25 Januari 2013

Bahasa dan Budaya

Seperti halnya banyak kata-kata lainnya yang kita pikir kita paham, istilah language (bahasa) ternyata jauh lebih rumit dan kompleks dari yang mungkin kita bayangkan. Bahasa, yang pasti kita temukan di berbagai budaya di seluruh dunia, adalah sebuah sistem simbolik dari bunyi-bunyi yang – ketika diletakkan bersamaan mengacu pada satu set pertauran tertentu – menyampaikan makna pada pengguna bahasa itu sendiri.

  •  Bahasa – dan kapasitas untuk menggunakan simbol-simbol – merupakan suatu tanda resmi tersendiri dan unik dari umat manusia.
  • Saat ini ada sekitar 6.000 bahasa di dunia yang berlainan, ada banyak bahasa dari masyarakat lingkup kecil yang saat ini hampir mati atau bahkan punah dalam status yang sangat mengkhawatirkan.
  • Walaupun nonmanusia (hewan) juga menggunakan komunikasi, sistem komunikasi manusia sangat unik dalam beberapa hal tertentu, yaitu
    1. Sistem komunikasi manusia terbuka; dalam arti, mereka mampu mengirim banyak pesan dalam jumlah yang tak terhingga.
    2. Manusia adalah "hewan" yang tidak terbatas hanya pada masa kini, mereka bisa berbicara mengenai apa yang terjadi di masa lalu atau apa yang mungkin terjadi di masa depan.
    3. Komunikasi manusia lebih diteruskan atau ditransmisikan secara besar melalui tradisi daripada pengalaman manusia sendiri.
  • Walaupun meniru perkataan orang dewasa cukup berpengaruh terhadap kemahiran berbahasa anak-anak, banyak linguist yang setuju bahwa setiap manusia terlahir dengan garis besar atau cetak biru tata bahasa yang membuat setiap anak-anak menguasai sistem tata bahasa tertentu mereka sendiri.
  • Seperti aspek budaya lainnya, bahasa berubah dari waktu ke waktu, baik dari sumber internal maupun sumber eksternal. Para linguist historis ingin mengetahui tidak hanya bagaimana bahasa berubah, tetapi juga mengapa mereka berubah.
  • Meskipun disadari bahwa ada variasi-variasi struktural pada berbagai bahasa di dunia, tapi tidak ada cukup bukti yang mendukung atas tuntutan bahwa beberapa bahasa kurang efisien dalam mengekspresikan ide-ide abstrak daripada bahasa lainnya.
  • Budaya dapat mempengaruhi secara luas bahwa kosakata dalam bahasa apa pun cenderung menekankan kata-kata penting yang adaptif dalam budaya tersebut. Jadi, sebagai contoh, suatu kosakata khusus dalam bahasa Inggris-Amerika menghubungkan kata “automobile” yang langsung terhubung dengan sukukata budaya yang orang-orang Amerika Utara interpretasikan kepada suatu bagian teknologi tertentu.
  • Menurut hipotesis Sapir-Whorf, bahasa diajarkan untuk mempengaruhi persepsi. Bahasa, menurut Sapir dan Whorf, tidak hanya merupakan suatu sitem komunikasi, tetapi juga membangun kategori-kategori mental yang mempengaruhi cara bagaimana orang mengkonseptualkan dunia nyata.
  • Bahasa memvariasikan secara luas berbagai istilah kosakata, sistem tata bahasa, dan syntax, mereka juga bervariasi dalam dalam hal keistimewaan atau ciri-ciri gaya linguistik, seperti directness dan tolerance for silence.
  • Para sosiolinguistik tertarik dalam mempelajari bagaimana orang-orang menggunakan bahasa tergantung pada  situasi sosial atau konteks di mana mereka berada.
  • Komunikasi manusia sama pentingnya dengan bahasa. Sebagian besar pesan-pesan yang dikirim oleh manusia dikirim dan diterima tanpa menggunakan kata-kata. Bahasa nonverbal manusia – sama halnya seperti bahasa, dipelajari dan secara budaya berubah-ubah – bisa berupa ekspresi wajah atau raut muka, gesture tangan, kontak mata, sentuhan, dan postur.
  • Bahasa nonverbal sangat penting karena membantu kita dalam meng-interpretasikan pesan-pesan linguistik. Faktanya, hampir lebih dari 70 persen dari seluruh pesan yang dikirim dan diterima oleh manusia adalah bahasa nonverbal.
  • Seluruh bahasa manusia dibentuk dalam dua cara:
    1. Setiap bahasa memiliki struktur phonologis (phonological structure) yang terdiri dari peraturan-peraturan yang memerintah bagaimana bunyi-bunyi dikombinasikan untuk membawa makna.
    2. Setiap bahasa memiliki struktur tata bahasa mereka sendiri yang terdiri atas prinsip-prinsip yang memerintah bagaimanan morfem dibentuk menjadi kata-kata (morfologi) dan bagaimana kata-kata diatur menjadi frase-frase dan kalimat-kalimat (syntax).
  • Struktur bahasa:
1.    Phonology
Setiap bahasa menggunakan sejumlah bunyi/suara dengan jumlah tertentu, disebut fonem, yang merupakan unit bunyi/suara terkecil yang menyimbolkan perbedaan dalam makna.
2.    Morphemes
Morfem adalah dua atau lebih fonem yang dikombinasikan menjadi suatu bentuk.
3.    Grammar
Ketika orang-orang mengirim pesan-pesan linguistik dengan cara meng-kombinasikan bunyi/suara menjadi fonem, fonem kemudian menjadi morfem, dan morfem menjadi kata-kata, sebenarnya orang-orang sedang melakukan suatu set peraturan yang kompleks/rumit. Peraturan-peraturan ini, yang antara satu bahasa dengan bahasa lainnya memiliki keunikan tersendiri, disebut tata bahasa (grammar) yang dimengerti juga diikuti oleh pengguna bahasanya.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.