01 Oktober 2011

Saya Tidak Diam


Musuh kebebasan pers ada di luar dan di dalam diri wartawan serta medianya. Membiarkan diri tak sanggup membicarakan kebenaran karena pertimbangan kedekatan dan hubungan baik, sama berbahayanya dengan membiarkan adanya regulasi yang membatasi kemerdekaan.
Masmimar Mangiang, dalam “Kehormatan Jurnalisme

Saya memberi perhatian lebih pada kalimat: membiarkan diri tak sanggup membicarakan kebenaran karena pertimbangan kedekatan dan hubungan baik, sama berbahayanya dengan membiarkan adanya regulasi yang membatasi kemerdekaan. Ini menyangkut pandangan yang sayayang mungkin bagi sebagian orang katakan"tuduhkan" kepada teman-teman sejurusan saya sendiri. Namun, jika tidak ada yang pernah memulai bicara, saya pikir semua ini akhirnya hanya terpendam di benak mereka yang sebetulnya mungkin juga merasa hal yang sama seperti yang sama seperti yang saya rasakan. Jika hanya atas dasar "kedekatan" atau ada hubungan baik yang terbina lantas kita tidak mau bersuara, sekalipun kita tahu bahwa ada kekeliruan yang terjadi, itu berartiseperti yang saya kutip dari dosen saya, Bang Mimarsama berbahayanya dengan membiarkan regulasi yang membatasi kemerdekaan. Dalam hal ini, saya tidak diam.

Terima kasih Bang Mimar. Tulisan Bang Mimar sangat menginspirasi saya dan secara kebetulan "kata-kata pamungkas" di paragraf terakhir tulisan Abang sangat cocok menggambarkan apa yang saat ini saya sebut sebagai perjuangan mengukapkan kebenaran. Mungkin bagi sebagian orang kata-kata "perjuangan mengukapkan kebenaran" terkesan terlalu lebay, tapi bukankah seharusnya kita berjuang demi kebenaran?

   Add Friend

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.