13 September 2012

Semua Soal Waktu

Apa sih sebenarnya yang paling kita butuhkan di dunia ini? Mungkin setiap orang punya jawabannya masing-masing. Ada yang menjawab butuh cinta, uang, kesehatan, kesejahteraan, pengakuan, jabatan, iman, kepercayaan, Tuhan, akses tanpa batas, persahabatan, keabadian, kesetiaan, dan masih banyak lagi. Namun, mungkin lebih dari itu, atau kalau saya bisa ambil garis tengahnya, kita semua butuh waktu. Kita selalu membutuhkan lebih banyak waktu. Kita berandai-andai supaya punya lebih banyak waktu. Ya... lebih banyak waktu untuk mencintai, menghasilkan/menyimpan uang, waktu untuk masa-masa ketika kita sehat, ketika kita muda dan kuat, masa-masa saat kita sejahtera dan punya jabatan yang bagus. Kita butuh lebih banyak waktu untuk berdoa dan lebih dekat dengan Tuhan, lebih banyak waktu untuk keluarga, teman, kekasih. Kita berandai untuk mendapat pengakuan yang tidak lekang oleh masa. Kita berandai untuk bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki kesalahan-kesalahan konyol yang kita lakukan. Kita berandai untuk mengetahui masa depan dan melihat seperti apa rupa kita puluhan tahun mendatang.

Semua soal waktu. Ya, manusia sangat membutuhkan waktu. Namun demikian, manusia tampaknya adalah makhluk yang paling menyia-nyiakan waktu. Berjam-jam waktu kadang kita sia-siakan begitu saja tanpa manfaat. Lucunya, setelah itu kita sadar, menyesal, dan berharap bahwa seandainya saja kita menyadari akan kebodohan yang kita lakukan karena menyia-nyiakan waktu.

"Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman & mengerjakan kebaikan serta saling berpesan (menasihati) untuk kebenaran & saling menasihati dengan kesabaran." [Q.S. Al-Asr (103): 1-3]
Waktu itu bukan sekedar seperti apa yang kita ingat dalam sebuah peribahasa―waktu adalah uang, sesungguhnya waktu lebih dari sekedar itu. Oke, saya paham maksud peribahasa itu tidak bisa kita artikan sebagaimana "mentah" apa adanya atau secara bahasa―karena itulah disebut peribahasa. Namun, poinnya adalah bahwa waktu itu adalah (menurut saya) kebutuhan manusia yang paling utama. Oke, kita bisa bilang bahwa tanpa makanan, kita akan mati; tanpa rumah/tempat tinggal dan pakaian, kita tidak akan beradab, tapi lebih dari itu semua, kita perlu waktu―lebih banyak waktu, untuk membuat kita benar-benar hidup; hidup sebagai manusia yang seutuhnya. Kita perlu lebih banyak waktu untuk bisa benar-benar menjadi manusia yang manusiawi; beradab. Sayangnya, sering kali kita tidak sadar bahwa kita, manusia, membuang banyak waktu dan kesempatan yang bertebaran begitu banyaknya di depan kita dengan percuma. Ya, kita sering menyia-nyiakan banyak waktu dalam hidup kita. Padahal, waktu yang telah lalu tidak bisa diulang kembali. Bagaimana kita bisa yakin bahwa kita telah memanfaatkan waktu dengan baik padahal kita telah membuang banyak waktu beharga?

Mengapa kita kerap berpikir bahwa hari esok selalu masih ada? Memang betul, hari esok pasti masih ada, tapi belum tentu menjadi milik kita. Sikap menunda-nunda pekerjaan adalah salah satu sikap yang menunjukkan bahwa kita sangat yakin bahwa masih ada hari esok untuk kita dan hari esok itu masih milik kita. How come? Padahal tidak ada seorang pun dari kita yang bisa menjamin bahwa masing-masing dari kita masih punya waktu. Waktu terus berjalan dan tidak pernah menoleh ke belakang. Waktu tidak pernah berhenti; kitalah yang pada akhirnya, pada masanya, "kontrak" kita habis dengan waktu. Ketika "kontrak" kita habis dengan waktu maka berakhir sudah. Apa yang bisa dilakukan ketika "kontrak" itu habis? Tidak ada perpanjangan kontrak tentunya. Semua akan menyesal.

Yang memanfaatkan waktu dengan baik menyesal, apalagi yang tidak memanfaatkan waktu dengan baik akan jauh lebih menyesal. Yang memanfaatkan waktu menyesal karena masih belum memanfaatkan waktu yang pernah disediakan dengan baik. Mereka berhasil mengatur waktu dengan baik, tapi tetap saja merasa kurang, dan pasti akan terasa begitu. Mereka yang tidak memanfaatkan waktu dengan baik akan sangat depresi; penyesalan sepanjang masa. See, waktu adalah kebutuhan. Semua butuh waktu. Semua butuh lebih banyak waktu. Namun, setidaknya, menjadi orang yang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya adalah sebaik-baiknya manusia. "Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian," yes indeed. Semua manusia. Oleh karena itu, mulailah menjadi pribadi yang memanfaatkan waktu dengan baik atau kita akan benar-benar merugi; sangat merugi.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.