28 Desember 2011

Menulislah untuk Mengubah Dunia

"We are told to remember the idea, not the man, because a man can fail. He can be caught, he can be killed and forgotten, but 400 years later, an idea can still change the world. I've witnessed first hand the power of ideas, I've seen people kill in the name of them, and die defending them... but you cannot kiss an idea, cannot touch it, or hold it... ideas do not bleed, they do not feel pain, they do not love..."—Evey Hammond, from "V for Vendetta" (2005)
Pernahkah kita berpikir bahwa terkadang ide-ide kecil atau pemikiran-pemikiran yang mungkin sering kali kita anggap sepele atau sederhana bisa membuat sebuah perubahan besar? Mungkin sering terlintas dalam pikiran kita mengenai hal-hal yang luar biasa, tapi kadang kita anggap tidak penting, atau bahkan konyol? Saya pernah berpikir begitu, tapi percayalah pemikiran seperti itu tidak benar. Ide atau pemikiran adalah sebuah anugerah luar biasa yang Tuhan berikan kepada manusia. Setiap manusia memiliki ide atau pemikiran yang berbeda-beda atas sesuatu hal, dan percayalah apa pun ide yang terpikirkan, sebuah pemikiran merupakan buah intelejensia manusia, dan itu sangat beharga—tidak ternilai.

Beberapa hari lalu, saya baru saja menonton film "V for Vendetta". Well, saya tidak akan berbicara mengenai isi film ini, tapi ada sedikit kutipan yang sangat menarik dari film ini. Kutipan tersebut telah saya tulis di awal tulisan ini. Satu hal yang penting (menurut saya) adalah bahwa dalam kutipan tersebut dikatakan: "We are told to remember the idea, not the man, because a man can fail. He can be caught, he can be killed and forgotten, but 400 years later, an idea can still change the world." Ini merupakan suatu indikasi bahwa kita haruslah menghargai sebuah pemikiran, bukan orang yang mengeluarkan pemikiran tersebut. Seseorang bisa saja berasal dari berbagai macam latar belakang yang berbeda, tapi sebuah pemikiran tidak mengenal latar belakang seseorang. Sebuah pemikiran memperlihatkan suatu ide atau gagasan atas sesuatu yang ditujukan demi sebuah perubahan atau perbaikan. Dan yang terpenting, ide atau pemikiran tidak bisa mati, sedangkan si pencetus ide akan mati. Namun, sebuah ide masih bisa mengubah dunia, bahkan di ratusan tahun mendatang.

Apakah benar demikian? Apakah benar sebuah ide masih bisa mengubah dunia bahkan hingga ratusan tahun mendatang? Ya, sangat bisa. Oleh karena itu, diperlukan satu hal sederhana untuk membuat ide tersebut abadi: menulis. Ya, sederhana, kita hanya perlu menulis ide tersebut. Hal ini menjadi masuk akal ketika saya pun teringat mengenai bagaimana perjuangan kemerdekaan bangsa ini di masa-masa penjajahan kolonial Belanda. Segala macam ide untuk mempersatukan bangsa dimulai dari sebuah ide yang dituliskan dan dipublikasikan. Para pemuda pribumi baik yang di dalam negeri maupun yang saat itu sedang belajar di Belanda saling menulis gagasan-gagasan mereka mengenai konsep persatuan bangsa untuk mendapatkan kemerdekaan. Mungkin Ada ingat bahwa para founding fathers negeri ini pun kerap kali dijebloskan ke penjara bahkan hingga diasingkan hanya karena menerbitkan tulisannya yang berisi gagasan-gagasan yang dianggap mengancam oleh Belanda pada saat itu. Inilah kekuatan ide yang dituliskan. Siapa yang sangka bahwa dari ide-ide kecil segelintir orang mengenai persatuan demi kemerdekaan bangsa pada akhirnya dapat berdampak pada terwujudnya persatuan itu sendiri?

Contoh lainnya, mungkin Anda juga pernah mendengar berbagai teori-teori sosial, ekonomi, politik, dan berbagai ideologi-ideologi yang hingga kini berkembang di dunia. Dari manakah asalnya teori-teori sosial itu? Dari manakah asalnya ideologi liberalisme, kapitalisme, marxisme, komunisme, dan sebagainya itu? Semua pemikiran itu berasal dari pemikiran seorang manusia yang kemudian dituangkan ke dalam tulisan dan dipublikasikan. Dan pemikiran-pemikiran populer masa kini yang banyak sekali diadopsi di berbagai negara-negara (bahkan di tingkatan individu) tidaklah diterima secara mentah pada masanya. Tidak sedikit orang-orang yang mencemooh konsep-konsep yang dicetuskan oleh para pencetus teori dan ideologi ini. Namun, apa yang membuat ide ini bertahan bahkan akhirnya dipakai oleh banyak umat manusia di dunia ini? Tidak lain dan tidak bukan karena ide ini ditulis dan dipublikasikan. Orang-orang pun membaca, dan percayalah, jika Anda berpikir bahwa pemikiran Anda itu "gila" atau "bodoh" maka Anda bukanlah satu-satunya di dunia ini yang berpikir "gila" atau "bodoh" layaknya apa yang Anda pikirkan tersebut. Akan ada orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan Anda, dan orang-orang yang sepemikiran dengan Anda ini tidak akan membiarkan kesamaan pemikiran ini lenyap begitu saja. Dengan demikian, merekalah yang akhirnya menyebarkan "pengaruh" atas ide atau pemikiran Anda tersebut. Pada akhirnya sebuah ide ini tersosialisasi dengan baik di masyarakat dengan bukan tidak mungkin bahwa pemikiran ini benar-benar diadopsi, dan ini berarti Anda mengubah dunia.

Jadi, saya kira, mengubah dunia tidak harus dengan hal-hal ekstrem yang mungkin sering kali dianggap sebagai jalan pintas dan super cepat untuk membuat sebuah perubahan. Perubahan itu memang terjadi ketika ada aksi ekstrem yang dilakukan, tapi perubahan tersebut tidak berpondasi. Dalam arti, tidak ada dasar yang benar-benar kuat dalam membuat perubahan tersebut—hanya ada semangat yang berlandaskan emosi, tapi tidak diiringi dengan pemikiran yang kuat. Lain halnya jika kita menuliskan ide kita dan membaginya pada orang-orang. Perubahan itu pun akan terjadi, tapi memang bisa cepat atau lambat. Hanya saja yang membedakan adalah dasar atau alasan yang menjadi pegangan mereka yang mendukung perubahan lebih baik atau lebih memiliki pondasi. Dan hal yang lebih mengejutkan lagi adalah dalam situasi orang-orang yang ingin menuntut perubahan akibat "tertular" dari apa yang Anda tulis, mereka bisa jauh lebih bersemangat dan melakukan jauh lebih besar dari apa yang mungkin pernah Anda pikirkan. Jadi, perubahan butuh proses. Perubahan bukan sekedar soal hasil atau output.

Menulis mengubah dunia. Dunia di sini tidak harus berarti dunia secara harfiah. Dunia bisa berarti hidup Anda, dunia Anda, lingkungan tempat Anda bekerja atau berinteraksi setiap harinya, dan banyak hal lainnya. Apakah Anda percaya? Sejujurnya, saya pernah tidak percaya, tapi suatu hal mengubah itu semua dan saya menjadi percaya bahwa dengan menuliskan ide atau gagasan Anda mengenai sesuatu maka pemikiran tersebut akan mendapat respon. Ada yang suka, tapi bisa juga lebih banyak yang tidak suka. Namun, perlu diingat, bahwa Anda bukanlah satu-satunya orang di dunia ini yang berpikir bahwa suatu hal salah atau hal itu tidak seharusnya dijalankan demikian. Artinya, perlu ada perubahan atau perbaikan. Dan Anda tidak perlu melakukan hal-hal ekstrem hanya untuk menunjukkan bahwa Anda tidak setuju. Tulislah dan beri tahu dunia bahwa Anda tidak setuju. Sebarkan pemikiran Anda kepada orang-orang. Beri tahu mereka bahwa Anda punya gagasan yang lebih baik. Tentunya Anda pun harus siap bahwa tidak semua orang pula akan setuju. Beberapa mungkin menjadi tidak suka atau bahkan benci dengan Anda, tapi apa masalahnya? Seisi dunia tidak akan membenci Anda hanya karena Anda menulis dan berbagi sesuatu mengenai pemikiran Anda. Hanya segelintir orang tertentu saja dan anggaplah itu sebagai tantangan bagi Anda untuk meyakinkan mereka bahwa pemikiran Anda memang tepat untuk diaplikasikan.

Apakah ini hal yang rumit? Tidak, ini jelas sangat sederhana. Anda hanya perlu menulis. Iya, menulis. Tidak harus dengan secarik kertas dan sebatang pena. Anda bisa menuliskan ide Anda di blog misalnya atau bisa di berbagai media lain. Dan pastikan orang lain membaca tulisan Anda itu. Siapa tahu mereka pun setuju dengan apa yang Anda usulkan. Dan siapa tahu, mereka yang menjadi penggerak atau motor perubahan; bukan Anda, Anda adalah otaknya.

Jadi, apakah Anda punya ide jenius tentang sesuatu? Jangan pernah anggap sepele ide Anda. Tulis dan cobalah! Karena saya sudah membuktikannya sendiri. Namun, sekali lagi, mungkin Anda akan "dikutuk" oleh beberapa orang yang tidak menyukai gagasan Anda, tapi siapa peduli? Jika gagasan itu jenius dan gagasan itu mampu mengubah hal yang Anda anggap salah maka Anda telah melakukan hal yang benar. Mereka yang tidak suka hanyalah "korban" dari perubahan atau perbaikan sistem yang mereka anggap sudah nyaman berada di dalamnya. Jadi, cukup masuk akal jika mereka yang berada di dalam sistem menjadi tidak menyukai Anda, terkadang mereka akan terbawa situasi dan suasana. Namun, yakinlah bahwa Anda tidak pernah sendiri. Anda bukanlah satu-satunya orang yang memikirkan apa yang Anda pikirkan, hanya saja Anda berani untuk menulis dan membagi ide Anda kepada publik, dan itulah yang membuat Anda beda dari pemikir-pemikir lain (yang mungkin hanya sekedar berpikir). Menulislah karena menulis adalah langkah awal membuat perubahan. Jangan menyepelekan kekuatan sebuah tulisan. Selamat mencoba!

1 komentar :

Terimakasih Infonya. Sukses mencerdaskan anak bangsa

yuk cek website kami http://pena.gunadarma.ac.id

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.