13 Juni 2012

Ketika Akun Twitter "Diskors"

Kemarin untuk pertama kalinya saya mengalami yang namanya akun Twitter ter-suspend. Memang bukan akun pribadi saya, tapi akun salah satu kepanitiaan yang juga saya urus. Mengapa sampai bisa ter-suspend? Ternyata karena saya aktif men-tweet yang sekaligus me-mention berbagi username dan menagajak mereka untuk membuka tiny URL yang mengarah pada situs acara yang sedang saya urus ini. Sebenarnya jika baru pertama kali ter-suspend, tidak begitu mengkhawatirkan karena Twitter menyediakan link yang mengarahkan user untuk mengonfirmasi bahwa si user tidak akan mengulangi "aksi" tweet yang tergolong spamming itu. Nah, masalahnya (pada saya), masalah ter-suspend ini adalah yang kedua kalinya. Oke, sebut saja: khilaf. Jadi, akun Twitter tersebut pun ter-suspend untuk yang kedua kalinya. Cukup panik, karena takutnya akan di-suspend secara permanen, tapi untungnya tidak karena masih tertulis: currently suspended.

Masalah berikutnya adalah, ketika saya ter-suspend untuk yang kedua kalinya ini, saya tidak bisa menemukan link dari Twitter yang mengarahkan saya untuk mengonfirmasi bahwa saya tidak akan mengulangi "aksi" spamming tweet, sebagaimana yang saya dapat saat account suspension yang pertama. Oke, di sini mulai panik. Bagaimana tidak panik, followers akun tersebut sudah cukup banyak. Sementara itu, orang-orang tidak akan bisa melihat profil akun yang ter-suspend. Saya pun semakin panik karena takutnya orang-orang yang mem-follow mengira bahwa akun yang mereka follow palsu dan uang pendaftaran yang telah mereka transfer dibawa kabur. Oke, itu pemikiran panik, jadi wajar.

Saya pun berusaha mencari jalan keluar, searching sana-sini, dan rata-rata orang-orang yang pernah ter-suspend sangat hopeless. Bahkan saya cari di Kaskus pun tidak ada yang benar-benar bisa memberikan jalan keluar. Akhirnya saya menemukan artikel di blog ini dan di blogdetik.com. Kedua tulisannya setidaknya cukup menenangkan karena masih ada harapan. Ternyata caranya cukup sederhana dan tidak terlalu sulit. Yang harus dilakukan adalah mengirim email permohonan ke Twitter agar akun yang ter-suspend diaktifkan kembali. Awalnya saya agak ragu karena saya pikir yang membalas email saya nanti hanyalah robot penjawab pesan, tapi ternyata bukan, yang menjawab memang manusia sungguhan. Mengetahui hal ini pun kekhawatiran saya semakin berkurang. Akhirnya, saya kirim email seperti yang disarankan dan Twitter pun membalas email saya. Pada email balasan tersebut, Twitter meminta saya untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan yang telah saya lakukan. Tentunya, saya lakukan apa yang diminta, saya pun me-reply email tersebut. Menurut berbagai referensi yang saya baca, Twitter yang ter-suspend bisa diaktifkan kembali sekitar 2 3 hari, bahkan bisa juga seminggu. Oke, mau gimana lagi? Terima nasib, silakan menunggu. Nah, tapi sangat mengejutkan karena hanya butuh sekitar 20 jam email balasan kedua dari Twitter masuk ke inbox saya. Twitter mengatakan bahwa akun saya sudah diaktifkan kembali. Wah! Super sekali! Oke, sejak saat itu, saya insyaf dan tidak akan mengulangi "aksi" spamming tweet lagi. Well, sebenarnya saya agak tidak setuju kalau itu dikatakan sebagai spamming tweet karena memang begitulah yang harusnya dilakukan dalam strategi publikasi, ah tapi ya sudah lah, daripada ter-suspend lagi. Karena jika ter-suspend untuk ketiga kalinya maka otomatis akun tersebut akan ter-suspend secara permanen. Lebih seram kan? Jadi, lebih baik mencegah.

Oke, ini sekedar cerita saya, tapi jika Anda mau tahu lebih detail mengenai cara mengaktifkan kemabali akun Twitter yang ter-suspend, silakan baca artikel berikutnya dengan mengklik di sini. Selamat mencoba!

3 komentar :

followersnya juga bisa balik tidak? twitter saya juga tersuspend..

Bisa kok, paling cepat 24 jam setelah ter-unsuspend.

Twitter saya kena suspend tadi pagi -,- masih bisa gak sih ?
Terus yg diperluin apa aja ?

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.