11 Desember 2015

Perjalanan 200 Artikel: Saksi Pendewasaan dan Perubahan Pola Pikir

Lapangan Revolusi, Moskow, Rusia, 2015.
Setiap tahun, biasanya kita membuat semacam resolusi atau daftar "mimpi" yang ingin kita capai di tahun yang akan datang. Desember tahun lalu, saya ingat salah satu resolusi yang benar-benar saya niatkan adalah menulis di blog sebanyak tiga kali dalam sebulan, atau minimal setiap bulan harus ada setidaknya satu tulisan yang saya publikasikan.

Entahlah, mungkin bagi sebagian orang resolusi saya ini agak "kurang keren", tapi semakin lama saya semakin sadar bahwa menulis memang passion terbesar saya. Selain itu, saya punya keyakinan bahwa untuk mengubah dunia, atau ya... minimal Indonesia, bisa dimulai dengan menulis. Karena itu, saya "memaksakan" diri saya agar terus menulis, dengan harapan, mungkin ada sedikit orang di luar sana yang bisa terinspirasi dengan ide atau gagasan yang saya tulis di blog ini.

Kini, 2015 hampir usai. Pertanyaannya, apakah target saya tercapai? Well, jangankan tiga tulisan dalam sebulan, menulis sebulan sekali pun belum tentu. Namun demikian, jika dirata-rata, memang selama 2015 ini, bisa dikatakan bahwa saya menulis lebih dari sekali dalam sebulan. Jumlah tulisan saya di blog ini selama 2015 adalah sebanyak 20 tulisan, tapi itu masih lebih sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah 22 tulisan.

Namun begitu, saya tetap senang bahwa tulisan kali ini merupakan tulisan ke-200 saya di fauzanalrasyid.com. Blog ini saya buat di 2009, dan barulah enam tahun kemudian saya berhasil memublikasikan 200 tulisan di sini.

Bagi saya, blog ini menjadi semacam "portofolio digital" atas perkembangan pola pikir saya. Blog ini menjadi "saksi" bagaimana perubahan cara pandang saya dalam melihat atau membahas suatu isu. Pertama kali saya punya blog, yaitu di tahun 2006. Saat itu, blog saya terintegrasi dengan Friendster. Seiring dengan menurunnya popularitas Friendster (dan orang-orang "hijrah" ke Facebook), saya pun sempat beberapa kali pindah domain blog, sebelum akhirnya menetap di sini.

Apa Saja yang Ditulis?

Ada banyak topik dan tema, dan di beberapa tahun pertama tulisan saya (karena saat itu masih kuliah) lebih banyak mengenai "cerita" soal organisasi, konflik, kenangan-kenangan SMA, sedikit romansa, dan juga kumpulan tugas essai dan makalah ilmiah saya selama di kampus. Namun, setidaknya dalam tiga tahun terakhir, saya mulai fokus menulis ke hal-hal yang berhubungan dengan media, politik Indonesia, dan isu-isu terkini yang memang menarik perhatian saya.

Dan berikut ini adalah sepuluh artikel (yang saya anggap) terbaik selama 2009 hingga 2015 di fauzanalrasyid.com—pastinya bukan hal mudah untuk memilih 10 dari 200.

1. Indonesia oh Indonesia

Artikel ini adalah tugas essai yang harus saya kerjakan pada OKK (Orientasi Kehidupan Kampus) UI 2008. Essai yang berjudul "Indonesia Oh Indonesia" ini ternyata (dan tanpa saya duga) masuk ke dalam 50 karya terbaik OKK UI 2008.

Foto kiriman Fauzan Al-Rasyid (@fauzanalrasyid) pada


2. Ulasan Buku Kontroversial Irshad Manji

Nama Irshad Manji sempat jadi perbincangan hangat di 2012. Saat itu di Jakarta, diskusi yang menghadirkan sang penulis buku "Allah, Liberty, and Love" ini menuai kontroversi dan dibatalkan (atau tepatnya dibubarkan) oleh ormas Islam dengan tudingan bahwa di dalam buku tersebut, sang penulis menyebarkan gaya hidup gay dan lesbian. Benarkah begitu? Saya cari bukunya, baca dari awal sampai akhir, dan membuat ulasannya.

3. Untukmu Anak Indonesia

Negaramu membutuhkan kamu! Spesial untuk semua insan pemuda bangsa, saya ingin kita tak hilang harapan dengan negeri ini, sekalipun memang sulit rasanya untuk tetap menyalakan lilin di tengah "kegelapan" yang begitu pekat. Kita bahkan tak bisa melihat, mana sumbu dan mana apinya. Namun, satu hal yang pasti, negara ini butuh kita—kamu, dan saya.

4. Last Night! #EgyptianInterview Part 2

Di Indonesia, orang-orang memang suka latah, atau katakanlah, suka ikut arus tanpa benar-benar paham masalah, atau minimal mempelajari masalah itu sebelum teriak ini-itu. Demonstrasi besar-besaran di Mesir pada 2013 berujung pada penggulingan Presiden Morsi. Di Indonesia, ada banyak sekali orang yang mendukung Morsi dan menganggap dia dizalimi. Saya penasaran, dan saya tanya langsung apa pendapat warga Mesir terhadap Morsi. Benarkah Morsi seperti apa yang "diyakini" orang-orang Indonesia saat itu?

5. Perjalanan Menemukan Passion yang (Mendekati) Sempurna

Pada dasarnya, tidak ada yang sempurna. Namun, setidaknya, ada suatu titik di mana kita merasa, "God, this is perfect!" Ada suatu titik di mana kita akan merasa hidup kita (akhirnya) sangat sempurna karena apa yang kita lakukan atau kita kerjakan benar-benar dari hati kita. Namun, memang untuk mencapai titik ini tidak pernah mudah.

6. Ask.fm: Semua Bisa Jadi Selebritas

Selama 2014 lalu, Ask.fm menjadi media sosial yang sangat populerdi kalangan remaja-remaja Indonesia masa kini. Popularnya Ask.fm di Indonesia seakan semakin membuktikan bahwa orang Indonesia memang punya rasa ingin tahu yang begitu besar (atau kita sebut saja, kepo) dan secara bersamaan sangat senang ditanya.

7. Ahok dan Provokasi di Media Sosial

Mengapa negara kita begitu lama terbelenggu oleh penjajahan kolonial? Jawabannya mudah saja. Karena memang dari dulu, karakter maysarakat kita mudah diprovokasi. Karena itu, Belanda dulu menerapkan taktik politik "Devide et Impera" atau yang bisa disebut sebagai politik adu domba. Ternyata, dari dulu, kita memang "senang" dan mudah diadu domba. Kita mudah diprovokasi.

8. Penyerangan Charlie Hebdo, Haruskah Terjadi?

Salah peristiwa yang menggegerkan awal tahun 2015. Tanggal 7 Januari 2015, dunia kembali dikejutkan dengan aksi terorisme yang (lagi-lagi) melibatkan nama Islam. Kantor pusat majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Prancis, diserang. Salah seorang editor, Stephane Charbonnier, ikut terbunuh dalam aksi bersenjata ini. Mengapa hal semacam ini harus terjadi? Mengapa (lagi-lagi) harus Islam yang jadi "korban"?

9. Ketika Terlalu Banyak Kebencian (dan Kebodohan) di Negeri Ini

udah terlalu banyak kebencian di negeri ini. Janganlah kita tambah dengan kebodohan pula. Mau jadi apa negeri kita (yang katanya kita cintai ini) nanti? Mari kita mulai cerdas dalam memilah-milih konten yang akan kita sebarkan di media sosial. Saya mungkin bisa paham ada semacam "dorongan" tersendiri untuk berperan aktif dalam menyebarkan isu-isu penting, tapi sekali lagi, sebaiknya kita luangkan sedikit waktu untuk memahami isu itu terlebih dahulu.

10. Perang Dunia II: Apakah Dunia Berutang pada Soviet?

Bagi kita di Indonesia, Perang Dunia II adalah suatu perang yang terjadi jauh di luar sana dan kurang berdampak signifikan bagi kita. Anggapan ini bisa jadi muncul karena kita merasa bahwa Indonesia saat itu sama sekali tidak angkat senjata dan ikut berperang. Namun, keberhasilan bangsa Indonesia untuk bisa memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, tak lepas dari Perang Dunia II yang terjadi "di luar" sana. Lalu, apa hubungannya dengan Komunis Soviet?

*  *  *

Pada akhirnya, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pembaca, orang-orang yang mendukung dan mengkritik tulisan saya selama enam tahun terakhir ini. Saya tidak menulis selama enam tahun ini, hingga akhirnya bisa memublikasikan tulisan yang ke-200 ini, tanpa adanya timbal balik dari orang-orang yang membaca blog ini.

Segala pemikiran saya tumbuh dan berkembang melalui blog ini. Mental saya pun "terlatih" salah satunya karena blog ini. "Bukan Fauzan namanya kalau enggak bikin sesuatu yang kontroversi," begitu kata beberapa orang. Ya, saya pikir, selama hal yang dianggap kontroversial itu melatih atau mengajak kita untuk beprikir lebih kritis, kenapa tidak?

Sekali lagi, terima kasih untuk semua yang telah membaca, mengomentari, mengkritisi, dan membagikan tulisan-tulisan saya selama ini. Saya sangat menghargai itu semua, dan semoga di 2016 mendatang, teman-teman semua tetap bisa mendapatkan wawasan atau ide baru melalui tulisan-tulisan yang saya publikasikan di sini. Terima kasih!
Video kiriman Fauzan Al-Rasyid (@fauzanalrasyid) pada

Salam,

Fauzan Al-Rasyid

   Add Friend

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan tulis opini atau komentarmu.