14 April 2015

Sepuluh Kiat agar Tampil Profesional dengan LinkedIn

LinkedIn adalah situs media sosial yang digunakan untuk jaringan profesional.
Tadi pagi, saya mendapatkan telepon via Skype dari Manila, Filipina. Sebelumnya, penelepon telah lebih dulu menghubungi saya melalui pesan di LinkedIn. Dia menghubungi saya dengan maksud untuk menawarkan posisi manajer di sebuah perusahan analisis dan perbandingan keuangan yang sedang berkembang di Asia. Singkat cerita, saya pun memberikan kontak Skype saya untuk mendiskusikan peluang tersebut, dan tadi pagi saya dijelaskan mengenai kandidat yang sedang mereka cari, mengapa memilih saya, dan apa yang mereka harapkan.

Namun, di sini saya tidak akan menceritakan apakah saya menerima ajakan tersebut. Tentunya itu tawaran yang menarik, tapi mungkin hal itu akan saya ceritakan di lain kesempatan setelah saya membuat keputusan.

Kali ini, saya ingin berbagi kiat mengenai memaksimalkan LinkedIn. Sejujurnya, saya tidak merasa sebagai seseorang yang memiliki profil LinkedIn yang sangat menarik, profesional, atau apapun itu istilahnya. Namun, kejadian hari ini bukan yang pertama kali saya alami, bahkan awal mulanya saya bekerja di Russia Beyond the Headlines (RBTH) Indonesia saat ini juga berkat LinkedInwalaupun kasusnya agak berbeda. Satu hal yang pasti, saya semakin yakin bahwa LinkedIn memang sangat berguna (dan dibutuhkan), khususnya jika Anda kini seorang pekerja profesional.

Ada banyak perekrut pekerjaan di luar sana yang setiap hari mencari orang-orang yang mereka anggap potensial untuk menjadi bagian dari perusahaan mereka. Semua pencarian itu kini semakin mudah seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, seperti LinkedIn. Jika Anda belum memiliki akun LinkedIn, mungkin ada baiknya untuk mempertimbangkan membuat satu akun profesional Anda di media sosial tersebutsetelah membaca tulisan saya kali ini tentunya.

1. Profil yang informatif adalah profil yang bagus

Pada dasarnya, LinkedIn adalah semacam resume digital. Anda bisa memasukkan informasi mengenai riwayat pendidikan Anda, pengalaman bekerja, keahlian, pekerjaan saat ini, dan tentunya foto. Ketika pertama kali Anda membuat profil LinkedIn, Anda juga bisa mengikuti kiat-kiat yang disediakan LinkedIn dalam Profile Completion Tips. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui bagian-bagian apa saja yang harus Anda lengkapi agar profil Anda semakin profesional.

Jangan lupa pula untuk mencantumkan profile headline dan ringkasan (summary) pada profil Anda. Kedua hal ini sangat membantu untuk menciptakan "kesan pertama" terhadap diri Anda. Saya bisa mengatakan bahwa headline di sini berfungsi sebagai "identitas" profesional Anda.

Anda bisa membuat headline berupa posisi pekerjaan Anda saat ini (itulah yang saya buat di profil LinkedIn saya), atau sebetulnya yang lebih baik adalah semacam ringkasan mengenai siapa Anda atau bidang yang Anda tekuni. Sementara summary, bisa menjadi semacam pelengkap informasi dari keseluruhan profil Anda, bagi orang-orang yang mengunjungi profil Anda.

2. Foto dan nama

LinkedIn bukan Facebook. Di Facebook, Anda bisa mengunggah foto Anda dengan pose yang paling ekspresif sekalipun. Namun di LinkedIn, ada baiknya Anda memasang foto profil yang menunjukkan sedikit "keseriusan". Saya pikir, serius bukan berarti harus kaku. Foto yang Anda pasang sebagai foto profil di LinkedIn setidaknya harus mencerminkan profesi Anda. Setidaknya, itu menurut saya. Artinya, Anda tidak perlu selalu mengunggah foto ijazah, KTP, atau persediaan foto CV Anda (yang berlatar belakang warna merah atau biru) ke LinkedIn.

Jika Anda seorang jurnalis, misalnya, Anda bisa saja memasang foto profil yang mencerminkan profesi Anda. Atau mungkin Anda seorang dokter? Anda bisa pasang foto Anda dengan jas putih Anda. Pastikan pula foto tersebut adalah foto terbarubukan foto beberapa tahun lalu, misalnya. Namun, satu hal yang paling penting dari semua itu adalah: profil Anda harus memiliki foto.

Hal berikutnya adalah soal nama. Sekali lagi saya mengingatkan, LinkedIn bukanlah Facebook. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari, Anda kurang peduli dengan cara menulis nama yang benar. Itu boleh-boleh saja. Namun, ketika Anda ingin "menjual" profil diri Anda di situs seperti LinkedIn, pastikan Anda menulis nama Anda dengan benar: huruf pertama di setiap kata harus ditulis dengan huruf kapital. Saya pikir ini sesuatu yang esensial. Jujur saja, saya tidak pernah menerima permintaan pertemanan di LinkedIn jika orang yang mengirimkan permintaan tersebut tidak memiliki foto atau bahkan tidak bisa menulis namanya dengan baik dan benar.

3. Jujur

Kebohongan tentunya bukan sesuatu yang bisa ditoleransi dalam dunia profesional. Jadi, pastikan segala informasi yang Anda masukkan ke dalam profil Anda, mulai dari riwayat pendidikan, pekerjaan, hingga keahlian yang Anda miliki, ditulis dengan jujur.

Memasukkan informasi yang tidak jujur hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Mungkin pada awalnya orang-orang akan terkesan dengan profil yang Anda sajikan. Namun, di era keterbukaan informasi saat ini, perusahaan pun sangat cermat memilah-milih kandidat. Segala informasi yang tidak jujur, tentunya dapat dengan mudah diketahui. Lagipula, memberikan informasi yang tidak jujur juga menandakan bahwa Anda tidak memperhatikan etika. Sementara, etika sangatlah penting dalam dunia bisnis atau profesional.

4. Personalisasi URL profil

Secara default, URL profil LinkedIn Anda akan terdiri atas kombinasi angka dan huruf tak beraturan. Namun demikian, Anda tetap bisa meng-customize URL profil Anda dengan mengklik Settings > Edit Public Profile > Customize Your Public Profile URL.

Jika Anda sedang berada di halaman profil, di bawah foto terdapat informasi URL profil Anda. Anda bisa mengklik URL tersebut dan LinkedIn akan membawa Anda ke halaman pengaturan profil publik. Tepatnya di sebelah kanan, Anda akan melihat Your public profile URL. Di sana, Anda bisa langsung mengubah URL profil sesuai dengan yang Anda inginkan. Namun, sebaiknya diganti dengan nama Anda sehingga lebih mudah diingat sekaligus lebih personal.

5. Koneksi dan jaringan

Memiliki banyak koneksi diangap penting di LinkedIn. Namun, Anda tidak perlu khawatir. LinkedIn dilengkapi dengan algoritma dan data mining yang memudahkan pengguna untuk menyebar jaringan.
Cara pertama untuk mencari koneksi adalah dengan mencari namanya. Anda bisa mencari orang yang ingin Anda tambahkan sebagai koneksi dari search box di halaman utama LinkedIn. Ketika sudah menemukan orang yang dicari, klik Connect untuk menambahkan orang tersebut ke dalam jaringan profesional Anda.

Setelah Anda memiliki beberapa koneksi, silakan berlanjut ke bagian People You May Know. Di sini, algoritma LinkedIn akan merekomendasikan orang-orang yang memiliki "kedekatan" dengan Anda. Hal itu tentu saja berdasarkan informasi profil yang telah Anda isi.

6. Minta koneksi Anda untuk merekomendasikan Anda

LinkedIn memungkinkan Anda untuk meminta rekomendasi atas kemampuan atau pekerjaan Anda pada koneksi yang Anda miliki. Dengan fitur ini, Anda tidak perlu lagi merasa canggung untuk meminta kepada koneksi Anda. Dengan rekomendasi, profil LinkedIn Anda akan semakin kredibel di mata pengunjung dan memberikan kesan yang baik dan profesional.

7. Tambahkan gambar, slideshow, atau video

"A picture is worth a thousand words."
Hal itu benar. Biarkan dunia tahu apa yang telah Anda kerjakan. Lagipula memang itulah gunanya situs ini. Dengan LinkedIn, Anda juga bisa memublikasikan hasil karya atau portofolio Anda.

Jadi, daripada sekedar membicarakan apa saja yang telah Anda capai atau lakukan dalam pekerjaan Anda, mengapa tidak menunjukkan contoh karya Anda? Atau mungkin Anda ingin berbagai ide dalam bentuk presentasi? Dengan demikian, profil Anda akan lebih dinamis. Anda bisa menambahkan gambar, video, atau presentasi di bagian summary atau di bagian experience.

8. Bagikan konten yang relevan dengan profesi atau keahlian Anda

Sejujurnya, saya pribadi belum menggunakan media sosial ini dengan maksimal. Saya tidak terlalu aktif di LinkedIn, tapi saya selalu memastikan jika ada konten yang ingin saya bagikan di LinkedIn adalah sesuatu yang berhubungan dengan profesi saya, atau hal-hal yang berkaitan dengan industri media. Sering kali saya melihat orang-orang membagikan hal-hal yang tidak penting di LinkedIn. Jangan lupa, LinkedIn bukanlah Facebook. Ketika Anda bergabung di LinkedIn, setidaknya Anda harus bisa memilah-milih konten apa saja yang hendak Anda bagikan. Anda perlu mempertimbangkan (dan juga memikirkan) apakah konten yang Anda bagikan di LinkedIn sangat informatif bagi koneksi Anda, atau apakah Anda sekedar "iseng" berbagi sesuatu? Sebaiknya konten yang Anda bagikan di LinkedIn punya motif yang lebih dari sekedar "iseng".

9. Buat diri Anda "lebih terlihat"

Anda bisa mengatur profil Anda agar bisa ditemukan di mesin pencari, seperti Google atau Bing. Jika Anda merasa ada terlalu banyak orang yang "menemukan" Anda, Anda bisa mengubah dan mengatur ulang pengaturan ini. Namun, jika Anda adalah seorang pencari pekerjaan, atau mungkin sedang ingin merekrut orang untuk bekerja di perusahaan Anda, mungkin Anda ingin membuat profil Anda "lebih terlihat".

Silakan buka halaman Edit Profile atau bisa Anda akses dengan mengklik informasi URL profil di bawah foto Anda. Tepatnya di sebelah kanan, di bawah pengaturan "Your public profile URL", Anda akan melihat pengaturan "Cutomize Your Public Profile". Silakan pilih pengaturan mana yang Anda rasa paling cocok dengan kebutuhan Anda.

10. Tunjukkan keahlian Anda

Bagian keahlian atau Skills adalah salah satu bagian yang paling dilihat oleh perekrut. Fitur ini memungkinkan para perekrut untuk mencari kandidat yang mereka cari berdasarkan keahlian yang dibutuhkan. Sebelumnya, LinkedIn pernah mempunyai fitur yang disebut Skill Search untuk menemukan orang-orang dengan keahlian berdasarkan kata kunci yang dimasukkan ke dalam pencarian. Namun, fitur tersebut kini digantikan dengan Endorsement. Kini, semakin banyak orang yang meng-endorse keahlian Anda di suatu atau beberapa bidang, keahlian tersebut akan berada di puncak daftar keahlian yang (orang-orang anggap) paling Anda kuasai.

Sementara itu, keahlian-keahlian yang tidak (atau belum) mendapatkan banyak endorsement juga akan tetap ditampilkan, tapi di bagian paling bawah daftar. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu memperbaharui daftar keahlian Anda dari waktu ke waktu.


Artikel ini juga dipublikasikan di Selasar.com.

   Add Friend

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.