan saya jelas tidak akan bersuara

3. HMIK yang kurang mendengarkan suara-suara di luar mereka yang "Sar". Jadi, lagi-lagi, HMIK ini mewadahi kepentingan anak "Sar" saja? (Atau memang ini "HMIKKS)

4. program Saresehan jurusan Komunikasi tidak mampu mencetak kader. Ada kesulitan dalam regenerasi di HMIK

5. program Saresehan jurusan Komunikasi tidak membuat anak Komunikasi lebih peduli dengan HMIK-nya (apalagi FISIP-nya)

Ya, saya kira, jika kita sama-sama dewasa, tentu tidak perlu merasa "gerah". Saya sama sekali tidak ada maksud menjatuhkan citra HMIK. Ah, tidak ada untungnya juga buat saya. Saya yakin, seseorang tidak akan mengkritik jika ia tidak peduli. Namun, saya kira, dengan bagaimana teman-teman membalas, saya kira publik di luar Komunikasi jadi tahu seperti apakah anak-anak Komunikasi itu.

Kenapa sih, orang-orang ribut sana-sini sama pemerintah? Ya... pada dasarnya karena orang-orang mau Indonesia yang LEBIH BAIK. Kenapa sih, mahasiswa lagi ribut soal rektor? Ya... pada dasarnya, mahasiswa ingin UI yang LEBIH BAIK. Lantas, kenapa saya harus repot-repot bersuara? Karena jelas, saya ingin HMIK yang LEBIH BAIK. Dan sebaik-baiknya orang (selain yang bermanfaat bagi orang lain) adalah mereka yang TIDAK DIAM ketika melihat sebuah kekeliruan.

Saya tentu dengan senang hati hadir jika HMIK memang berniat untuk memfasilitasi suatu diskusi lebih lanjut. Dan untuk teman saya, Elisabeth Maria, bisa konfirmasi ke Frisca Amalia, bahwa setelah saya membuat ini, saya langsung memintanya untuk membaca langsung. Jadi, saya pun tidak bermain "kucing-kucingan" dengan teman saya sendiri.

Oh ya, satu hal lagi, saya sangat mengapresiasi teman-teman yang mencantumkan namanya, jadi saya kira kita semua bisa saling kenal, bukan? Mungkin teman-teman yang "anonim" bisa mencontoh, khsusunya seorang maba Komunikasi 2011, Ajeng Rahma Safitri. Bahkan seorang maba pun tetap mencantumkan namanya.

PS: Penggunaan beberapa kata dengan huruf kapital di komentar ini hanya untuk memberikan penegasan (karena di sini tidak bisa bold, italic, atau underline--atau mungkin saya yang tidak paham?), bukan emosi loh ya, nanti saya dikira emosi, hehehe.

Agak telat, tapi ini ada beberapa opini gw terkait post ini dan komentar-komentarnya secara parsial:

1. Diskusinya lumayan berlarut, mungkin memang ada baiknya bila ada forum semacam yang disebut Yurgen & Boy.

2. Gw baru tahu ada istilah status HMIK aktif dan biasa. Emang itu yah terminologinya?

3. Setuju sama kata-kata Kibo tentang merangkul terlebih dahulu, cuma rada enek sama:

"Jadi kalo lo merasa ada masalah dengan tulisan gw, feel free to shout it loud on my face, literally di muka gw, tapi inilah pendapat gw."

-> Sok jago lo Gay.

4. Jan, lo lupa kalau salah satu acara terbesar HMIK kemaren melibatkan banyak banget anak Non-Sar, baik dari segi konsepsi hingga eksekusi? Gw pribadi sih menilai itu sebagai sinyal yang amat positif kalau HMIK merangkul kepentingan anak Non-Sar sampai tataran tertentu.

Mungkin bisa tolong diperjelas kepada teman sekalian contoh/bukti konkrit dari suara-suara luar "Sar" yang tidak didengar? I mean, gak semua orang kayak gw atau Kibo, right :)

5. Satu poin yang gw suka dari post ini adalah "Program Prasar - Sar tidak membuat anak Komunikasi lebih peduli dengan HMIK-nya". Gw juga gak ikut itu acara/substitusinya, tapi gw rasa pernyataan Ojan ini ada benernya.

For better or worse, gw melihat bahwa acara tersebut lebih berhasil dalam meningkatkan kekompakan internal angkatan yang di-prasar (walaupun kadar ini agaknya menurun dari tahun ke tahun), menghilangkan urat malu, melatih kemampuan berpikir cepat dalam tekanan, dan menciptakan bahan obrolan untuk momen reuni di masa depan.

All sweet things, tapi jelas gak berhubungan langsung dengan poin Ojan diatas. Sekali lagi, gw gak tahu apakah Prasar memang bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap HMIK, atau Komunikasi secara keseluruhan. Akan tetapi, gw rasa nilai-nilai tersebut perlu ditekankan lagi bila acara tersebut memiliki relevansi sebagai sebuah metode kaderisasi.


6. Komen responnya lumayan banyak yang justru mempertanyakan maksud dibalik penulisan post ini ketimbang isinya. Lucu, bisa aja bener, tapi agak mubazir gimana gitu -luckily what happens in plurk stays in plurk :)

Jempol buat post respon dari Susi yang lebih fokus ke hal-hal substantif.

Sincerely, -R

Rana, Pekom kan maksudnya? :) Ah ya, gue tau kok... gue tau bahwa acara terbesar HMIK kemaren itu melibatkan banyak banget anak Non Sar, mulai dari segi konsepsi hingga eksekusi. Namun, pertanyaan kembali muncul, apakah di setiap acara HMIK yang melibatkan anak-anak Non Sar (tidak hanya Pekom), mereka (Non Sar) ikut atas dasar apa? Membantu HMIK-nya atau membantu teman-temannya (karena sebetulnya mereka yang Non Sar pun punya jiwa sosial dan kepedulian untuk membantu teman-teman sejurusannya)? Gue pun tentu pernah menanyakan ini ke teman-teman Non Sar, dan jawaban mereka pun adalah karena atas dasar membantu teman-temannya, sekalipun mungkin mereka pernah dipandang sebelah mata oleh si teman-teman Sar-nya itu, tapi mereka tetap membantu karena mereka sesungguhnya masih peduli, khususnya ke angkatannya. Gue pun bukannya tidak pernah ikut terjun, gue juga pernah ikut membantu dalam acara angkatan, entah teman-teman 2008 ingat atau ngga? Untuk HMIK-kah? No... untuk 2008, untuk teman-teman yang bahkan gue yakin banyak yang memandang gue beda. But, that's fine, toh gue ngga pernah mempermasalahkan pandangan orang lain terhadap diri gue, karena gue rasa itu hak setiap orang untuk punya pandangan tertentu.

Mungkin Rana benar, bahwa ada sinyal yang amat positif kalau HMIK merangkul kepentingan anak Non-Sar sampai tataran tertentu, tapi tentu harapan gue tidak hanya sampai "tataran tertentu". Karena lagi-lagi, HMIK itu mewadahi kepentingan anak Komunikasi seutuhnya atau memang jangan-jangan tertentu saja?

Tentunya, walau saya bukan dalam sistem (seperti yang banyak dikomentari di atas), saya kira, saya tetap sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi, dan itu berarti masalah mahasiswa Ilmu Komunikasi adalah masalah HMIK, jika itulah definisi keluarga yang dianut, bahwa satu bermasalah, semua bermasalah, tanpa harus melihat statusnya.

Halo, Fauzan. Salam kenal! Gw Daniel/DanJo Kom 2007.

Pertama-tama gw pribadi betul-betul menghargai serta mengapresiasi perbedaan sudut pandang yang ada dalam tulisan ini. Karena bagi gw, kemajemukan dalam berdialektika itu wajar adanya.

Awalnya, gw sempat punya pemikiran yang serupa dengan lo. Akan tetapi, pada akhirnya, kenyataan yang terjadi justru lebih kurang serupa dengan apa yang Rana dan Lucky sampaikan.

Ya, batas antara Non-Sar dengan Sar sudah semakin tergerus kok. Hubungan yang muncul juga bukan lagi dilihat atau ditinjau berdasarkan keanggotaan, tetapi memang lebih karena faktor saling membutuhkan dan memerlukan satu sama lain. Pada akhirnya, kembali ke pribadi masing-masing. Tidak peduli apakah orang tersebut Non-Sar atau Prasar, secara khusus, asalkan dia mampu membawa dirinya bersama dengan angkatannya, gw yakin, orang tersebut pasti punya tempat tersendiri yang tentu saja positif bagi teman-temannya yang tergabung dalam HMIK.

Kemudian, menurut gw, harus ada batasan serta perbedaan yang jelas antara Prasar dengan sistem perekrutan HMIK. Hal ini menjadi penting karena HMIK merupakan organisasi profesional sama seperti organisasi-organisasi lainnya yang ada di FISIP. Paling tidak, andai kata, syarat mengikuti prasar tetap dijadikan alasan mutlak untuk bisa diterima sebagai anggota, seharusnya ada ekstension lainnya yang mengekor alasan mutlak tersebut. Sehingga, keanggotaan HMIK bukan lagi menjadi sebuah "konsekuensi logis" atau "achievement" belaka. Terlebih, hanya dipandang sebagai sesuatu yang bersifat "pride" semata.

Ekstension inilah yang nantinya akan menumbuhkan rasa saling memiliki, saling membutuhkan, serta kepedulian di dalam kepengurusan HMIK selanjutnya :)

Akhir kata, gw mendukung penuh usul Yurgen. Untuk mengakomodasi seluruh kepentingan serta aspirasi kita semua, ada baiknya topik ini ditindaklanjuti dengan mengadakan sebuah forum yang dimana forum tersebut bisa dihadiri oleh seluruh stakeholder HMIK.


Regards,

DanJo.

Part 1 : Dear Fauzan,
Dear Fauzan,
Gw berbicara sebagai temen seangkatan lo di kom08 dan juga sebagai pengurus HMIK 2011. Pertama-tama gw salut akan keberanian Fauzan untuk berpendapat. Semenjak semester 2 Fauzan memang sudah sering menyuarakan pendapatnya mengenai hal yang kurang lebih sama di blog-nya. Menurut saya ini adalah sepenuhnya hak Fauzan. Beberapa orang mengatakan seharusnya Fauzan menyampaikannya secara langsung kepada pengurus. Kalau menurut saya, ya kalau Fauzan ingin ini diketahui banyak orang dan di luar pengurus HMIK, ya hak Fauzan untuk memilih medianya dalam membahas masalah ini. Menurut saya Fauzan juga tidak memiliki kewajiban untuk cover both side. Namanya juga kritik, dan Fauzan menyampaikan kritiknya di blog pribadinya. Jadi menurut saya tidak ada masalah.
Tadinya ga mau komen soalnya permasalahan ini udah sering banget dibahas, entah bareng2 HMIK apalagi bareng angkatan. Di angkatan sendiri permasalahan status Sar/Non-Sar sering sekali dibahas di forum-forum angkatan mau pun di acara liburan bareng kita semester 5 lalu, COMFRESH 1.
Pertanyaannya, seberapa sering Fauzan mengikuti forum, atau acara-acara angkatan kita komunikasi 2008. Yang paling saya ingat tentang kehadiran Fauzan di forum adalah ketika Fauzan akan maju menjadi ketua BEM FISIP UI. Walau pun saya tidak datang di forum angkatan yang Fauzan tersebut, namun saat itu saya sangat mendukung Fauzan, begitu juga dengan teman-teman lain saya yakin. Berikut ini tanggapan saya mengenai pendapat Fauzan :
1. Sebagai teman seangkatan, menurut saya status SAR dan Non-SAR tidak menjadi penghalang. Buktinya ada teman-teman nonSar yang saya sendiri kadang lupa kalau mereka dulu tidak ikut SAR. Mereka sangat sering menghabiskan waktu dengan angkatan dan terlibat langsung dalam acara-acara angkatan. Fauzan juga sering membantu dalam kegiatan ngamen di angkatan, tapi apakah Fauzan masih juga merasa di luar lingkaran?
2. Sebagai pengurus HMIK 2011, yaitu Kepala Departemen Kekerabatan saya juga bingung dengan pendapat Fauzan yang mengatakan bahwa HMIK tidak mewadahi kepentingan anak-anak NonSar karena setau saya, TIDAK SATU PUN acara yang digelar oleh HMIK ditujukan hanya untuk anak-anak SAR. Sudah banyak program yang berlangsung selama kepengurusan HMIK 2011 ini. Kalau dari Kekerabatan ada acara-acara seperti, Aerobic Bareng HMIK, Sepedaan Bareng HMIK, dan KomGathering 2011. Semua acara itu kami adakan untuk SELURUH MAHASISWA KOMUNIKASI UI. Publikasi acara-acara ini juga kami lakukan lewat Twitter yang bebas difollow semua orang. Kami tidak mempublikasikan acara-acara ini lewat milis HMIK karena kami tau anggota milis HMIK terbatas internal HMIK aktif dan mayoritas alumni. Sayang sekali kalau Fauzan merasa tidak terwadahi hanya karena satu hal, yaitu MILIS. Pada kenyataannya, banyak teman-teman Non-Sar yang datang di acara-acara HMIK itu. Pertanyaan saya, dari sekian banyak program HMIK, program manakah yang pernah Fauzan ikuti? Acara HMIK yang mana yang menurut Fauzan tidak mewadahi kepentingan teman2 Non-Sar? Kalau Fauzan lagi2 berbicara tentang MBJ, acara ini tidak termasuk proker HMIK, melainkan acara angkatan, sama seperti Bukpus, yang dimana angkatan berhak memutuskan untuk membuat acara ini apa tidak. Untuk acara-acara lain seperti Pekom, Komnite, Belajar Bareng, dan acara-acara yang saya sebutkan di atas, selama ini banyak teman2 NonSar yang terlibat, baik sebagai panitia mau pun audiens. Jadi, acara yang mana, Zan?

..to be continued zan, panjang nih ga muat haha

Part 2 :
4. Fauzan mengatakan anggota HMIK tidak peduli lagi dengan HMIKnya. Saya tidak tau Fauzan mendengar dari siapa informasi ini. Lalu Fauzan bilang kami panik mencari ketua. Yang panik itu siapa ya, Zan? Mungkin Fauzan melihat satu dua orang panik lalu mengeneralisasi begitu? Munculnya ketua HMIK 2011 yang sekarang murni karena niat dia untuk mebentuk HMIK yang lebih baik, bukan karen TUMBAL. Saya sendiri sempat mencalonkan diri sebagai ketua HMIK 2011 karena saya sangat peduli dengan HMIK. Namun karena satu dan lain hal saya mundur dari pencalonan tsb, seperti Fauzan mundur dari pemilihan ketua BEM, bukan karena tidak siap, saya yakin, tapi karena ada pertimbangan lain. Untuk RAYU RAYU IKUT CONTRENG, saya sependapat dengan Elisabeth Maria. Saya sendiri dulu pernah diajak-ajak untuk mencontreng dalam PEMIRA BEM, namun menurut saya itu wajar. Itu artinya suara saya penting. Fauzan kok bisa melihat hal ini dengan negatif sekali ya kalau bersangkutan dengan HMIK?
5. Untuk beberapa komen sebelumnya yang mengatakan kalau AD/ART HMIK hilang, informasi tersebut sama sekali tidak benar. Saya punya copy-an nya, dan di Raker HMIK kemarin AD/ART telah kami baca bersama dan direncanakan untuk direvisi sesegera mungkin.
6. Untuk Yurgen, saya setuju dengan usulan Yurgen. Hal-hal seperti ini baik kalau kita diskusikan secara langsung sehingga tidak melulu muncul dari tahun ke tahun.
Fauzan juga mengkritik acara bentak-membentak dalam Pra-Sarasehan HMIK. Kalau menurut saya, bentak membentak di Prasar mah kalah, Jan, sama PSAF. Serius. Hehe..
Yasudah, sekian. Good luck Fauzan!

Buat Sarah... Halo Sarah, gue rasa Sarah tau betul "track record" gue, bahkan sejak Prasar, MBJ, dan ya... sekarang yang ini.

Pertanyaan Sarah: Seberapa sering Fauzan mengikuti forum, atau acara-acara angkatan kita Komunikasi 2008? Sejujurnya, sangat sedikit, gue akui itu, tapi itu pun gue punya prioritas lain yang sering kali tabrakan, dan gue harus memilih yang prioritas. Pernah kok gue ikut forum, tapi ngga tau ya... rasanya (buat gue) agak ngga nyaman... Mungkin teringat masa lalu. Anyway, ini out of context.

Dan, apakah gue masih berada di luar lingkaran? Ngga kok, semua jelas membaik, kita semua (angkatan 2008) adalah Kom 08, tertawa bersama, pusing bersama, stress mengerjakan tugas bersama, bahkan mungkin punya visi yang sama: lulus 3,5 tahun. Tapi, jelas, memang gue membatasi diri untuk tidak terlalu terlibat dalam hal-hal yang menurut gue tidak perlu gue terlibat di dalamnya (seperti Prasar, Sar, persoalan angkatan yang berhubungan dengan HMIK). Kenapa membatasi diri? Apa pun alasannya, HMIK jelas pernah berbuat "sesuatu" dengan gue. Lantas, apa itu artinya gue dendam? Demi Tuhan, gue ngga dendam, kalau gue dendam, gue tidak akan pernah bicara seperti ini. Apa yang gue tulis pun karena gue harap HMIK menjadi HM yang lebih baik.

Err... gue ngga bilang kalo anggota HMIK tidak peduli lagi dengan HMIK-nya loh Sarah, yang gue bilang adalah bahwa program Saresehan jurusan Komunikasi tidak membuat anak Komunikasi lebih peduli dengan HMIK-nya (apalagi FISIP-nya). Itu dua hal yang berbeda kan? (-__-")

Sarah bilang: "Kalau dari Kekerabatan ada acara-acara seperti, Aerobic Bareng HMIK, Sepedaan Bareng HMIK, dan KomGathering 2011. Semua acara itu kami adakan untuk SELURUH MAHASISWA KOMUNIKASI UI" Ah, masa iya Sar? Di Milis, 20 Septmeber 2011, Sarah kirim gini loh: "Apa sih KomGathering 2011? KomGathering adalah acara dari Kekerabatan HMIK. Di acara ini, semua mahasiswa aktif HMIK diundang untuk berkumpul bersama dan menampilkan performance angkatannya."

Jadi, yang diundang memang mahasiswa aktif HMIK saja kan? Tapi, mohon maaf, jika itu memanguntuk semua anak Komunikasi, gue kebetulan saat itu lagi ada acara FISIP Ceria di Takor, jadi ngga bisa hadir. Tapi rasa-rasanya sih Sar, karena tulisannya begitu, ya... gue pun jadi ngga hadir.

Nah, ini yang beda Sar, Pemira HMIK dan Pemira BEM, jelas beda. BEM bukan himpunan jurusan. Gue rasa itu yang berbeda. HM membina maba-mabanya sejak pertama kali masuk. Mahasiswa baru seharusnya lebih dekat dengan HM-nya sehingga (seharusnya) punya awareness lebih terhadap kelangsungan dan kepedulian terhadap HM-nya, apalagi dalam hal regenerasi kepemimpinan di HMIK. Di BEM kan ngga ada yang namanya Prasar BEM (atau semacamnya) yang merupakan wadah supaya anak-anak maba itu bisa menjadi "penerus-penerus" BEM. Ngga gitu kan?

Terkait "rayu-merayu", gue rasa teman-teman Sar memang selalu "merayu" kami tiap kali Pemira. Ini bukan pendapat pribadi loh ya Sarah... Gue juga survey ke berbagai angkatan. Dan bukannya untuk "merangkul", tapi karena sepertinya suara kami dibutuhkan (pada saat itu). Betul, tidak salah memang jika dibutuhkan, gue menghargai itu, banget. Serius. Tapi, ada yang salah di sini. Anak Komunikasi sudah terlampau apatis untuk hal-hal seperti ini. Gue rasa masalah keapatisan inilah yang juga harus dibenahi. Gue bertanya ke Sarah, sebagai Kepala Departemen Kekerabatan HMIK, apakah Sarah sudah "mengakrabkan" semua mahasiswa Komunikasi UI? Bukan hanya 2008. 2009? 2010? Sekarang ada juga teman-teman Paralel, bagaimana dengan mereka? Bagaimana dengan KKI Komunikasi? Atau, pernahkah Sarah (atau teman-teman dari Dept. Kekerabatan) mengajak diskusi secara personal kepada teman-teman yang Non-Sar? Mungkin ada hal-hal yang luput dari teman-teman HMIK, dan itu bisa saja terjadi kan Sarah?

Kemudian, menurut Sarah acara bentak-membentak dalam Pra-Sarasehan HMIK kalah sama PSAF. Ini kesannya berarti emang wajar dong ya Sar? Di PSAF, hmm... gue walau di BEM bukan berarti gue ikut dalam kegiatan PSAF, gue cukup tau gimana para tibum bersikap selama PSAF. Ya, memang, saya pun tidak sependapat dengan bentakan yang keterlaluan di PSAF, tapi, setidaknya di PSAF itu kan hanya beberapa hari Sar, di Prasar? Lama juga kan... lumayan bikin "senewen" sih menurut gue, hehehe, dan jelas, tidak penting.

Gue pun setuju dengan Yurgen. Kalau begitu mungkin gue tunggu undangan diskusinya. Tentu gue akan siap hadir. Good luck juga ya Sarah! :)

Haha ini orang udah stress kali yak, gagal maju jadi Ketua Bem FISIP, ga masuk HMIK, dan sekarang memangku jabatan sbg Head of Komunikasyong di BEM.
Terus masih punya ambisi untuk tetep eksis di kalangan anak KOM, yaudah jadi dia nulis yang aneh2 gini dah. wkakaka

Derry

Suatu hari di food court sebuah mall, Fauzan dan Fike duduk berdua...

Fike: Yang..
Fauzan: Ya?
Fike: Aku gendutan ya?
Fauzan: Gak kok.. lebih gendut cinta aku ke kamu.
Fike: Iiih.. serius nih. Gendutan ya?
Fauzan: iya sih, dikit...
Fike: Tuh kan! Ah ngambek!
Fauzan: Eh gak kok, kamu kurusan..
Fike: Au ah kamu gak konsisten, kayak HMIK!!

terinspirasi dari blog http://fauzanfike.tumblr.com/
:D

Fauzan, acara-acara yang gw sebutkan di atas, yang diselenggarakan oleh HMIK 2011 sprt Aercobic Bareng HMIK, Sepedaan Bareng HMIK, KomGathering, dll adalah acara yg dibuat untuk seluruh mahasiswa Komunikasi UI, dari berbagai angkatan dan berbagai jalur masuk. Dan kalau Fauzan ikut mungkin Fauzan jg akan tau, kalau di acara-acara itu yang datang ya mahasiswa Komunikasi dari 2008 sampai 2010, Paralel dan Reguler, SAR dan NonSAR.

Jadi, kalau ditanya apakah Kekerabatan sudah melakukan upaya untuk mengakrabkan semua angkatan dan bukan cuma 2008? JELAS SUDAH. Karena Departemen Kekerabatan bukan cuma dari angkatan 2008, namun 2009 dan 2010, paralel dan reguler.

Tentu gw sudah pernah ngobrol dengan teman-teman NonSar. Sebelum membuat proker pun Kekerabatan sudah memetakan kira-kira gap apa saja yang terjadi. Seperti gap angkatan, gap sar/non sar, dan gap paralel/reguler/kki. Oleh karena itu lah acara2 di atas dibuat, dan ke depannya masih ada acara-acara lain yang akan dibuat.

Ditunggu kedatangannya di proker2 HMIK selanjutnya, Fauzan :)

Lah, barangkali Mas Derry yang stress, hehehe, saya sih ngga gagal maju jadi Ketua BEM FISIP, ikut pemilihan juga ngga, mungkin Mas Derry salah orang, hehehe :p

Untuk "Just for Fun" kalo elo mau ngejayus, gih sama Tukul aje sono! Gue ga tau ya lo siapa, tapi kayaknya lo semacam anak Kom yang ga terima kritikan gitu, sampe bawa-bawa kehidupan pribadi orang... coba lebih kreatif lah, kalo ngga bisa kritis ya ngga usah ngomong bay! Hahaha!

Untuk Sarah, ngga Sarah, di Milis Kom 08, 20 Septmeber 2011, Sarah kirim gini loh: "Apa sih KomGathering 2011? KomGathering adalah acara dari Kekerabatan HMIK. Di acara ini, semua mahasiswa aktif HMIK diundang untuk berkumpul bersama dan menampilkan performance angkatannya." Jadi, artinya yang diundang memang mahasiswa aktif HMIK saja kan? :)

Untuk Just for Fun, Anda kok orang Indonesia sekali ya, hehehe.

Okay berbicara KomGathering,
apa hubungannya Fauzan performance angkatan sama mahasiswa aktif? Maksud dari performance angkatan kan penampilan dari tiap-tiap angkatan.

Pada kenyataannya di KomGathering kemarin yang tampil bukan hanya teman-teman yang lulus SAR kok. Perwakilan angkatan kita kemarin perform juga bukan karena mereka lulus SAR tapi karena mereka mau dan bersedia di tengah-tengah kesibukan skripsi.

Jadi, intinya yang diundang untuk perform dan untuk hadir bukan hanya HMIK aktif/ teman yang lulus SAR saja. Dan pada kenyataannya di hari H pun yang datang juga bukan cuma kalangan itu saja kok Fauzan :)

Anw Zan, setelah gw baca lagi kayaknya gw tau deh lo salah tangkep dimana.. Lo mengira mahasiswa AKTIF HMIK itu adalah teman-teman yang lulus SAR, begitu ya?

Padahal kata-kata mahasiswa AKTIF HMIK itu artinya adalah mahasiswa aktif dari HMIK UI, yang artinya belum lulus dari Komunikasi UI/bukan alumni.

Halo semuanya!!

Apa kabar? Semoga komen tret ini menemukan kalian dalam keadaan waras2 saja.

Cuma mau komenin si Bustin Jieber:

Your comment towards my comment doesn't offend me at all. But the way you write your comment is offending my reading ability and it tears off my retinas. Reading your comment is just like watching INBOX in text. It takes an Everest-sized efforts to get what you're talking about. Sorry for my reading ability.

For the enlightened Yurgen Alifia, you don't need to sweat my previous comment cause it's not more than a cyber mockery. And the Article 19? it's unbelievable that you think that I'm accusing you. I thought you're smart, Alifia. You better learn from your colleague Fauzan who don't give any response to my comment cause it's totally nothing.

Back to Bustin, you don't completely understand my comments. All I'm sayin' is, prasar has nothing to do with the personal quality. If they're naturally good, they you're just good. once again, it has nothing to do with prasar, at least for me.

Everyone has their own way to see what prasar is, and they have the right to see it. For me, i joined prasar cause I need to have fun, get interesting stories to tell, and get to know people. Besides, i need to do fun and stupid stuff when I'm still young as you can't do those stuff when you're old. I gotta say, I'm the one who is opposing senior supremacy and all that stuff. So, I'm opposing the trivial ideas of yelling others, walking as a snob senior and see all these fellas they called "junior", like midgets.

I gotta say what these cute fellow Fauzan has his points. Yes, HMIK needs a major change, cause the era has changed either. I don't wanna talk much about this cause all my great friends have told their POV about this as well.
I am not really disagree of what he said on this blogpost. But I disagree to see him walking down the hallway to Takor with a Garuda pin on his shirt. I just can't stand to see poseurs. So it's just plain personal. (don't bother to respond to this comments cause, again, it's nothing)

I have 2 message for Fauzan-Yurgen-like people and HMIK.
1. This organization is evolving. I can see it since Susi's leadership. They took a quantum leap of change, if you see it. And now, hopefully, it's getting progressive.
So for all the people who think like Jurgen and Fauzan; get your fat ass out of your chair, leave your laptop and take action. Ask HMIK to have discussion, I truly believe HMIK would love to have the honor to have a discussion with you.

2. For HMIK, I don't think it's necessary to forbid certain people to join the mailing list. Let them have it also and let them post every thing as long as it's ethical and informative. But if it's the rule of the game (Non-SAR, No milist), then be it. and for Non-SAR, face it. Milis HMIK is not a gateway to a place where the Leprechauns put their buckets of gold, anyway. I beg HMIK to do such discussion like this, cause you need to change. Be progressive, don't be scared of the seniors or whoever give you limitations. That's what organisasi kemahasiswaan is all about, no?
If you had thise discussions people like Yurgen and Fauzan can also have a place to speak up their mind. I know they are distorted and socially disabled but these people need to be heard and we need to hug them. HMIK is for all Communications students.


Cheers,

Boris

Terlepas dari poin yg gue setuju ataupun tidak setuju, gue menghargai tulisan lo ini kok zan.

Tapi coba dirapihin lagi. Masih banyak hal-hal yg redundant dan berputar-putar.

Dan sebagian besar yg komen juga sudah menuliskan pemikiran yg gue sependapat. Contohnya Boris dan Susi.

Dan gue bukan anak kom yang gak terima kritik kok. Emang gue iseng aja tadi.

Maaf lupa nulis nama. Gue Tulus Kom 2006.

Hahaha perbincangan di blog ini terlalu anak KOM banget dah, banyak omong, banyak argumen, banyak terdistraksi, isiinya sampah semua. Dari yang sok idealis, sok serius, sok marah, sampe sok2an ngorek2 tumblr orang terus ditaroh disini.
Woy anak2 KOM, bisa nya cuma mau eksis doang lo pada, cowo2nya bencong semua, cewe2nya hedon semua. pikirin tuh kekompakkan angktan dan jurusan lo sendiri tapi nyatanya terbuang dari dunia luar. Sok2an kompak di dalem tapi saling tusuk2an juga ternyata,, hahah

Poor KOM!

Gue Mahasiswa FISIP!

Beb, kalo kamu coba cari perhatian, gue cuma bisa bilang nais trayyy. Tp merujuk pada pernyataan Boris yg gue setuju sepenuhnya ya bebb, mending kamu melakukan sesuatu yg benar2 konkret supaya bisa diterima lingkungan sekitarmu dibanding cuma nulis panjang ngalor-ngidul. Paling gak perhatian yg kamu dapat bisa lebih dari sekedar olok2 kehidupan pribadimu yg kamu tulis di blog yg lain.

Cheers to beb

Meh. Peduli amat lo eksis di kampus FISIP. Anak kom sih eksis di dunia kerja.

Eh, gatel komen lagi.

Buat Yurgen sama Fauzan, kalo butuh perubahan ayo dong bergerak. Jangan ngemeng aja di sini. Samperin anak2 HMIK, kalo mereka gamau nyamperin lo. Tampol mereka kalo mereka ga menghiraukan lo. Kalo tangan kalian terlalu feminis karena lebih cocok posting tumblr, kalian bisa minta tolong tangan teman kalian, Abal misalnya, buat ninju mereka.

Just for the record, as long as I lived and worked for HMIK, I never see any single thing of Yurgen's efforts and actions to show what she's sayin in every social media. so, Jurgen please dont let the NABO (No Action Bacot Only) stick on your image from me. Enlightened people enlightening, not just talking on the pseudo-global simulation public speaking contest.


Cheers,

anak kom mengatakan...
Meh. Peduli amat lo eksis di kampus FISIP. Anak kom sih eksis di dunia kerja. --> Haha kebukti anak2 kom tuh budak2 kapitalis, cuma bisa jadi babu kapitalis

Dear Fauzan,

Terima kasih untuk tulisanmu ini. Sungguh menjadi sebuah oase di tengah kisruhnya persepakbolaan nasional.

Dan semoga suatu saat HMIK akan membuka lowongan Head of Communication Office.

Salam,

Viola yang lebih menyukai tumblr-mu dibanding blogspot-mu

Dunia kerja itu tidak sama dengan budak kapitalis. Nyokap bokap lo jualan toge juga itu kerja.

Lo beneran anak FISIP bukan si? kok goblok?

Khusus buat mas boris yang ngerasa tau banyak apa yang gw lakukan dikampus tapi ternyata ngga,

gini brother, it's kinda funny to read your writing:
1, "For the enlightened Yurgen Alifia, you don't need to sweat my previous comment cause it's not more than a cyber mockery. And the Article 19? it's unbelievable that you think that I'm accusing you. I thought you're smart, Alifia. You better learn from your colleague Fauzan who don't give any response to my comment cause it's totally nothing"

Dude, we are talking some serious issues about our beloved HMIK, and u keep saying unimportant and unnecessary statement like this. Please be consistent, if you wanna joke out, this is not the place, you know we could do it on other means.

2. " I gotta say, I'm the one who is opposing senior supremacy and all that stuff. So, I'm opposing the trivial ideas of yelling others, walking as a snob senior and see all these fellas they called "junior", like midgets"

Dude, once again, don't u remember what we had like 3 years ago? u said u oppose senior supremacy? like yeah, i guess we really need to discuss this, i have plenty things about "senior supremacy" practices to remind you. You oppose the idea at yelling others? i think you yelled many times when u initiated us, ^^, so again, be honest.

Moreover, lo nyuruh gw take action? let me tell u this, gw cukup vokal diangkatan, ngasih saran gimana prasar bisa berjalan dengan lebih baik, gimana ga usah ada marah2, gimana praktik2 negatif di prasar di minimalisir. Tapi saran2 itu tidak, atau lebih halusnya, belum didengar dengan baik oleh tmen2 angkatan. Gw juga bicara ini dengan HMIK. Gw seneng pas jaman Susi, dia sempet ngundang gw beberapa kali untuk diskusi, dan voila! hasilnya oke kok, ada beberapa perbaikan.

But like i said, perbaikan nya ga terstruktur dan terencana dengan baik. Susi did a good job, tapi kepengurusan HMIK setelah susi dan selanjutnya, mereka punya tugas lebih berat lagi, yaitu memastikan Prasar bisa menjadi kegiatan orientasi yang produktif dan bukan malah melahirkan dampak2 negatif.

So my brother boris, i take actions, so don't judge people just because u want to, when in fact, u know nothing about him.

Buat Daud, daniel, sarah, dan semua yang sepakat diadakannya diskusi terbuka. Gw akan ngomong sama Icul dan Boby sebagai pengurus HMIK sekarang mengenai acara ini. Namun, karena mereka masih di Madura karna ada acara dgn mahasiswa kom se indonesia, gw masih tunggu kepulangan mereka. Semoga invitation acara ini bisa secara resmi datang dari HMIK, biar lebih bagus acaranya.

One last thing for Boris, u said I was “distorted and socially disabled”? is it another joke? Or it is meant for something serious? If it is serious, I can say, even in a place like this, u love bullying you junior with your words, what a shame, ^^

Cheerio!

hahahahahahahahahaha!!! I nailed it.

Touche' yurgen, Touche'...

i've got nothing to say.
It's just personal, isn't it.

I won't be messing around with it.

about what i did 3 years ago, I know it's bad but I like it, gotta tell you, bro. You know, people love to drink though they know it's not healthy, but some people drink it cause it feels good though they feel like shit cause of the hangover.
Yes, I gotta say I like it cause it feels good to me. But I know it's bad. That's why I don't want to keep this as a annual communal behavior. That's why I encourage us to make difference. That's why I always have discussion with everyone during Input's presidency, that's why I keep my ears listening. I hope you were in the system so that you can change it. I completely support you and people like you, cause this place needs to be changed.

Whoa! I am sorry if I am not allowed to mess around here. I won't do it again. I swear I won't do it, mother.

So here's the thing:
1. regarding the substance, I agree to some points. I encourage everyone to make change. My heart goes to progressive people. I have to say it again, I agree with the spirit of change and I encourage you to make it.

2. regarding the jokes, you know it's personal. It's just that I don't like you, Y. and when I say I don't like you, it doesn't mean I don't like you. There's no way for me to be black or white, you know.
I don't like bully? says who?! I like bully, though I know it's good. and just for the record, I like to bully everyone, no matter they are younger or older. Don't play victims here. And if you don't like it, say it and fight back just like what you did on your latest comments, which is good to me. and then it's fair I guess.

See, I won't be talking further about the substance cause I know all my friends here are more capable to do it than I do. So I talk based on my cognitive capability. I am smart, Yurgen, but there are zillions of people smarter than me, even yourself are.

I hope you get what I'm sayin here, Y. Please don't be hard of what I wrote. I love you (this ain't joke)

Dear all,

Menarik banget yah baca komentar yang masuk. Untuk anak fisip: lu kerja di LSM atau sejenisnya ya sampe bs nyebut orang budak kapitalis? Kalo ya, boleh kenalan sama gw.

@Fauzan: could not agree more with Boris, coba lebih konsisten jangan kaya HMIK.

Btw bagus banget kalo kalian punya banyak cita2 ttg perubahan sosial. Sukur2 ada yang mao terjun ke sektor pembangunan, entah jadi PNS, CSR, atau bahkan LSM. Gw tunggu pembuktiannya setelah lulus! :D

Salam dari dunia LSM yang lagi krisis donor.

Ps: apakah anak fisip juga merasakan hal demikian? Gw rasa nggak kalo lu kerja di donor atau jadi PNS hihihihi

Dear all,

Better kita bertemu tatap muka, berdiskusi dengan kepala dingin dan hati yang hangat. Mari kita selesaikan masalah dengan menemukan solusi yang bisa diaplikasikan.
Seperti saat pertemuan 2005 dengan 2007 beberapa tahun lalu. Uwo hooo.. Lalu cinta pun tumbuh bersemi. #malamEH
Ditunggu undangannya aye!

Bagi senyumnya dong kakak-kakaaak :)


Hugs,
Emelia Lionhearty kom 05

nggak minat nanggepin yg lain. cuma gatel nanggepin kalimat2nya yurgen yg sgt puber intelek. tolong aja nih sebelum enlightening ppl, make a change, atau transformasi ideologi, coba cari tau dulu arti kata 'anarkis' itu apa sblum asal make.. paling tidak monggo buka di wikipedia aja dulu.. ok ok. malu kan intelek tp ngaco pake istilah.

salam anarkis ;)

iya boris, i love u too brother, ^^

ps: masih ada aja org anonim ya. mental pengecut, ^^, dan maaf gw ga pernah pake kata anarkis sebelumnya, tapi ada yang nuduh2.

enough said, let's focus on the meeting. :)

Tweet @inalisme: Gini ya, kalo lu mengkritik anak komunikesyen kaga bakal didengerin, yang ada mereka bakal kepoin hal paling gak penting dr lu :)))) (28 Sep)

Saya juga jadi kepo nih sama situ, sama-sama kepo dong kita, hehehe, tapi kok @inalisme malah "menjatuhkan" anak Komunikasi? Jadi kalau mengkritik anak Komunikasi udah pasti ngga didengerin ya? Wah, ternyata anak Komunikasi emang pada merasa Dewa berarti ya? Ckckck... mungkin saya yang kuno, atau mungkin istilah "kritikan membangun" udah ngga berlaku lagi? Atau hanya untuk anak Komunikasi saja?

Kata Boris: "Buat Yurgen sama Fauzan, kalo butuh perubahan ayo dong bergerak. Jangan ngemeng aja di sini. Samperin anak2 HMIK, kalo mereka gamau nyamperin lo. Tampol mereka kalo mereka ga menghiraukan lo. Kalo tangan kalian terlalu feminis karena lebih cocok posting tumblr, kalian bisa minta tolong tangan teman kalian, Abal misalnya, buat ninju mereka."

Kok saya rasa-rasanya malu punya senior seperti Mas Boris ya? Tenang aja, Mas Boris ngga perlu menganggap saya sebagai juniornya Mas Boris, tapi kata-kata di atas (dan beberapa komentar Boris di atas) membuat saya berpikir: kok anak Komunikasi pemikirannya pada begini-begini banget ya? Ah, ya sudahlah... (-__-")

Saya juga sepakat dengan Yurgen soal diskusi. Saya akan tunggu perihal undangan HMIK jika HMIK memang punya itikad baik untuk memfasilitasi diskusi yang terlanjur terjadi di blog ini, tapi saya percaya HMIK masih punya niat baik. Tentunya, saya akan tunggu. Saya harap tentu HMIK-lah yang memulai, bukan saya, karena dengan demikian saya jadi sedikit lebih yakin bahwa HMIK memang peduli.

oke nih ya...

gw rasa dialog opini dan idenya udah cukup bagus di sini. sekarang mendingan dijadiinlah si diskusi di yang pertemuan benerannya...

kan idenya adalah lebih baik didiskusikan oleh semua stakeholder komunikasi. jadi menurut gw kalo ide ini dilanjutin akan sangat brilian.
terlepas hasilnya apa, setidaknya ada pertukaran ide di situ. I think we've had enough making this blog being a hit till the owner starts to monetize it.

jadi, gw menantang kalian semua, baik yurgen fauzan dan HMIK, untuk ngadain diskusi bareng2.
I challenge you to:
1. make a, hopefully, big forum where pengurus HMIK, badge representatives(incl. 2011) alumni (susi? anak 07 atau 06, atau siapa yang nganggur)to talk about everything which needs to be discussed.

2. Make agenda of all of the things need to be talked about (point by point)

3. Put the discussion into a note, and somebody put it voluntarily on social media (blogs, facebook, tumblr, manjam, whatever) so that people can see what have we done from here.

I'll be waiting for this discussion to be held until November. If it's didn't happen till December, people will think that this blogpost is just not more than a nonsense.

I am not giving you order or playing boss here and nobody is formally in charge for this. If you think you are a change maker, you will voluntarily do it and ask your friends to make it better.

I would be giving you guys much respect and honor if you can make it. You will make yourself and everybody to be proud of you.
I won't be saying anything bad about you guys anymore if you can make it, cause you are a truly visionaire. You can have my word as a man... with big balls.

So, Whaddayasay?

*ah bangsat grammar gw berantakan banget, multitasking babik**

***intermezzo sambil lalu****

Babik ni si Yurgen sama Boris ngomongya pake bahasa Inggris melulu, translatein dong, gue kan yang nyimak daritadi jadi kedistract melulu hahaha, Eh bener ga sih distract tulisannya gitu?

Halo, saya Intan 2003. Iya, saya tua. Mau tanya beberapa hal, karena saya memang tidak aktif lg di kampus setelah lulus thn 2008...

1. Sistem apa yg menurutmu (saya kutip) "dalam pelaksanaan Prasarasehan dan Sarasehan jurusan... sistem tersebut sudah tidak lagi relevan diterapkan di zaman kita saat ini?" Adanya salam? Pembuatan buku ttd/nametag/dll? Senior yg marah-marah? Waktu 1 semester?

2. Kamu merasa HMIK (saya kutip) "sangat berpihak pada mereka yang berstatus "Sar."Jadi, HMIK ini mewadahi kepentingan anak "Sar" saja?" & "HMIK yang kurang mendengarkan suara-suara di luar mereka yang "Sar." Jadi, lagi-lagi, HMIK ini mewadahi kepentingan anak "Sar" saja?"

Selama saya kuliah, tidak ada perbedaan perlakuan HMIK pada anak Sar & non-Sar. Dan dr cerita teman-teman di atas, (saya jg kenal dgn mereka, kok) jg tidak ada tuh setelah saya lulus. Soal milis? Yah, seperti yg sudah dikatakan teman-teman lain, itu kan konsekuensi kamu tidak mengikuti Prasar, bukan? KAMU TAHU ITU. Memangnya kamu & teman-teman non-Sar lain enggak boleh makan di Takor? Atau enggak boleh masuk Jur? Diskriminasi apa sih yg kamu rasakan, kalau saya boleh tahu?

Sebagai anak Kom, pasti kamu belajar soal field of experience. Anak-anak yg mengikuti Prasar-Sar punya f.o.e berbeda dengan yg tidak. Mereka punya sense of belonging antara sesamanya. Begini, kamu pasti merasa lebih dekat & protektif kan dengan anak-anak yg sedaerah/se-SMA/sekomplek/se-apalah dengan kamu. Kenapa? Yah, karena adanya f.o.e yg sama, sense of belonging yg tinggi. Bukan berarti anak-anak yg lulus Prasar-Sar cuek dengan yg tidak. Kamu mengerti lha sebagai anak Kom. Itu mungkin yg membuat kamu merasa "tersingkir." Dr obrolan, pengalaman, dst, dst, dst.

3. Waktu angkatan saya, ada 3 calon Ketua HMIK. Dan semuanya maju atas inisiatif sendiri. Saya jg pernah jd anggota Seksi Danus HMIK periode 2004-2005 & 2005-2006. Itu pun atas keinginan saya. Dan setahu saya (plus dr cerita teman-teman di atas, maupun blognya Susi), tidak ada ya kesulitan regenerasi. Sebagai organisasi mahasiswa, HMIK sudah menjalankan fungsinya utk membantu & melindungi anak Kom dlm hal yg tentunya berhubungan dgn kuliah. Yg enggak berhubungan dgn itu, buat apa? Tidak ada AD/ART, so what? Soal kader... Kader apa sih yg kamu maksud?

4. Tidak peduli dgn HMIK-nya? Masa, sih? Buktinya, HMIK kamu "serang" begini langsung banyak kakak-kakak yg pasang tameng.

Sekian pertanyaan-pertanyaan dr saya. Kl bersedia, silakan dijawab. Kl tidak, yah itu hak kamu.

Terima kasih. :)

Wih kakak 2003 udah mulai dateng nih,,
#nyimak nunggu Ardom sama Wigra dateng komentar :p

Busyet gw ga sempet baca komennya si Ojan ke gw.

Seriously Ojan, apart from the way you dress and your tumblr, I do respect your ideas. Please see my previos comments, have I mention anything that I'm opposing your ideas on this blogpost???
Tadinya gw respect sama lo karena lo punya ide dan mengutarakannya di sini, cuma sekarang? you're a dust.
Reading your comment for me it's shameful.


Lemme break these things down.
"Buat Yurgen sama Fauzan, kalo butuh perubahan ayo dong bergerak. Jangan ngemeng aja di sini. Samperin anak2 HMIK, kalo mereka gamau nyamperin lo. Tampol mereka kalo mereka ga menghiraukan lo. Kalo tangan kalian terlalu feminis karena lebih cocok posting tumblr, kalian bisa minta tolong tangan teman kalian, Abal misalnya, buat ninju mereka." -->>>> dude, THAT IS AN ANALOGY

oke, gw minta maaf kalo lo ga nangkepnya sebagai analogi. gw akan jelasin ya.

Maksud dari perkataan gw adalah, yaudah! kalo lo punya ide, ajakin mereka ngomong, bikin wacana diskusi. sadarin mereka kalo kita perlu ngadain di diskusi ini. kalo HMIK masih ga bisa di-approach, sadarin mereka. ajak orang- orang yang berada di lingakaran HMIK yang memiliki visi sama elo buat nyadarin HMIK kalo kita bener2 ngadain diskusi ini. Yakinkan mereka, sadarkan mereka dengan bantuan dari orang2 yang di dalam mereka yang sepaham sama lo (ini maksudnya gw dengan "meninju", Abal gw asumsikan sebagai anak HMIK yang memiliki visi sama lo. Yakinkan kalo mereka juga harus memiliki kesadaran akan perubahan dan lakukan tindakan.

Gw yakin kalian bisa, apalagi ditambah dengan banyaknya anak2 yang sevisi sama kalian, usaha kalian pasti lebih mulus.

BEGITU LOH OJAN.
ADUUUUUH, OJAAAAAAAAANNN....!!! *kayak di Sketsa TransTV*


Soal senior-junior, gw jadi bingung ini siapa yang pemikirannya kolot jadinya.
Buat gw, gw ga pernah kenal konsep Senior-Junior, IN MY LIFE.
I don't like the idea of such "social stratification" like this.

Buat gw, senior ga gw anggap sebagai senior. tapi gw anggap sebagai orang yang punya pengalaman lebih dulu (belom tentu pengalamannya lebih) dari gw. gw tanya banyak hal dari mereka tentang apa saja, gw belajar banyak dari mereka. they inspires me so that i can be what I am now. I love learning from them. So I respect them. I respect them as a person whom I can learn from, whether it's good thing or bad thing.

Dan buat gw, gw ga kenal sama konsep junior. Having them calling me with "kak" "bang" or "mas" makes me cut my ears off and wish i was deaf.
I see them as a friend whom I can share experiences, stories, and everything. I even ask them about everything cause I also learn from them. there are many of my friends, whom you address as "junior", who have a lot of precious experiences. I also learn from them. These amazing people inspires me as well. So I respect them as my lovely friends.

Kalo lo, FAUZAN, masih mikir pake konsep junior-senior dan malu punya senior kayak gw. Bodo amat.
Cause i dont recognize the concept of "JUNIOR SENIOR". If you are ashamed of having a "senior" like me, don't bother with the empathy feeling of being ashamed cause we're not related.

So, my points are:

1. you dont understand my analogy. so lemme break it down for you

2. senior-junior is such an medieval concept. so leave it

3. I still encourage you to make the change and urge all the people involved in HMIK to talk about this. cause WE NEED IT



Begitu lho ya, fauzan. Please make a big note of it.

Halo Fauzan,

Seru. Ya, seru. Blogspot lo, Tumblr lo, komen-komennya... Semuanya.

Ngomongin Tumblr, gw liat salah satu post lo tentang desain kaos bertuliskan "GUE ANAK SAR, mo apa lo?" Boleh dijelaskan itu maksudnya apa? Kalo menurut gw, gw menangkap kesan bahwa anak Sar itu jumawa, sok hebat, dan semacamnya. Padahal gw sebagai anak Sar nggak merasa begitu, pun nggak pernah mendengar anak Sar lain berkata demikian. Maksudnya becanda? Kok kayaknya seperti sensitivitas berlebihan ya terhadap Sar?

Dan kalau benar yang Just For Fun kutip, tentang pembicaraan lo sama sang kekasih yang ujung-ujungnya 'nggak konsisten kayak HMIK', I think you really have 'something' in your mind towards the organization.

Hanya mau mengkonfirmasi kok. Salam damai ya. :)

PS: Buat yang punya standpoint sendiri, apalagi yang 'keras' dan sampe nyerang pihak lain tapi beraninya cuma anonim atau nama samaran... Ckckck... Nyari aman banget sih. Chicken. :)

Ema, Komunikasi 2007

halo, saya supriyatno kom 06
mau ikut nyamber komentar untuk dua hal aja :
1. dari diskusi disini segera aja diadakan forum bersama biar ga jadi debat kusir.poinnya baik yang sar maupun yang enggak itu kan semua bagian dari masalah, jadi ya smua harus ikut dateng dan inisiatif. ga bisa anak yang enggak sar cuma cukup tulis blog lalu pergi nglimpahin penyelesaian ini kepada mereka pengurus hmik atau yang beratribut sar aja.egonya turunin dikitlah, begitu juga sebaliknya. semua dateng loh ya, jangan ntar karena ada prioritas lain jadi bikin blog lagi masalahin lagi..

2.untuk masalah milis, Milis HMIK itu sifatnya tertutup dan berlaku aturan internal yang harus
dipatuhi oleh membernya (semua pada tau lah ya). Menurut saya, keberadaan milis
lebih bersifat kekeluargaan mahasiswa dan alumni daripada bersifat sbg
organisasi. Gatekeepernya juga moderator. Namun jadi rancu karena namanya milis HMIK--himpunan mahasiswa, Jadi
ga salah kalau semua anak kom merasa berhak untuk join. Kalo di AD/ART HMIK ga diatur
mengenai milis berarti milis HMIK sifatnya unofficial,tidak ada mandat tertulis
bahwa milis itu mewakili organisasi HMIK yg sekarang pengurusnya angkatan 2008.Makanya kalau namanya "milis HMIK" ya gak
dibenarkan kalau ada yang pengen milis itu
hanya untuk anggota yang sar aja. Kalau ada yg ga sepaham sama milis bisa aja bikin
grup baru, biar ga bermasalah jangan pakai nama yang mengatasnamakan semua
sementara prakteknya ada pembatasan-pembatasan. just CMIIW

tentang hmik kayaknya udah banyak yang berkomentar dan ngasi solusi.

mau curhat dikit aja masalah marah-marah di prasar. maaf kalo bahasanya belepotan.

saya ga tau angkatan sebelum dan sesudah ini gimana. ini saya ceritakan yang saya alamin pas prasar tahun saya.

dan ini pendapat pribadi jadi ga usah bawa embel-embel lain kayak sar, non sar, angkatan atau apapun lah.

waktu ngikutin prasar saya juga kesel kenapa juga mesti marah-marah kayak gitu kakak-kakaknya. saya juga sempet tergoda untuk quit karena ga kuat diteken mulu.

dengan sok kritis, saya mikir "bisa ga sih nih sistem diubah". awalnya saya pikir gitu makanya saya terusin prasar sampai sar semuanya.

gombalnya sih, karena saya tau kalo keluar dari sistem trus pengen ngerubah sistem bakalan sulit. mungkin bisa, tapi lebih mudah kalo saya bagian dari sistem.

alasan lain
-saya tipe orang yang suka kenangan
-saya penasaran endingnya apaan
-kepalang tanggung

tapi setelah saya jalanin, saya baru liat dampak dari marah-marah itu. tekanan-tekanan itu menekan orang sampai ngeluarin sisi aslinya orang itu, ada yang ga tahan dengan tekanan makanya keluar, ada yang makan temen, ada yang cari aman, ada yang bener-bener ikhlas bantuin temen, ketahuan sampe situ.
jadi bisa milih-milih lah mana temen yang mau jadi temen deket mana yang temen biasa.

dengan tekanan itu juga akhirnya bisa kenal seenggaknya dengan 72 temen kom09 lebih deket. ini mempermudah saya untuk bisa ngenal temen. jadinya kan kalo niat mau kenal semua tinggal ngobrol2 sama yang belum deket kan tuh.

makasi kakak-kakak kom2007, terutama panitia spectacomm yang udah berhasil nempa kita sejauh ini.

ngeliat sisi positif ini, keinginan untuk ngubah marah-marah di sar saya urungkan demi kebaikan mereka juga yang moga-moga bisa ngalamin apa yang saya rasain ;)

akhir kata, diingatkan kembali ini pendapat pribadi, kalo misalnya ga suka sama curhatan saya, langsung bilang ke saya ya,,

cheers
-heiwa

Maaf maaf banget temen-temen semuanya, saya gatel banget untuk ngomentarin komennya Kak Emel ini, hehehe.. :

"Better kita bertemu tatap muka, berdiskusi dengan kepala dingin dan hati yang hangat. Mari kita selesaikan masalah dengan menemukan solusi yang bisa diaplikasikan." ---> Setuju banget, yuk Mari ditunggu undangannya, ya kan Boris? Perlu dingat, alumni cukup diminta pendapatnya aja loh, wewenang penuh ada di pengurus HMIK.

Komen yg ini :
"Seperti saat pertemuan 2005 dengan 2007 beberapa tahun lalu. Uwo hooo.. Lalu cinta pun tumbuh bersemi. #malamEH" ---> Uwo uwoooo, Hahahaha.. emang ada cinta yang tumbuh? Hahaha.. Kalau saran model diskusinya sama kaya kejadian malam pertemuan 05 dan 07, menurut saya gak sehat ah buat diterapin sekarang, hehe..


Peace ya kakak-kakak. No Hurt feeling-laaah.. :D

Oya Fauzan, Komen di blog saya udah saya respon loh, makasiii.. :D

salam,

wahaha ini dia nii yang didemenin anak KOm, sesibuk2nya anak KOM kalo ada yg beginian pasti sempet baca, komen dibaca semua, terus komen balik dah,hahaha Kalo gw jujur lagi bolos kerja dan internet rumah baru bangkit lagi sooo #ngeles.

Bro Jan #sokasik
1. sering2 baca naruto ya, bener deh hidup jangan serius2 mulu #efek ga coverbothside terserah gw nilai dia apa

2. oi beneran d baca naruto, dia awalnya teralienasi kayak lo tapiii lo baca episode syarat menjadi hokage beeuh persis kata2 kang lucky tuh. nih linknya http://kakasensei.xtgem.com/Naruto/552
salah satunya si bilang gini
seberapapun kuatnya dirimu jangan menanggung sendiri niscaya kau akan gagal

bukan karena elo seorang hokage#pemimpin terus diakui
tapi karena lo diakui dulu sama temen2 lo makanya lo bisa jadi pemimpin #hokage

3. kalo lo anak kom apalagi jurnal pasti tau tujuan cover both side, simpelnya menurut gw pertama ntar lo keliatan bijak, aspirasi lo didenger, ga ada permusuhan dan debat tiada batas hadeuh

4. kapan2 ngobrol2 lah ditakor, maen kartu, habiskan waktu buat yang ga penting n ga serius jadi lo bisa toleransi saling ngerti sama yang beda ama lo

5. bro gw saranin lo sekalian buat video di youtube makin eksis ntar lo beneran deh hitnya sinjo n briptu lewat lah kalo lo kritik hmik di youtube,wakakak

maaf ya gw orangnya ga bisa nulis pintar kayak boris or yurgen pake inggris lagi mendingan ngobrol bener deh,hehe

Ressa Truna Priono
mau contact temenan ama gw aja di fb gw ga liat sar atau non sar disitu no hp juga ada dipage gw kalo mau ngobrol sebenernya si gw prefer ngobrol ama cewe sii

buat emel pliss jangan nyinggung asmara o5 07 cukup galau di twitter aja loo,haha

Dear Ressa dan Susi,

Ahahaha.. Emangnya gak ada cinta bersemi yah di diskusi itu? Kan 2005 cinta banget sama 2007, baik secara komunal dan individual. #EhMenjurus

Ya udah lah ya, cyiiin...
Capcus dulu dari pada makin galau di sini :p

ahhhh... Emeeeeellll....

daripada galau mendingan mimpiin akyuwh aja kayak semalem *wink wink*

Eh gimana kalau ini blog kita jadiin forum temu kangen aja yuk, kayanya udah mulai banyak yang dateng nih alumni2 ke blog ini.
Gimana fauzan? setuju gakk? jadi kan ente bisa lumayan mengenal dan jadi dikenal tuh sama senior2 Kom, terus bermanfaat juga bisa ngumpulin semua mahasiswa dan alumni di blog ente.
Trus kedepannya nama Blognya ganti deh jangan jadi fauzanalrasyid.blogspot.com lagi, tapi jadi temukangenanakkom.blogspot.com

HORE!

hehe

"We have a habit of divine discontent with our performance. It is an antidote to smugness"

~ David Ogilvy

Teruslah beropini kawan-kawan!

ude deh cewe2 kom masuk krim aje semua, di krim dikit yg cantik.

temen angkatan gw ngeluarin gw dr prasar pdhl dulu pengen bet ikut

Anak 2004:

Wih Ayon beraksi sekarang di dunia online. ati2 yah dek sama ini orang bisa2 nanti dibawain pisok pada kabur kalian pada,,

Orang gila lu pake bawa2 piso. Gw beri Bang zul kicep lo semua!

Halo Fauzan,
Dari kemaren nyimak, akhirnya hasrat alami sbg anak kom utk berkoar2 dan ikutan eksis pun tak bisa terbendungkan (terlalu menggeneralisir gak sih gue zan? Hehe)
Btw sebelumnya gue mau ngucapin selamat utk fauzan, akhirnya lo bisa eksis dan terkenal juga di kalangan anak2 "SAR" Komunikasi. Traffic blog lo jg jadi kenceng gue liat 2 hari ini, (pasangin adsense dah tuh buat nambah penghasilan, hehe).
Gue jg sangat salut dengan keberanian lo mengutarakan pendapat dengan ide2 yg berbeda, tegas, berani dan cukup mengejutkan utk bbrp orang (sayang org pemikir seperti lo memilih utk ga ikutan SAR, harusnya dulu ikut SAR jalanin aja bbrp bulan doang paling, susah senengnya jg ga ditanggung sendirian doang bisa rame2, biar apa? Biar semua ide2 pemikiran lo itu bisa setidaknya sedikit direalisasikan di dalam sistem tersebut, kalo begini udah susah kan jadinya krn lo berada di luarnya. Tapi ahh sudahlah itu semua sudah berlalu, udah mau lulus juga kan ya)
Nah sekarang kan udah jelas nih kebuka semua uneg2nya antara sang pejuang Non Sar selama hampir 3.5 taun dgn para mahasiswa yg terlibat di HMIK atau gue bilang SAR aja kali ya biar lebih jelas lugas, tegas dan tajam :p, Setelah melalui diskusi via Blog ini yg berlarut, lebih baik ayo dilanjutkan ke tahap action.
Ya mungkin spt yang temen2 ud bilang melalui open discussion, nongkrong di takor atau bikin seminar khusus ngangkat hal beginian di AJB atau PsJ sekalian #lebay.

Mungkin buat gue secara pemikiran udah banyak bgt yg wakilin disini, cape jg nulis yg berat2 mending kita have fun go mad aja.
Jadi mgkn gue cm bisa berkontribusi sedikiiit sekali melalui tulisan ini.

Daripada kita tarik urat di dunia maya, Gimana kalau gue bantuin buatin rundownnya aja ya kaya begini (ini yg gue tulis cuma selintas lewat di otak gue aja barusan ya ):

Budget: Seadanya Fauzan di dompet brapa ,HMIK ayo bantuin kalo bersedia :)
Panitia:
Ketua: Fauzan (kalo mau)
Wakil: Fauzan yang pilih (kalo mau jg)
PJ PJ: Fauzan jg yg pilih deh

Pembicara:
-Fauzan (Head of Communication BEM FISIP UI, Kom 08, agent of change mahasiswa Kom UI, blablabla)
-Icul Maricul ,Ketua HMIK yg sekarang
-Boris (Kom 06, mantan Wakil Ketua HMIK, TKI di Thailand, blablabla),
-Siapa lagi?
-siapa lagi?
-siapa lagi gitu biar rame

Moderator:
-Apakah Yurgen bersedia?

MC: Roby Toyor, dulu waktu zaman angkatan gue terkenal bgt tuh seFisip #eh tapi mereka bkn anak Kom yah, yaudah ganti deh maunya fauzan siapa gitu.

-Peserta: anak kom + alumni, terserah siapa aja yg punya waktu mau dateng ngurusin beginian

-Sponsor: Nasi Alo Takor + Puyunghay Chinesefood Takor jg boleh

Nah kurang lbh begitu teknisnya.
Kalau memang nantinya ide temen2 utk membuat diskusi ini terlaksana secara real, gue usahain ikutan dtg sebagai tim hore.
Bagi temen2 yang mau bantuin lagi mungkin bisa dikasih sumbangan ide, tenaga, materi atau hal lain lg untuk kemajuan HMIK kita semua, ya gak Zan?

*Just for fun yah buat ngeringanin otak sebentar kok, kalo merasa ini sampah ga usah ditanggepin hehe, senyumin aja di depan laptop :).
Selebihnya ada yg mau lanjutin diskusi beratnya lg silahkan hehe...

Have a great weekend all
Batchin Kom06

woi kok sepi sih woy, udah nih gini doang ga ada kelanjutannya setelah debat kusir berlanjut2?
Udah puas zan eksis di dunia onlinenya?

teman-teman ojan..tante minta maaf ya..anak tante emang lagi lucu-lucunya.. emang bikin gemeees banget.. tante aja sering cubit-cubitin ojan..

mbak, aku juga gemes nih liat ojan.. pengen aku cubit-cubiit deh..

mama sama om! kok aku ga dicubit2 sih? aku kan juga lagi lucu-lucunya

ojan, gorengannya belom bayar kemaren lho.. besok bayar ya..

diskusi aja langsung...ga sehat kaya gini..hehe..hati boleh panas kepala tetap dingin..sampaikan kritik dengan cantik dan elegan :) peace yo!

hal terpenting dari diskusi adalah solusi...
so enough for dunia maya..
make it real..

Komentarnya emang lucu-lucu deh, bikin gemes, duh, hahaha! Beberapa anak Kom emang suka melucu emang... Diskusinya, Insya Allah, ditunggu aja ya... Saya juga sudah berdiskusi dengan Ichul, ketua HMIK 2011 :)

hayoo mau minum apa nih? mau makan apa nih? batagor kuah aja ya!

Kaak..tisunya kak daripada galau..tinggal dikit abisin dong

Beb, aku sebeeeeeeeeel!
Kok blog ini banyak komentarnya, blog pacaran kita kalah dong :(((((
*mukul2 lucu dada ojan*

tenang beb..
aku sudah menyiapkan jalan keluarnya..gimana kalo kita pacaran disini?

gapapa beb.. tetep blog kita ga ada yang ngalahin deh cupsmuah!

Duh yang di atas jangan ngaku2 and manggil2 ojanku 'bebeb' deh :(

Beeeeeeeeb, gimana nih!?

sy anak sar dan samasekali g bangga udah ikut sar. mau berhenti g jadi krn temen2 pada ngemis kita2 yang mau out buat stay krn nanti poin dari senior akan dikurangi.
di sar g dapet esensi apa pun tuh selain terlambat mengerjakan sholat, perendahan harga diri, dan terbentuknya gap di anak kom bahkan yg satu angkatan.

mengenai kutipan
"Jika kita melihat sebuah kekeliruan, jangan diam. Ubahlah dengan tanganmu. Jika kita mendengar sebuah kekeliruan, jangan diam. Serukan dengan suaramu. Jika kita merasakan sebuah kekeliruan, jangan diam. Ingkarilah dengan hatimu."
—Muhammad Alvin Dwiana Qobulsyah (2009)

lebih baik dari sumber yang sahih

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (Riwayat Muslim)
berbagi ilmu saja :)

aduh kalian jangan bawa bawa agama deh cyiiin..

Alhamdulilah yah ustad solmed dateng untuk jadi penengah....
Pokoknya jangan sampai ada "sesuatu" yah di blog ini.

Dor Pret Suer Metal

Mana suaranyaaaaa?????

Dungpret dungpret, kok sepi?
dungpret dungpret, mana suaranya??
dungpret dungpret, jadi cuma wacana???
dungpret dungpret, cuma naikin trafik blog saja?
dungpret dungpret, sepertinya realisasinya terlihat nol ?
dungpret dungpret, yaudah mendingan belajar skripsi biar cepet lulus dan dapet kerja?????

Dear Kakak-kakak dan teman-teman Komunikasi,

Prasar-Sarasehan merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh mahasiswa/i Ilmu Komunikasi UI. Perdebatan pro-kontra mengenai kegiatan tersebut selalu ditemukan dalam kehidupan insan komunikasi UI sehari-hari. Mulai dari ngobrol-ngobrol di Takor hingga diskusi formal dengan pihak Departemen. Namun, diskusi mengenai Prasar-Sarasehan tidak pernah diakomodasi secara formal dalam forum terbuka dimana dapat dihadiri oleh seluruh stakeholder Ilmu Komunikasi UI (Mahasiswa aktif, alumni, dosen dan pihak Departemen). Selain Prasar-Sarasehan, isu lainnya yang sering terdengar adalah revisi AD/ART HMIK yang lagi-lagi juga tidak pernah didiskusikan secara terbuka.

Ditambah lagi, ada dua isu yang sedang mengemuka dari Departemen Komunikasi UI yaitu Eksistensi Prasar-Sarasehan 2012dan Pembekuan HMIK– sesuatu yang tentu saja tidak kita inginkan untuk kembali terjadi. Kedua isu tersebut muncul akibat adanya indikasi pelanggaran kesepakatan antara Departemen dengan HMIK mengenai tenggang waktu pelaksanaan Prasar-Sarasehan 2011. Selain itu, forum ini juga bentuk tindak lanjut tulisan blog saudara Fauzan Al-Rasyid mengenai kritik terhadap HMIK. Mengingat bahwa masa depan HMIK berada di ujung tanduk, maka kita perlu mengadakan forum untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Untuk itu , HMIK mengadakan Forum Terbuka HMIK.

Tema: “Reformasi HMIK : Mencari Relevansi Prasar-Sarasehan dan Efektivitas AD/ART Organisasi”

Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tanggal : Sabtu 26 November 2011
Waktu : 13.00-16.00
Tempat : Ruang E.103A-B FISIP UI (tentative)

Moderator : Hasyim Widhiarto, S.Sos
Panelis : Inaya Rakhmani, S.Sos, MA (dalam konfirmasi)
Drs. Awang Ruswandi, Msi
Teddy Wahyu, S.Sos (dalam konfirmasi)
Format Acara
Acara ini akan berbentuk diskusi umum yang dipimpin oleh seorang moderator. Diskusi diawali dengan dua presentasi (Pro dan Kontra Prasar-Sarasehan) dimana keduanya akan saling memberikan argumentasi mengenai Prasar-Sarasehan maupun AD/ART HMIK. Namun, tidak ada batasan khusus bagi presenter mengenai konten presentasi yang akan diangkat. Kelompok presentasi Pro adalah mereka yang mendukung format acara Prasar-Sarasehan yang selama ini berlangsung. Kelompok presentasi Kontra adalah mereka yang menghendaki adanya perubahan format acara Prasar-Sarasehan dan revisi AD/ART. Setelah presentasi dilaksanakan, diskusi akan dilempar ke audiens dipimpin oleh moderator. Diskusi diakhiri dengan tanggapan dengan para anggota panelis yang akan mengeluarkan rekomendasi resmi untuk HMIK maksimal satu minggu setelah forum diselenggarakan.

Ketentuan Acara
Yang berhak hadir dalam forum terbuka HMIK adalah seluruh stakeholder terkait, yaitu seluruh mahasiswa aktif, alumni, dosen dan pihak departemen komunikasi UI (Tidak ada pengecualian antara status SAR atau NON-SAR. Semua memiliki hak yang sama untuk hadir dan menyuarakan aspirasinya dalam forum)

Presentasi Kelompok Pro-Kontra
Mengingat akan adanya dua presentasi untuk memulai forum terbuka, panitia acara mengundang seluruh stakeholder baik Pro maupun Kontra untuk mempersiapkan materi. Panitia menghimbau setiap kelompok untuk menyatukan bahan presentasi dan diwakili oleh seorang atau beberapa orang untuk menyampaikannya saat forum terbuka.

Mengingat pentingnya agenda bersama kita ini dan keberlangsungan HMIK ke depan, HMIK sangat mengharapkan kehadiran dan partisipasi seluruh stakeholder komunikasi UI dalam acara ini. Acara ini diharapkan dapat memberikan solusi konkrit bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi HMIK saat ini.
Terima kasih

NB: Untuk pemberian materi presentasi atau informasi lainnya, silahkan hubungi:
Ijoy Komunikasi ’08
T: 08999080004
E: apriza.patryadhi@gmail.com

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.