05 Maret 2012

Kisah Si "Selebritis"

Kata 'selebritis', kedengarannya kata itulah yang lazim kita dengar sehari-hari, khususnya dalam berbagai percakapan baik di media televisi, radio, maupun dalam keseharian kita dalam berbicara dengan lawan bicara jika memang yang kita maksud adalah seseorang yang terkenal atau termahsyur. Namun, lain halnya di media cetak, kerap kali kita membaca berbagai variasi kata ini, seperti 'selebriti' dan 'selebritas'. Lantas, apakah baik 'selebritis', 'selebriti', maupun 'selebritas' adalah sinonim? Jadi, penggunaannya sama saja? Ternyata tidak demikian. Penggunaan kata 'selebritis' dan 'selebriti' adalah salah. Kata yang tepat adalah 'selebritas'. Ah, masa iya? Mari kita lihat dulu kata-kata bahasa Inggris di bawah ini:

  1. accessibility
  2. accountability
  3. activity
  4. ambiguity
  5. authority
  6. capacity
  7. commodity
  8. duality
  9. equity
  10. individuality
  11. legality
  12. quality
  13. quantity
  14. university
  15. utility
Jika kita diminta untuk menerjemahkan kata-kata asing tersebut, saya kira secara spontan kita akan menjawab seperti ini:
  1. aksesibilitas
  2. akuntabilitas
  3. aktifitas
  4. ambiguitas
  5. otoritas
  6. kapasitas
  7. komoditas
  8. dualitas
  9. ekuitas
  10. individualitas
  11. legalitas
  12. kualitas
  13. kuantitas
  14. universitas
  15. utilitas
Benar begitu kan? Kata-kata seperti 'kualitas', 'kuantitas', 'universitas', atau 'kapasitas' adalah kata-kata serapan dari bahasa Inggris. Kata-kata berbahasa Inggris yang berakhiran -ity atau -ty diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan mengganti imbuhan tersebut menjadi imbuhan -tas.

Kini, pertanyaannya adalah, apakah sebutan dalam bahasa Inggris bagi orang terkenal atau termahsyur? Kita pasti akan menjawab: celebrity. Tepat sekali! Kemudian, pertanyaan berikutnya adalah, apakah bahasa Indonesia yang TEPAT untuk kata 'celebrity' tersebut? Jawabannya sudah pasti adalah selebritas.

Jadi, kalau kita lagi-lagi mengucapkan kata 'selebritis' atau 'selebriti', sementara kita sehari-hari juga mengucapkan kata 'aktifitas', 'universitas', 'kualitas', dan sebagainya, maka artinya kita telah terjebak dalam kesesatan berbahasa Indonesia. Semoga, sedikit tulisan ini bisa membawa kita keluar dari berbagai kesesatan berbahasa di negeri ini.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.