05 Maret 2012

Be(r)cermin?

Masih soal bahasa Indonesia, kali ini saya akan membahas sedikit soal imbuhan be- dan ber-. Lagi-lagi, ini sederhana, sering kali kita gunakan, tapi mungkin tidak sering kita sadari mana yang benar. Oke, saya punya beberapa kata berimbuhan ber- di bawah ini, dan mana sajakah yang benar?

  1. Berkorban
  2. Bercorak
  3. Bercermin
  4. Bermartabat
  5. Berkerja
  6. Berjarak
  7. Berduri
  8. Beraroma
  9. Bertaraf
  10. Beriringan
  11. Berwarna
  12. Berpartisipasi
Apakah ada yang merasa bahwa kedua belas kata di atas baik-baik saja? Ya, sekilas tampaknya tidak ada yang salah, dan saya kira, rata-rata hampir semua orang Indonesia mengucapkan kedua belas kata tersebut demikian jika kata dasarnya ditambahkan dengan imbuhan ber-. Namun, sebenarnya enam di antaranya adalah salah. Kata-kata yang salah adalah: berkorban, bercermin, bermartabat, berkerja, berwarna, dan berpartisipasi.

Loh, apa salahnya? Iya, yang salah adalah bahwa setiap kata yang suku kata pertama pada kata dasarnya terkandung huruf "r" tidak boleh diberikan imbuhan ber-, melainkan harus diberikan imbuhan be-. Jadi, seperti kata cermin misalnya, jika kita penggal maka akan menjadi: CER-MIN. Huruf "r" terdapat pada suku kata pertama kata cermin, yaitu "cer". Oleh karena itu, imbuhan yang tepat adalah be- sehingga menjadi: becermin. Merasa janggal? Itulah yang benar. 

Begitu pula dengan: PAR-TI-SI-PA-SI, KER-JA, KOR-BAN, MAR-TA-BAT, dan WAR-NA. Jadi, yang benar adalah: bepartisipasi, bekerja, bekorban, bemartabat, dan bewarna. Sementara itu, imbuhan ber- boleh dijadikan imbuhan untuk kata-kata yang tidak terkandung huruf "r" pada suku kata pertama dalam kata dasarnya. Oleh karena itu, kata bercorak, berjarak, beraroma, bertaraf, berduri, dan beriringan adalah benar. Sebagai contoh, kata aroma jika dipenggal menjadi: A-RO-MA. Huruf "r" terdapat pada suku kata kedua dan maka dari itu menempatkan imbuhan ber- menjadi tepat.

Nah, jadi sekarang setelah membaca tulisan ini, tidak ada lagi yang akan mengatakan: "Ayahnya berkerja di perusahaan tambang," atau "Sebagai mahasiswa, sudah seharusnya kita harus berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan." Karena itu salah.

1 komentar :

Saya sempat gak setuju dengan "bemartabat" karena aneh diucapkan. Tapi alasan yang kakak tulis masuk akal, terutama saat saya mengucap "bekerja".

Kak, mohon dicantumkan sumbernya sebab saya sedang mempelajari ini :) Terimakasih.

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.