13 Mei 2015

Bekerja dengan Orang Rusia: Pengalaman dan Pelajaran Baru

Tim Russia Beyond the Headlines di Moskow, Rusia.
Bicara soal pekerjaan, terkadang, tak dipungkiri bahwa rekan-rekan sekantor, karakter atasan, dan kultur di kantor menjadi salah satu faktor penentu lama-tidaknya kita bertahan di sana. Tentunya, itu di luar faktor lain, seperti peluang mengembangkan diri atau karir, misalnya.

Bagi saya pribadi, tak terasa hampir 1,5 tahun saya bekerja di Russia Beyond the Headlines (RBTH) bersama orang-orang Rusia. Bagi yang masing merasa asing dengan RBTH, pada dasarnya RBTH adalah sebuah sumber berita dan informasi multibahasa yang menyediakan berita, opini, komentar dan analisis tentang budaya, politik, bisnis, sains dan kehidupan masyarakat Rusia. Di sini, saya bekerja di edisi Indonesia, atau yang dikenal dengan RBTH Indonesia.



Tahun lalu, saya telah berbagi cerita tentang bagaimana saya bisa bergabung di perusahaan ini. Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang apa saja yang saya pelajari selama hampir 1,5 tahun bekerja dengan orang-orang Rusia. Tentunya, mungkin tidak semua orang berkesempatan bekerja bersama orang-orang Rusia (dalam skala yang cukup banyak) di kantornya, kecuali jika Anda mungkin bekerja di perusahaan Rusia, di Kedutaan Besar Rusia (atau kantor perwakilan resmi Pemerintah Rusia lainnya di dalam negeri), atau mungkin memang bekerja di Rusia. Namun, dalam kasus pekerjaan saya, saya tetap bekerja di dalam negeri, tapi memang berhubungan langsung dengan kantor di Moskow.

Bekerja dengan orang-orang Rusia sebagai satu-satunya "orang asing" di kantor adalah suatu pengalaman yang sangat menarik. Sebenarnya, pengalaman yang saya tulis ini adalah sesuatu yang saya pikir bersifat subjektif. Biar bagaimana pun saya baru bekerja di satu perusahaan Rusia. Namun, saya pikir, mungkin lebih kurang sifat orang-orang Rusia di dunia pekerjaan hampir sama antara di satu kantor dan kantor lainnya.

Berikut ini adalah 15 hal yang saya pelajari selama (hampir) 1,5 tahunsecara intensifbekerja (dan bergaul) dengan orang-orang Rusia.

1. Weekend artinya hari libur

Saya ingat saat saya juga masih kerja "kantoran" dulu, kadang ada saja hal-hal yang harus "dikerjakan" saat weekend atau akhir pekan. Mulai dari membalas email, "meladeni" pesan-pesan yang harus segera direspon, hingga datang ke kantor. Di Rusia, atau setidaknya di kantor saya di Moskow, hal semacam ini (ternyata) tidak berlaku. Weekend artinya hari libur. Tidak ada urusan kantor. Libur. Tidak ada berbalas pesan (email, SMS, dsb.). Libur. Weekend? Libur. Ada hal mendesak? Silakan tunggu hari Senin.

2. Cuti artinya libur panjang ke luar kota (atau ke luar negeri)

Saya memperhatikan setiap email dengan subjek "В отпуске" (v otpuske, liburan) yang dikirim seseorang untuk memberi tahu bahwa ia tidak akan di kantor selama beberapa hari ke depan, benar-benar berarti bahwa ia "tidak akan ada" di kantor (baik secara fisik maupun virtual) untuk waktu yang lamabiasanya lebih dari satu minggu, bukan sekedar 1-2 hari. Selama berlibur, dia tidak sekali pun mengecek emailnya (kecuali memang ada hal penting yang tidak sempat terselesaikan sebelum pergi berlibur). Apa pun yang terjadi selama ia tidak ada maka terjadilah, dan itu urusan setelah berlibur.

3. Pesta di dapur

Orang Rusia suka berpesta dan berbagi, terutama setiap ada yang sedang berulang tahun, atau baru kembali dari liburan, dan juga jika ada yang akan resign dari kantor. Semua hal ini cukup penting bagi mereka. Tidak ada yang tidak pernah membawa kue atau makanan ketika sedang berulang tahun (tentu saja kecuali saya karena saya di Indonesia), tidak ada yang tidak pernah membawa sesuatu setelah berlibur, dan tidak ada yang pernah meninggalkan kantor tanpa sedikit pesta di kantor. Semua itu dilakukan di dapur (atau pantry).

4. Tidak perlu berbasa-basi

Orang-orang Rusia tidak terlalu suka berbasa-basi, termasuk saat chatting. Ini sesuatu yang sangat berbeda jauh dengan orang Indonesia tentunya. Sewaktu masih bekerja di perusahaan dalam negeri, segala email dan chat dengan rekan kerja atau klien, tak jarang dimulai dengan pembukaan yang bersifat basa-basi. Emoticon juga tak jarang "menghiasi" isi pesan kita. Namun, bagi orang Rusia, itu kurang penting. Mereka cenderung "to the point". Tentunya ini bukan berarti mereka sama sekali tidak menggunakan emoticon atau tidak berbasa-basi sama sekali, hanya saja mereka kurang menganggap ini penting.

5. Setelah kenal secara personal, mereka sebenarnya sangat baik

Saya punya pengalaman yang cukup membuat saya "shock" dengan beberapa orang di kantor. Ini lagi-lagi melibatkan komunikasi via email dan chat di Skype. Pada awalnya, saya sering menulis panjang-lebar. Dimulai dari pembukaan, maksud dan tujuan, dan diakhiri dengan penutup. Apa yang saya dapatkan? Hanya beberapa kata yang intinya oke, setuju, apa yang kita minta sudah dilaksanakan, atau terima kasih. Ya, h-a-n-y-a itu. Namun, setelah bertemu langsung dengan orang-orang ini di Moskow, sebenarnya mereka sangat baik dan hangat, bahkan mereka senang bercerita dan senang mendengarkan kita bercerita.

6. Jika membuat janji, mereka pasti ingat

Tak peduli kapan kita membuat janji, mereka pasti ingat. Kadang, di Indonesia, kita harus selalu mengonfirmasi supaya orang yang kita ajak bertemu tidak lupa atau sekedar mengingatkan waktu dan tempat bertemu. Namun, tidak begitu dengan orang Rusia. Pengalaman saya, saya pernah membuat janji untuk bertemu sepuluh hari sebelum waktu yang disepakati. Hingga sehari sebelum pertemuan, saya tidak menghubungi dia, dan dia pun tak menghubungi saya untuk sekedar memastikan (seperti halnya yang sering kita lakukan kepada teman-teman kita ketika akan bertemu). Tiba hari yang dijadwalkan dan dia hadir di tempat dan waktu yang ditentukan tanpa perlu diingatkan. Tentunya hal ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, tapi sangat sering.

7. Kadang inisiatif bisa jadi masalah

Berbeda dengan di Indonesia ketika orang-orang atau karyawan dituntut untuk punya sifat inisiatif, saya punya masalah dengan (kebiasaan) inisiatif ini dan sempat beberapa kali "ribut" dengan rekan kerja saya. Saya punya prinsip bahwa segala sesuatunya harus terencana. Salah seorang rekan kerja saya (orang Rusia) tahu ini dan dia suka. Namun, satu hal yang dia tidak suka adalah kalau saya terlalu inisiatif mencari tahu informasi yang sebetulnya memang bukan bagian dari pekerjaan saya. Intinya, saya cukup melakukan apa yang menjadi tugas saya, dan dia pun begitu. Jika ada masalah dengan tugas dia, dia yang tanggung risikonya. Apa pun alasan saya, mulai dari inisiatif hingga membantu agar cepat selesai, dia akan marah (dan merasa tersinggung). Ya, ini memang aneh, tapi beberapa orang memang agak konservatif.

8. Orang Rusia sangat mandiri

Ini satu hal yang juga saya perhatikan. Mereka sangat mandiri, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka tidak akan pernah meminta bantuan kecuali mereka benar-benar membutuhkannya. Tak peduli sebanyak apa pekerjaan mereka, selama itu pekerjaan yang memang harus mereka selesaikan, pasti akan diselesaikan (sendirian). Sekali pun mereka punya rekan kerja setim, kalau itu memang tanggung jawab mereka, mereka tidak akan meminta bantuan rekan kerjanya.

9. Serius bukan berarti tak ramah

Tidak ramah adalah salah satu stereotipe yang melekat pada hampir seluruh orang Rusia. Orang-orang kerap menganggap orang Rusia kurang ramah karena wajah mereka cenderung menunjukkan raut muka yang serius. Sebetulnya, saya bisa mengatakan bahwa ini memang semacam default setting, atau pengaturan bawaan wajah mereka. Namun, ini bukan berarti mereka tidak ramah. Bagi mereka yang sudah tinggal di Indonesia beberapa tahun, hal ini bisa berubah, biasanya mereka jadi lebih murah senyum.

10. Orang Rusia cenderung tidak sabar

Ini benar dan juga diakui oleh orang-orang Rusia sendiri. Orang Rusia memang cenderung tidak sabar. Mereka ingin segalanya dikerjakan dengan cepat. Ketika pertama kali tinggal di Indonesia (bukan sekedar berlibur) biasanya mereka cukup stress karena di sini segalanya dikerjakan dengan cukup santai dan semua orang sepertinya yakin bahwa segalanya akan baik-baik saja. Di Rusia, semuanya tidak akan baik-baik saja kalau kita lambat.

11. Perlu skill khusus untuk mengerti lelucon Rusia

Apalah arti hidup tanpa humor? Orang-orang Rusia pun suka membuat lelucon. Di kantor sering kali ada kiriman meme Rusia di email, sesuatu yang (menurut mereka) lucu. Namun, memahami lelucon Rusiasekalipun kita mengerti bahasa merekamemang bukan perkara mudah. Orang-orang Rusia sendiri mengakui bahwa banyak dari lelucon mereka yang hanya dimengerti oleh orang Rusia sendiri. Mungkin, ini hampir sama dengan di Indonesia karena kebanyakan humor di sini juga bersifat lokal.

12. Tak perlu malu dengan kemampuan bahasa Inggris kita

Orang Rusia jauh lebih nyaman bicara dengan bahasa Rusia. Ada beberapa alasan, tapi saya pikir sebagian besar alasan itu cukup personal, tidak bisa digeneralisasikan. Jadi, ketika saya bicara dengan bahasa Inggris kepada teman-teman kantor saya, saya tidak perlu merasa "takut salah"entah itu soal tata bahasa atau soal pemilihan kosakatakarena sama seperti di Indonesia, orang Rusia pun tidak semuanya mahir berbahasa Inggris. Intinya, selama kedua belah pihak saling mengerti maka tujuan utama berkomunikasi telah tercapai.

13. Tidak bisa bahasa Rusia? Bye!

Saya sangat sering "terjebak" dalam situasi percakapan ketika saya hanya satu-satunya orang yang tidak bisa berbahasa Rusia. Seperti yang telah saya jelaskan di poin nomor 5, jika kita sudah kenal dengan mereka, mereka sangat baik dan ramah, termasuk membiarkan kita berada di tengah-tengah perbincangan mereka yang menggunakan... bahasa Rusia. Ini jelas selalu menjadi situasi yang awkward, apalagi mereka biasanya tidak hanya mengobrol 1-2 menit, bisa lebih dari itu! Ditambah lagi, saya tidak mungkin tiba-tiba "undur diri" dari tengah percakapan.

14. Membatalkan janji, cari masalah

Ini salah satu hal yang harus dihindari. Jangan membatalkan janji. Orang Rusia sangat menghargai janji. Mereka selalu berusaha menepati janji mereka dan mereka harap orang lain pun begitu. Saya tidak pernah membatalkan janji sebelumnya, hanya saja saya suatu hari saya sempat meminta untuk mengundur jadwal pertemuan dua jam sebelum pertemuan. Mungkin bagi kita hal ini biasa, apalagi jika kita memberi tahu dua jam sebelumnya, ini masih bisa ditoleransi, tapi tidak untuk mereka. Bagi mereka, jika sudah janji di waktu yang ditentukan maka kita harus komitmen dengan janji tersebut. Kalau pun harus mengundur waktu, dua jam tidak cukup untuk membuat konfirmasi, mereka berharap 3-6 jam sebelumnya.

15. Budaya apresiasi dan mendengarkan

Satu hal yang sangat saya suka dari pekerjaan ini adalah karena perusahaan sangat mengapresiasi seluruh karyawannya, atau setidaknya begitulah yang saya rasakan. Saya pikir ini sesuatu yang sangat penting. Selain itu, saya juga merasa sangat didengar, minimal oleh atasan langsung saya. Saya bisa bebas memberikan kritik dan saran hingga solusi yang menurut saya ideal atas suatu permasalahandan ide saya benar-benar dipertimbangkan. Di sini, saya pikir sejauh ini bekerja dengan orang-orang Rusia sangat menyenangkan. Saya pikir hal semacam ini belum tentu bisa didapatkan di dalam negeri karena pengalaman saya, terkadang yang senior justru menganggap rekan juniornya "sok tahu" ketika berusaha memberi ide, atau lebih buruk, ada yang memberi "cap" cari perhatian kepada atasan.

Penulis adalah web editor di Russia Beyond the Headlines Indonesia (RBTH Indonesia). Baca artikel lainnya mengenai hubungan Rusia dan Indonesia. >>>

   Add Friend

4 komentar :

Wah seruu yaa kerjaannya...

Hahaha nice share mas broo

mbak kalo mau kuliah ke rusia gimana yah??

APAKAH ANDA MEMBUTUHKAN PINJAMAN JIKA YA BERLAKU SEKARANG.

LUIS CARLOS FINANCE Perusahaan terbatas pada modal saham. Kami menawarkan pinjaman dan jasa keuangan dari segala jenis. Pinjaman kami bervariasi dari bisnis hingga pinjaman pribadi atau kondisi jangka panjang atau jangka pendek dengan tingkat suku bunga yang baik (2%). Proses pinjaman kami sangat cepat dan terpercaya dengan jaminan. Untuk informasi lebih lanjut tentang layanan kami, kunjungi kami di email kami; (luiscarlosfinance@outlook.com) beri tahu kami jumlah pinjaman yang Anda butuhkan dan inginkan durasi pinjaman. Kami berharap bisa mendengar kabar dari Anda. Anda bisa mengirim pesan ke alamat email di bawah ini. Luiscarlosfinance@outlook.com

CATATAN: semua email harus diteruskan ke: luiscarlosfinance@outlook.com

orang Rusia itu kerja nya teliti saking telitinya aku ngalamin ditahan di pasport control pas baru sampe Rusia itu pengalaman yang deg-deg an banget, pernah mengalami kah mas?

ditunggu kedatangan nya di Blog ku ya, terima kasih.

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.