05 Maret 2012

Politisi atau Politikus?

Berawal dari ketak-ketik di post saya di Tumblr, saya menulis kata "alumnus" yang berarti adalah lulusan dari sebuah sekolah, akademi, atau perguruan tinggi. Tentunya dalam konteks saya ini adalah lulusan perguruan tinggi. Oke, tapi bukan itu masalahnya. Pernahkan rekan-rekan sekalian mendengar kata "alumni", "alumnus", "politisi, "politikus", atau bahkan "teknisi" dan "teknikus"?

Jika iya, lantas apakah penggunaan akhiran -i dan -us ini bermakna sama? Mana yang benar di antara keempat kalimat ini:

  1. Ayahnya adalah seorang politisi.
  2. Para politikus tanah air banyak yang korupsi.
  3. Saya adalah alumnus salah satu universitas negeri di Indonesia.
  4. Mereka berdua adalah alumni fakultas teknik.
Ada yang tahu mana saja yang benar? Ya, nomor satu dan dua salah; sisanya benar. Di mana letak kesalahannya? Kata "politisi" adalah bentuk jamak dari kata "politikus". Artinya, dalam kalimat nomor satu, yang benar adalah: Ayahnya seorang politikus. Sementara itu, pada kalimat yang kedua, yang benar adalah: Para politisi tanah air banyak yang korupsi. Jadi, jika ada yang menyebutkan: "para politikus", maka bisa kita katakan orang tersebut "asal bicara" atau sebut saja dia tidak paham bahasa Indonesia. Karena kata "para" merujuk pada benda yang jamak, oleh karena itu, "para politisi" adalah kata yang tepat.

Seperti halnya kalimat nomor tiga dan empat. Kalimat: "Saya adalah alumnus salah satu universitas negeri di Indonesia," adalah tepat. Begitu juga dengan kalimat: "Mereka berdua adalah alumni fakultas teknik." Jadi, jangan pernah lagi mengatakan: "SAYA ALUMNI universitas/SMA/SMP/SD/madrasah atau bahkan Akademi Fantasi Indosiar (AFI)" sekalipun. Karena kata saya, kamu, anda, dia adalah kata tunggal yang jika dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa orang tersebut adalah lulusan suatu instansi pendidikan maka harus dipasangkan dengan kata alumnus, bukan alumni.

Hal serupa juga terjadi pada kata "teknikus" dan "teknisi". Jadi, sekarang tentu kita tahu kapan harus menggunakan kata "teknikus" dan "teknisi" bukan? Apakah kalimat "Dia adalah teknisi di perusahaan minyak ternama," benar atau salah, tentu kita sudah tahu sekarang. Begitu juga dengan kata "musikus" dan "musisi". Jadi, Stevie Wonder seorang musisi atau musikus? Kita tahu jawabannya.

1 komentar :

Kan "para" udah menunujkkan jamak, "politisi" jg jamak. Bukannya kalau digabung "para politisi" jadinya kalimat tidak efektif..? Itu yg sy ingat waktu plajaran b.indonesia di sma.. :D

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.