05 Februari 2013

Teori Triangulasi Cinta dan Tipologi Hubungan Percintaan

Sternberg (1986; 1998) berteori tentang cinta dan elemen-elemen yang menyusunnya. Dalam teorinya yang terkenal dengan sebutan “The Triangular Theory of Love” Sternberg (1986) mengemukakan tiga elemen utama yang ada dalam cinta, yakni intimacy, passion, dan commitment. Elemen intimacy lebih banyak terkait dengan emosi dan afeksi seseorang. Kehangatan hubungan, kedekatan, dan keterikatan dua pihak yang berhubungan merupakan bagian dari elemen intimacy ini (Sternberg dan Barnes, 1988). Sementara passion ialah elemen motivasional yang berkaitan erat, misalnya, dengan  daya tarik fisik, daya tarik seksual, dan hal lain yang umumnya menggenerasi motivasi seseorang untuk melakukan hubungan (1988). Elemen ketiga, commitment, merupakan elemen kognitif yang ada dalam hubungan percintaan. Tiga elemen yang diutarakan Sternberg di atas digambarkan dalam segitiga sebagai berikut (Sternberg dan Barnes, 1988):


Dari pasangan-pasangan elemen di atas, Sternberg (1988) mengemukakan delapan tipologi cinta, antara lain:
  1. Nonlove: merupakan tipe cinta dalam mana elemen intimacy, passion, dan commitment tidak hadir sama sekali.
  2. Liking: tipe cinta di mana hanya elemen intimacy saja yang ada dalam hubungan. Umumnya, tipe cinta seperti ini ditemukan dalam hubungan pertemanan. Hubungan serupa kental dengan kehangatan, kedekatan, dan pengalaman emosional positif, tanpa dibarengi dengan komitmen untuk menjalin hubungan serius.
  3. Infatuation: jika liking hanya memiliki elemen intimacy, tipe hubungan percintaan infatuation mengandung elemen passion yang tinggi tanpa adanya komitmen dan keintiman hubungan. Kondisi seperti ini lazimnya ditemukan pada orang-orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama.
  4. Empty love: tipe cinta ini hadir manakala hanya elemen commitment saja yang hadir. Dapat dibayangkan, hubungan cinta tanpa intimacy dan passion, tentu yang dibicarakan hanya keadaan kognitif hubungan (baca: komitmen). Hubungan semacam ini mengandung banyak kekosongan suasana emosional dan afektif.
  5. Romantic love: bila elemen intimacy dan passion hadir dalam taraf yang tinggi pada suatu hubungan, maka romantic love-lah yang muncul.
  6. Companionate love: berbeda dengan empty love yang melulu membicarakan komitmen, companiate love menghapus kehambaran dan ketiadaan hubungan yang dekat. Pada tipe hubungan cinta ini, elemen intimacy berpadu dengan commitment yang kuat. Hasilnya adalah hubungan jangka panjang yang stabil dan berkomitmen.
  7. Fatuous love: hampir mirip dengan companionate love, namun hubungan cinta fatuous love tidak mementingkan kedekatan. Yang lebih digarisbawahi adalah motivasi, daya tarik fisik, daya tarik seksual, dan sebagainya. Tipe ini hadir ketika elemen passion dan commitment eksis dalam suatu hubungan percintaan.
  8. Consummate love: di saat semua elemen cinta hadir, maka consummate love-lah yang muncul. Tipe hubungan yang seperti inilah yang dikejar oleh semua pasangan.

   Add Friend

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.